Saturday, April 21, 2018
SEOTools

Tools dan Strategi Riset Keyword untuk SEO

Jika Anda memiliki website yang sepi pengunjung, bisa jadi salah satu penyebabnya adalah tidak memilih keyword.

Untuk memiliki trafik yang tinggi, Anda perlu memilih kata kunci atau keyword yang terbaik dan memiliki volume pencarian yang banyak.

Memilih kata kunci merupakan hal yang wajib Anda lakukan.

Kalau Anda tidak memilih dengan benar keyword Anda, wajar saja kalau website Anda sepi.

Sudah panjang-panjang buat artikel, ternyata tidak ada yang membaca. Kan sayang.

Artikel ini akan memberikan Anda informasi seputar riset keyword yaitu:

– Apa itu riset keyword?
– Jenis-jenis keyword
– Tools apa saja yang dapat Anda gunakan untuk riset keyword?
– Analisis kompetisi keyword
– Apa yang perlu diperhatikan untuk mengeksekusi keyword?

Apa itu riset keyword?

Salah satu strategi yang digunakan dalam SEO adalah riset keyword.

Ini merupakan langkah yang paling tepat untuk Anda lakukan jika ingin meningkatkan pengunjung blog dan meningkatkan trafik website Anda.

Melakukan riset keyword ini merupakan kegiatan mencari kata kunci yang paling sering dicari atau diketikkan orang di mesin pencari.

Pentingkah riset keyword?

Penting sekali.

Anda pastinya tidak akan mau kan jika tulisan yang Anda buat dengan susah payah ternyata tidak ada yang mencari, sehingga tidak ada yang membaca. Betul?

Jenis-jenis Keyword

Sebelum Anda mengetahui cara-cara yang dilakukan untuk riset keyword, Anda perlu mengetahui jenis-jenis keyword.

Hal ini diperlukan karena dalam dunia SEO keyword memiliki banyak sekali jenis. Diantaranya yaitu:

Pertama: Short tail keyword merupakan kata kunci yang hanya terdiri dari satu atau dua kata.

Kedua: Long tail keyword merupakan versi panjang dari short tail keyword.

Ketiga: Keyword abadi merupakan kata kunci yang digunakan untuk mencari informasi yang tidak akan pernah berakhir. Informasi dengan kata kunci ini dicari secara terus menerus.

Sebagai contoh: “Cara Menghilangkan Jerawat”.

Keyword musiman merupakan keyword yang hanya populer pada saat-saat tertentu saja.

Contohnya: “Hasil pertandingan Manchester City vs Manchester United”.

Tools Riset Keyword

Berikut beberapa tools yang dapat Anda gunakan untuk melakukan riset keyword:

1. Google Keyword Planner

Google keyword planner merupakan tools yang paling banyak diguankan untuk perencanaan kata kunci di PPC.

Tools ini pastinya juga dapat digunakan meriset kata kunci untuk SEO.

Kami sangat menyarankan agar Anda menggunakan Google Keyword Planner ini, selain gratis, tools ini merupakan milik Google sendiri sehingga akan lebih akurat. Statistik untuk setiap kata kunci juga disediakan oleh tools ini.

2. Ubersuggest

Ini merupakan tools yang dapat memberikan saran kata kunci. Tools ini akan memberikan data dari mesin pencari dengan memasukkan kata kunci pertama.

Ubersuggest akan membantu Anda untuk bisa memperluas daftar kata kunci Anda.

Tools ini juga akan membantu Anda untuk menghasilkan kata kunci untuk Anda gunakan.

3. Google Autocomplete

Anda dapat memulai menggunakan Google Autocomplete dengn cara mengetik kata atau frasa pada kolom search bar Google, setelah itu prediksi tentang kata kunci yang Anda cari akan muncul.

4. Keyword Tool

Aplikasi ini hampir menyerupai Ubersuggest. Tapi karena menggunakan konsep Google Autocomplete, Keyword Tool lebih terdepan.

Keyword Tool ini merupakan aplikasi sederhana tetapi dapat Anda gunakan untuk mencari keyword yang panjang.

Keyword Tool dapat memberikan hasil hingga 750 saran kata kunci untuk Anda. Keyword Tool juga memberikan kelebihan-kelebihan lainnya yang dapat Anda manfaatkan, yaitu:

– Bekerja hingga 129 domain di Google
– 83 Bahasa yang sangat mudah digunakan
– Menyarankan kata atau frasa sebelum dan sesudah kata kunci yang Anda cari
– Tidak ada CAPTCHA ataupun iklan-iklan yang akan mengganggu.

5. WordStream Free Keyword Tool

Tidak seperti Keyword Tool, WordStream Free Keyword Tool memiliki fitur yang terbatas. Meskipun seperti itu, tool ini sangat handal memberikan kata kunci yang lebih relevan dan bernilai.

Lebih dari satu triliun permintaan pencarian mampu diwakili oleh tool ini. Pengguna juga dapat memakai tool ini hingga tiga puluh kali dalam sehari tanpa dikenakan biaya.

Jika dibandingkan dengan tools yang disebutkan sebelumnya, saran kata kunci yang diberikan oleh WordStream Free Keyword Tool lebih relevan.

Namun, kekurangan tool ini adalah hasil dari Google Search Volume and Competition kurang tepat dan kurang relevan.

Anda disarankan untuk menggunakan tool ini dengan versi berbayar.

Selain itu, Anda dapat memiliki aplikasi perencanaan kata kunci untuk menyempurnakan kata kunci Anda, seperti Keyword Grouper, Keyword Niche, serta Negative Keyword Tool melaui Wordstream ini secara gratis.

6. Keyword Eye (Basic)

Jika sebelumnya dengan WordStream Anda tidak dapat mengetahui Search Volume dan PPC Competition. Maka hal ini berbeda dengan Keyword Eye.

Keyword Eye memberikan Anda akses untuk dapat melihat Search Volume, PPC Competition, dan PPC Competitive Score.

Keyword Eye merupakan tool yang dapat memberikan Anda 20 kata kunci yang dicari per harinya, laporan tentang 100 kata kunci serta 25 database kata kunci dari Google.

Anda dapat mengetahui hal-hal tersebut melalui versi tak berbayarnya.

7. Keyword Revealer’s Keyword Tool

Hampir sama dengan Keyword Eye, tool ini mampu menunjukkan seberapa berat kompetisi yang ada untuk dapat memprediksi kata kunci yang menguntungkan.

Kata kunci yang disarankan oleh tool in sangatlah relevan dan patut untuk dicoba.

Tapi jika Anda hanya menggunakan versi gratisnya, Anda hanya dapat melakukan 3 kali pencarian dalam sehari.

Analisis Kompetisi

Setelah Anda menentukan untuk memilih dan menggunakan tool yang akan dipakai untuk riset keyword Anda. Langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah menganalisa persaingan atau kompetisi di mesin pencarian Google.

Untuk dapat melakukan analisis ini, Anda dapat menggunakan browser ekstensi seperi SEOQuake atau MozBar.

Lalu pertanyaannya adalah, bagaimana cara menentukan keyword yang persaingannya tidak terlalu tinggi?

Untuk kasus seperti itu, Anda dapat mengetahui dan memberikan penilaian terhadap tingkat persaingan berdasarkan total hasil pencarian, rangking page, rangking alexa serta jumlah index.

Adapun tips-tips yang dapat Anda lakukan yaitu:

– Pilih keyword yang memiliki hasil pencarian tidak lebih dari satu juta
– Pilih keywod yang tidak dikuasai oleh website-website otoritas
– Pilihlah keyword yang tidak dikuasai oleh website-website dengan pagerank di atas 5. Dan lain sebagainya.

Mengeksekusi Keyword

Setelah Anda memilih dan menentukan keyword yang akan Anda kembangkan. Selanjutnya Anda perlu untuk mengeksekusi keyword tersebut.

Agar keyword Anda disukai oleh Google, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

– Masukkan keyword dalam judul artikel
– Masukkan keyword dalam URL
– Masukkan keyword dalam meta description
– Masukkan keyword pada 100 kata pertama dalam arttikel
– Buat artikel lebih panjang
– Tambahkan foto dan video yang relevan
– Gunakan bullet point atau tabel.

Kesimpulan

Keyword juga menjadi penentu agar konten Anda dapat disukai oleh Google. Membuat konten Anda disukai oleh Google bukan merupakan perkara yang terlalu sulit.

Namun, Anda tidak hanya melakukan cara untuk membuat Google menyukai konten Anda.

Anda juga perlu untuk membuat konten Anda disukai oleh pengunjung.

Leave a Reply