Monday, December 10, 2018

Tag Archives: copywriting

copywriting
Copywriting

Copywriting: Teknik promosi hebat hanya lewat tulisan

Dalam dunia pemasaran digital, nyaris tidak ada keterampilan lain yang dapat menghasilkan uang sebanyak dan sebaik Copywriting.

Tentu bukan bohong, lebay apalagi mengada-ada.

Copywriting yang bagus adalah rahasia sukses dari penjualan produk oleh seluruh internet marketer di dunia.

Dan artikel ini akan mengajarkan Anda bagaimana cara untuk menggunakan rahasia tersebut dalam penjualan  produk dan layanan apa saja yang Anda miliki.

copywriting

Pengertian Copywriting

Copywriting adalah seni sekaligus ilmu menjual lewat tulisan.

Sebuah teknik untuk mengirimkan sebuah pesan melalui rangkaian kata-kata yang dipergunakan untuk menarik perhatian, melakukan promosi tanpa terlihat memaksa, menggiring opini, meningkatkan rasa percaya dan mau melakukan apa yang diminta.

Copywriter, sebutan bagi orang yang membuat “copy” (baca: naskah iklan), produk yang dihasilkan dari teknik copywriting adalah profesi yang berada dibalik pesan yang nampang di billboard, brosur, katalog, iklan majalah dan koran, website penjualan, email, iklan radio dan televisi, sosial media dan seluruh kanal komunikasi penjualan.

Namun walau terdengar sepele. Cuma menulis yang semua orang pun bisa, Copywriting adalah ilmu yang kompleks untuk dipelajari.

Copywriting itu memang sulit. Tetapi sebagai sebuah keahlian, ia dapat dipelajari oleh setiap orang. Dan kabar baiknya, tidak ada kualifikasi, gelar maupun sekolah khusus untuk menjadi seorang copywriter sehingga Anda dan saya juga bisa menjadi seorang copywriter.

Orang yang dapat menulis, pintar mengarang atau pandai membual belum tentu bisa membuat copywriting secara tepat dan efektif.

Sebaliknya, mereka yang sama sekali tidak memiliki seluruh keahlian diatas justru dapat melakukan copywriting dengan baik jika mengetahui kerangka serta formula dalam copywriting yang diterapkan pada tulisan yang mereka buat.

Mari kita bahas.

Kerangka Copywriting 5P

Tidak seperti menulis berita atau deskripsi atau naskah editorial, Copywriting adalah rangkaian kata-kata yang dimaksudkan agar orang yang membacanya melakukan sesuatu yang kita inginkan, terutama membeli apa yang kita tawarkan.

Untuk itulah kita membutuhkan sebuah framework atau kerangka sebagai panduan.

Namun sebelum itu, Anda perlu terlebih dahulu untuk memikirkan 4 hal penting dari produk Anda, meliputi:

  • Bagaimana cara membuat deskripsi atas produk atau layanan Anda dalam sebuah tulisan yang ringkas dan mudah dimengerti.
  • Fitur utama serta benefit dari produk atau layanan yang Anda miliki.
  • Manfaat utama dan yang paling mencolok sebagai selling point dari produk atau layanan yang Anda miliki.
  • Siapa konsumen Anda dan apa yang sedang mereka cari.

Jika sudah, berikut adalah kerangka coywriting 5P yang bisa Anda gunakan:

P = Pribadi, Promise

Identifikasi target customer Anda.

Ada satu hukum dalam penjualan yang harus Anda sepakati: sebuah produk tidak dapat dijual kepada semua orang. Target pasar Mercedes Benz tentu berbeda dengan Avanza, target pasar properti elite tentu berbeda dengan rusunami, target pasar pempers tentu berbeda dengan rokok kretek, dan seterusnya.

Dengan melakukan identifikasi kepada target yang Anda inginkan, Anda dapat berbicara menggunakan bahasa mereka agar lebih mudah dimengerti. Ini akan menciptakan kesan personal dan pribadi kepada pembacanya: inih gue banget!

Misalnya :

  • Halo good people!
  • Perhatian untuk pegawai negri!
  • Hi pemilik anjing!
  • Spesial bagi para jomblo!
  • Dear driver ojol!

Jika sudah, berikan sebuah baris yang berisi Promise alias janji.

Promise yang dimaksud adalah hasil akhir yang dapat diberikan oleh produk Anda untuk mengatasi masalah. Begini contohnya:

  • Halo good people! Dapatkan investasi dengan bunga lebih tinggi dari deposito tetapi tetap aman 100%
  • Perhatian untuk pegawai negri! Lebih cepat naik pangkat dengan 10 trik yang mudah dilakukan.
  • Hi pemilik anjing! Kami siap merawat doggiemu sebaik dirimu saat kamu tamasya.
  • Spesial bagi para jomblo! Dapatkan pacar minggu depan.
  • Dear driver ojol! Tingkatkan penghasilan 2x lipat dengan aplikasi ini.

P = Persoalan, cerita

Setelah melakukan identifikasi terhadap target konsumen, kini lakukan hal yang sama untuk persoalan.

Anda perlu untuk mengidentifikasi persoalan dan menggambarkannya dengan baik dalam format cerita.

Oh ya, tentu saja setiap orang dan setiap hal memiliki masalah. Dan mereka yang memilikinya ingin mencari jalan keluar.

Dengan memahami persoalan, kita dapat membuat tulisan yang lebih dekat dengan pembaca atau orang yang punya masalah. Semakin jelas kita mendeskripsikannya, semakin terlihat jika kita mengerti tentang masalah seseorang. Ini akan meningkatkan rasa percaya dengan sangat cepat.

Mari kita ambil salah satu contoh diatas:

Hi pemilik anjing! Kami siap merawat doggiemu sebaik dirimu saat kamu tamasya.

Kami tahu betapa kamu menyayangi anjingmu. Tapi kami juga tahu ada saatnya kamu ingin tamasya dan harus meninggalkannya kepada seseorang yang dapat kamu percayai.

Kami sama seperti kamu. Kami juga sangat menyayangi anjing dan akan merawatnya seperti anjing kami sendiri sehingga kamu bisa bertamasya dengan perasaan yang tenang.

P = Perkuat

Sekarang tiba saatnya untuk melakukan amplifikasi atau memperkuat pesan yang Anda berikan.

Bukan pada masalah atau persoalannya, tetapi pada apa kerugian dan akibat yang akan mereka rasakan jika tidak menyelesaikan masalah yang sedang dialami.

Buat mereka percaya jika mereka membutuhkan solusi yang Anda berikan.

Mari kita teruskan:

Hi pemilik anjing! Kami siap merawat doggiemu sebaik dirimu saat kamu tamasya.

Kami tahu betapa kamu menyayangi anjingmu. Tapi kami juga tahu ada saatnya kamu ingin tamasya dan harus meninggalkannya kepada seseorang yang dapat kamu percayai.

Kami sama seperti kamu. Kami juga sangat menyayangi anjing dan akan merawatnya seperti anjing kami sendiri sehingga kamu bisa bertamasya dengan perasaan yang tenang.

Jangan tunda lagi untuk menghabiskan waktu liburan dan bersenang-senang dengan orang tercinta.

P = Perubahan, transformasi, testimoni

Setelah menjangkau secara personal, membentangkan masalah serta memperkuat pesan dengan memberitahukan konsekuensi jika tidak menyelesaikan persoalan tersebut, tiba saatnya untuk menuliskan transformasi macam apa yang Anda mereka dapatkan.

Ada 2 macam perspektif yang bisa dipilih:

  1. Dari sisi bagaimana Anda bisa mengatasi masalah tersebut.
  2. Dari sisi bagaimana Anda berhasil menolong orang lain yang punya masalah tersebut.

Untuk menambah daya jual pada copywriting yang dibuat, Anda wajib untuk membubuhkan beberapa testimoni dari pengalaman yang orisinal.

Testimoni, secara efektif dan efisien akan menghilangkan keraguan dan menjawab pertanyaan yang muncul dalam benak pembaca:

  1. Apa betul orang atau produk ini dapat melakukan apa yang mereka bilang?
  2. Apakah orang atau produk ini sudah terbukti berhasil mengatasi masalah yang dialami oleh orang lain?
  3. Apakah orang atau produk ini dapat juga membantu saya untuk mendapatkan hasil yang sama?

Bingo!

P = Penawaran, aksi

Terakhir, berikan penawaran yang Anda miliki sejelas dan seakurat mungkin.

Anda bisa memulainya dengan mengatakan: “Berikut apa yang akan Anda dapatkan…”, atau “Inilah solusi yang kami miliki….” dan lain sebagainya.

Sebagai penutup, berikan instruksi (juga sejelas dan seakirat mungkin) bagaimana mereka dapat memesan atau memilikinya. Jika itu berupa tombol, berikan tombol yang jelas. Jika itu berupa kontak, berikan nomor atau alamat yang jelas.

Formula Copywriting AIDCA

Ada banyak sekali formula dan metode dalam copywriting yang dapat digunakan, beberapa diantaranya yang populer adalah:

cara copywriting

  • AIDA: Attention, Interest, Desire, Action
  • BAB: Before – After – Bridge
  • 4C: Clear, Concise, Compelling, Credible
  • PAS: Problem – Agitate – Solve
  • FAB: Features – Advantages – Benefits
  • 4U: Useful, Urgent, Unique, Ultra-specific
  • dst

Kali ini, kita akan membahas satu yang paling populer AIDA ditambah C yaitu AIDCA.

Attention (perhatian), Interest (minat), Desire (hasrat), Conviction (keyakinan) dan Action (aksi)

Masih berhubungan erat dengan kerangka Copywriting 5P sebagaimana yang sudah kita bahas sebelumnya, formula AIDCA digunakan untuk mempermudah kita melakukan copywriting.

Berikut penjelasannya:

Attention – Bertugas untuk menarik perhatian. Perhatian P (pribadi) dan P (promise). Dengan menyertakan kedua hal ini di bagian awal, kita akan menarik perhatian.

Interest – Berikan informasi segar yang menarik minat. Perhatikan P (persoalan) dan P (perkuat) dan sebisa mungkin bungkus dalam narasi cerita yang menarik.

Desire – Manfaat produk/layanan/ ide serta bukti bahwa apa yang dikatakan memang benar adanya. Perhatikan P (perubahan) dengan fokus pada transformasi atau hasil akhir yang akan terjadi.

Conviction – Faktor penentu yang merubah perhatian, minat serta hasrat menjadi rasa percaya. Dengan kepercayaan inilah, konsumen mau membeli atau melakukan apa yang kita mau. Testimoni adalah unsur paling mujarab untuk meningkatkan keyakinan.

Action – Sebagai penutup, berikan tombol atau instruksi bagaimana mereka dapat memiliki solusi yang ditawarkan saat itu juga.

Copywriting dalam laman penjualan

Seperti tubuh kita, sebuah halaman penjualan atau sales page juga memiliki anatomi yang dapat diisi sepenuhnya dengan copywriting. Faktanya, salah satu penggunaan major copywriting adalah untuk membuat sales page yang menjual dan lebih menjual.

Merubah kata dan tulisan adalah hal termudah dan termurah yang dapat dilakukan dibandingkan merubah tampilan desain grafis serta materi promosi lain yang berada di dalam sebuah laman penjualan. Namun demikian, hasil yang diberikan adalah yang paling maksimal.

Berikut anatomi copywriting dalam sebuah sales page yang dapat Anda jadikan panduan:

  • Pre head
  • Headline
  • Lead
  • Body
  • Rapport
  • Points
  • Credibility
  • Value Justification
  • Risk reversal
  • Bonus
  • Call to action

Dan berikut penjelasannya:

Pre head: bisa berupa logo, tombol navigasi maupun text yang menarget pembaca supaya terasa personal.

Headline: sebuah tagline yang membuat orang yang sedang membaca terus membaca. Promise merupakan format terbaik untuk mengisi headline.

Lead: resume dari penawaran yang Anda berikan.

Body: seluruh teks penting yang harus diketahui oleh pembaca. Bisa dikombinasikan dengan gambar, simbol dan lain sebagainya:

  • Rapport: tunjukkan jika Anda mengenal pembaca, tahu dan merasakan persoalan mereka.
  • Points: cara menulis dengan point-point pendek supaya dapat dibaca dengan lebih mudah. Bisa diterapkan di lead maupun body.
  • Value Justification: tunjukkan manfaat yang Anda berikan lebih dari apa yang mereka bayarkan.

Credibility: kredibilitas Anda yang muncul dari berbagai elemen, meliputi: alamat website, logo, desain, informasi perusahaan dan kontak, serta:

  • Testimoni
  • Risk reversal: berikan informasi tentang garansi dan lain sebagainya untuk mengurangi rasa takut membeli.

Bonus: semua orang suka dengan bonus. Jika produk Anda memiliki bonus, tunjukkan dan jangan sembunyikan.

Call to action: tombol aksi. Bisa ditampilkan beberapa kali terutama di bagian atas dan bawah untuk memudahkan pengunjung melakukan klik.

Copywriting dalam email

Selain sales page, tempat yang juga sangat cocok dan jadi lahan gembur Copywriting adalah email mengingat konversinya yang sangat baik.

Namun sebelum itu, untuk dapat menggunakan email dan melakukan email marketing dengan baik, silahkan baca panduan List building terlebih dahulu.

Berikut beberapa tips penting menerapkan teknik copywriting dalam email:

  • Judul adalah bagian terpenting dalam email marketing. Ini menentukan apakah email Anda akan dibuka atau tidak. Judul yang baik setidaknya harus memiliki 2 unsur ini: (1) personal: gunakan tag nama atau firstname supaya terlihat dikirimkan oleh seorang teman, bukan orang asing (2) curiousity: memiliki unsur yang membuat rasa penasaran.
  • Isi email tidak boleh terlalu panjang maupun terlalu pendek. Mulai dari menyapa kemudian meneruskan judul menjadi sebuah informasi yang lebih utuh. Berikan penjelasan untuk menghilangkan rasa penasaran. Paragraph sebaiknya pendek-pendek supaya lebih gampang untuk dibaca.
  • Kesalahan terbesar adalah membuat email dengan banyak link dengan tujuan berbeda di dalamnya. Ini akan menurunkan konversi sekaligus membingungkan. Satu email harus memiliki satu tujuan saja.
  • Meski demikian, letakkan setidaknya 2x link yang dituju dalam sebuah email untuk meningkatkan prosentasi klik.
  • Gunakan teknik sequences atau email berseri untuk meningkatkan temperatur list supaya mereka lebih merasa terhubung dengan Anda. Tapi pastikan jika isi email tidak membosankan dan malah bertele-tele.
  • Jangan baper dengan komplain maupun unsubsribers! Ini penting karena Anda pasti akan menerima hal seperti ini dalam email marketing. Jika Anda merasa membangun list dan melakukannya dengan benar dan beretika, unsubscribers adalah pilihan mereka sendiri yang justru harus disyukuri karena kita tak akan pernah dan tak akan bisa menjual kepada mereka yang tidak mau membelinya.

Belajar Copywriting

Sudah pasti, ilmu copywriting terus berkembang dan berevolusi seiring waktu. Berbagai teknik dan variasi senantiasa diciptakan oleh para marketer untuk menyempurnakan copywriting.

Dan untuk menguasainya, kita harus terus belajar dan mencoba tanpa pernah berhenti.

Meski demikian, ilmu yang dituliskan dalam artikel ini adalah dasar copywriting yang wajib dipelajari oleh setiap orang. Bahkan Anda sudah bisa menerapkannya dalam bisnis Anda jika menguasai yang dasar ini, tinggal melengkapinya saja dengan referensi lain.

Gaptex akan terus mengupdate dan memberikan artikel lain seputar copywriting. Sembari itu, Anda bisa meneruskan membaca dan mendapatkan referensi melalui link ini: belajar copywriting.

Jangan lupa subscribe email dan berlangganan Gaptex untuk update materi tentang copywriting.

Salam copywriting!