Saturday, April 21, 2018
Email Marketing

Strategi Jitu Meningkatkan Konversi dengan Email Marketing

Sifat alami manusia adalah ingin untung.

Dalam hal apapun, orang pasti ingin diuntungkan. Termasuk Anda, dan semua orang.

Namun, kadang harapan itu tidak selalu berbanding lurus dengan realitas. Dan itu adalah masalah.

Masalah ⇒ Kesenjangan antara harapan dan kenyataan.

Maka Anda harus meminimalisir kesenjangan itu.

Memilih menjadi seorang pebisnis itu adalah tantangan. Anda tidak bisa dipastikan akan untung.

Strategi Jitu Meningkatkan Konversi dengan Email Marketing

Anda bisa untung, rugi, atau tidak untung dan tidak rugi. Tapi, Anda bisa melakukan strategi-strategi yang akan membantu Anda untuk meningkatkan penjualan.

Penjualan meningkat ⇒ Keuntungan meningkat.

Jika Anda telah menggunakan email marketing namun masih memiliki kendala dalam menggaet pelanggan, penjualan masih seperti itu-itu saja, toko masih sepi pengunjung, dan tingkat konversi masih rendah.

Maka Anda perlu mempelajari email marketing lebih dalam lagi. Dan pastinya, berusaha lebih keras lagi.

Usaha tidak akan menghianati hasil!

Untuk mendapatkan keuntungan Anda perlu meningkatkan konversi, untuk mendapatkan konversi yang tinggi Anda harus memiliki leads yang banyak.

Jadi, Anda perlu tahu bagaimana memperbanyak jumlah leads untuk meningkatkan konversi.

Jika Anda memancing di kolam yang memiliki jumlah ikan yang banyak, Anda memiliki kemungkinan untuk mendapatkan hasil pancingan yang banyak pula.

Berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan agar tingkat konversi menjadi tinggi, omset Anda semakin besar dan keuntungan Anda membengkak. Anda harus siap sukses!

1. Perbesar Leads, Perbanyak Isi Kolam

Leads merupakan calon pelanggan anda, leads juga dapat berarti list Anda.

Leads ibarat bahan pokok yang harus dikelola sehingga bisa menjadi transaksi.

Ibarat sebuah bahan kain, leads bisa dikelola dan berhasil menjadi baju, atau bahkan tidak menjadi apa-apa karena proses pengelolaan yang tidak tepat atau tidak sesuai.

Namun, semakin banyak bahan yang tersedia, semakin banyak kemungkinan bahan kain tersebut menjadi baju.

Misal seperti ini:

Anda memiliki 3 potong bahan kain yang akan dijadikan baju, dari 3 bahan kain tersebut, yang tidak mengalami cacat dan menjadi baju yang bagus hanya ada 1.

Lalu ke mana 2 lagi?

2 bahan kain tersebut tidak bisa menjadi baju karena kesalahan potong dan kesalahan jahit.

Kesimpulannya adalah:

Jika Anda memiliki target untuk bisa menghasilkan minimal 3 baju dalam sehari, Anda harus menyediakan bahan kain minimal 9.

Artinya, bahan mentah yang akan dikelola tidak akan menjadi barang jadi dengan persentase 100%.

Begitu pula dengan leads, semakin banyak jumlah leads, akan semakin banyak kemungkinan leads menjadi closing.

Karena tidak semua leads bisa menjadi uang. Betul?

Bagaimana Caranya untuk Memperbanyak Leads?

Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan jumlah leads:

– Bangun dan Kembangkan List Building

Belajarlah untuk membangun hubungan dengan database Anda. Hal ini yang seringkali disepelekan oleh seorang pebisnis.

Padahal, seseorang yang pernah berbelanja dengan Anda memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk repeat order.

Namun, dengan catatan order pertama memberikan kepuasan dan menumbuhkan kepercayaan pelanggan kepada Anda.

Jika hal tersebut dapat Anda lakukan, bukan hanya pelanggang lama yang akan repeat order, Anda juga akan direkomendasikan ke rekan-rekannya.

Karena omongan dari mulut ke mulut itu, luar biasa juga pengaruhnya.

The power of social proof!

Maka dari itu, dalam setiap transaksi jangan lupa membuat saluran untuk meminta data berupa email.

Salah satu manfaatnya adalah pelanggan lama dapat menjadi pelanggan Anda di masa depan.

kuncinya adalah jangan abaikan setiap pelanggan, mereka memberikan kemungkinan yang sangat besar untuk membantu penjualan Anda selanjutnya.

So, jaga hubungan kalian baik-baik!

– Referral

Referral memiliki hubungan yang kuat dengan penjelasan di atas.

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa pelanggan lama dapat mengembangkan leads anda lebih besar lagi.

Setiap ada pelanggan yang melakukan pembelian, Anda dapat menambahkan formulir untuk mengisi tiga alamat email rekan pelanggan.

Jika satu pelanggan mampu memberikan tiga leads, sepuluh pelanggan akan mampu memberikan 30 leads, dan itu bisa Anda manfaatkan.

Kolam leads Anda akan semakin besar, dan kemungkinan keuntungan Anda meningkat juga semakin besar.

– Bangun Hubungan dengan Pengunjung Baru

Pengunjung baru atau bahkan orang baru yang sama sekali belum pernah mengunjungi dan membeli produk Anda perlu diusahakan lebih ekstra.

Pasalnya mereka belum mengenali produk Anda.

Anda harus melakukan cara-cara agar calon pelanggan tersebut bersedia untuk memberikan data email-nya kepada Anda.

Untuk membantu memperbesar leads melalui pengunjung baru, Anda dapat menggunakan fitur-fitur berikut:

– Aplikasi email marketing
– Membuat formulir email
– Email autoresponder
– Newsletter.

2. Meningkatkan Konversi

Konversi merupakan perbandingan antara jumlah leads dan closing.

Konversi bisa disebut juga dengan closing ratio.

Sebagai contoh, apabila toko anda dikunjungi sebanyak 500 kali dalam sebulan dan jumlah penjualan Anda adalah 50 kali, berarti closing ratio Anda adalah 10%.

Jika menggunakan contoh di atas, apabila Anda menginginkan penjualan sebanyak 100 kali dalam sebulan.

Berarti Anda perlu memperbanyak leads, minimal 1000 leads untuk mendapatkan 100 closing-an.

Namun, alangkah lebih baik jika Anda dapat meningkatkan closing ratio atau konversi.

Maksudnya adalah Anda harus mencari tahu bagaimana caranya agar dari 500 kunjungan dalam sebulan dapat menghasilkan penjualan sebanyak 100, atau bahkan 250.

Sehingga Anda akan mendapatkan persentase closing ratio sebesar 50%.

Dengan persentase seperti itu, bayangkan jika leads Anda sudah banyak. Fantastis bukan?

Cara meningkatkan Konversi atau Closing Ratio

Setelah Anda memiliki kolam leads yang sudah besar yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

– Mengategorikan Leads

Memiliki leads yang banyak merupakan salah satu cara yang memungkinkan penjualan meningkat.

Namun, jika Anda melakukan blast email tetapi tidak tepat sasaran, maka hal itu tidak akan meningkatkan closing ratio.

Hal yang perlu anda lakukan juga adalah mengategorikan leads Anda.

Mana leads yang sesuai dengan produk A, dan mana leads yang sesuai dengan produk B.

Sehingga pada saat Anda ingin mengirimkan email, Anda tidak perlu mengirimkan promosi A ke kategori B, tapi cukup ke kategori A saja.

– Email Follow Up otomatis

Sebagai seorang pelanggan tentunya seseorang sangat menginginkan pertanyaannya untuk segera direspons.

Maka dari itu, sebagai penjual Anda perlu memastikan bahwa Anda dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.

Anda dapat melakukan follow up otomatis dengan bantuan email autoresponder.

Berdasarkan survey, closing atau penjualan terjadi setelah follow up kelima sampai ke dua belas kali.

Sayangnya, pebisnis online rata-rata hanya melakukan follow up hanya sampai dua kali.

Kesempatan ini yang seharusnya Anda manfaatkan.

Di saat pebisnis lain memilih untuk mengabaikan dan berhenti setelah follow up kedua. Anda bisa terus melanjutkan follow up berkala.

Layani calon pelanggan Anda dengan baik.

– Teknik Copywriting

Teknik copywriting memiliki peran yang sangat penting dalam memengaruhi calon pelanggan, hal ini juga harus menjadi concern para pebisnis online. Selengkapnya mengenai copywriting dapat diakses di sini.

– Komunikasi 2 Arah

Jangan pernah mengabaikan email pelanggan atau calon pelanggan.

Ketika mereka menanyakan suatu hal, berikan jawaban.

Karena seseorang yang menyempatkan untuk menanyakan suatu produk itu berarti memiliki interest terhadap produk Anda.

Manfaatkan hal ini sebaik mungkin!

Hal ini membuat pelanggan berasumsi bahwa Anda memiliki perhatian lebih terhadap pelanggan.

Itu adalah nilai lebih, dan satu kabar baik lagi bahwa ternyata Anda memiliki kemungkinan untuk keluar dari SPAM dengan berinteraksi melalui email.

– Voucher dan Diskon (Downselling)

Sebagian besar orang menyukai voucher dan diskon, beberapa penjual menggunakan voucher dan diskon sebagai sarana utuk memikat calon pelanggan.

Anda dapat mencoba cara ini untuk mengubah calon pelanggan menjadi pelanggan dan memperbesar leads Anda.

Dalam mempromosikan produk melalui voucher dan diskon anda dapat menggunakan kata-kata berikut:

“Beli 1 Gratis 1”
“Voucher Senilai Rp.100.000,- Hanya Dibeli dengan Harga Rp. 50.000”
“Discount 30% All Item”.

– Retargeting/Remarketing

Retargeting atau remarketing adalah memanfaatkan database pelanggan untuk ditargetkan kembali agar closing lagi, closing lagi dan closing terus.

Retargeting dapat dilakukan dengan cara lain selain mengirimkan email.

Anda dapat menargetkan pelanggan tersebut melalui iklan di saluran-saluran lain seperti Facebook Ads atau Google Adwords.

Dengan cara menargetkan ulang leads ini di saluran-saluran lain maka tingkat konversi akan meningkat.

Kesimpulan

Strategi di atas akan memberikan hasil yang maksimal apabila Anda melakukan semuanya dengan benar.

Kunci utama untuk meningkatkan konversi adalah perbanyak jumlah leads. Lalu manfaatkan leads tersebut agar konversi Anda meningkat.

Jika belum berhasil sekali, lakukan sekali lagi, sekali lagi dan sekali lagi.

Leave a Reply