Saturday, April 21, 2018
Email MarketingMedia Sosial

8 Perbedaan Media Sosial VS Email Marketing

Akhir-akhir ini, pengguna media sosial terus meningkat.

Tahun 2015, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta, dan jumlah pengguna media sosial sebanyak 79 juta.

Angka yang fantastis bukan?

Lalu bagaimanakah dengan eksistensi email marketing sebagai strategi pemasaran.

Dari kasus tersebut, artikel ini akan membahas beberapa hal berikut:

– Apa perbedaan media sosial dan email marketing dalam kegiatan online marketing?
– Apakah media sosial mampu menggeser eksistensi  email marketing?

8 perbedaan media sosial vs email marketing

Kalau kita lihat dari fungsinya, media sosial dan email marketing sama-sama memiliki fungsi untuk mengirimkan pesan penawaran kepada calon pelanggan.

Namun, media sosial dan email marketing memiliki perbedaan meliputi kekurangan dan kelebihan masing-masing yang akan dijelaskan sebagai berikut:

  • One Kind of Respons

Pernahkan Anda mengomentari status seseorang dari media sosial?

Status Facebook mungkin? atau postingan di Instagram?

Jika pernah, Anda pasti bisa melihat tanggapan dari orang lain, apa saja yang orang lain tanyakan, dan apa yang orang lain komentari. 

Sosial media memberikan kesempatan komunikasi secara berkelompok, sedangkan email marketing lebih personal.

Anda dapat melihat postingan seseorang bisa direspons di Instagram.

Lalu, apakah email marketing tidak mendapatkan respons?

Tentu email marketing bisa Anda respons.

Bedanya adalah, pesan yang dikirimkan oleh email direspons secara personal melalui inbox email.

Tidak seperti media sosial yang informasinya dapat dibaca dan ditanggapi secara beramai-ramai sekaligus.

Sosial media itu, dapat membuat produk Anda untuk stay in touch dengan pelanggan dan calon pelanggan setiap hari.

Karena, sosial media memiliki sifat menghibur pelanggan Anda dan menjaga komunikasi.

  • Angka Perhitungan

Sebagai seorang pebisnis Anda perlu menghitung seberapa banyak kampanye Anda dibuka dan dibaca oleh calon pelanggan Anda.

Anda juga perlu tahu seberapa banyak orang yang tidak membuka dan membaca kampanye yang Anda kirimkan.

Dengan email marketing, tentunya Anda dapat dengan mudah menghitung dan melihat persentasenya.

Namun di sosial media, Anda mungkin bisa menghitung jumlah orang yang melihat kampanye Anda.

Tapi, Anda tidak bisa melihat persentase orang yang melewatkan dan tidak membaca kampanye Anda. Karena pesan yang Anda kirimkan tidak langsung kepada penerima.

Selain itu, iklan atau kampanye yang Anda terbitkan dapat tertutupi oleh postingan-postingan terbaru orang lain.

Sedangkan pesan melalui email dapat sewaktu-waktu kita buka. Orang tidak akan kesulitan mencarinya karena ada di dalam inbox.

Sosial media dan email marketing merupakan saluran yang sangat baik. Anda perlu memiliki keduanya untuk memaksimalkan penjualan Anda.

  • Tujuan

Kita pernah membahas sebelumnya bahwa Anda perlu memiliki kedekatan dengan calon pelanggan ataupun pelanggan Anda.

Mengapa hal ini penting?

Kotler dan Armstrong dalam bukunya yang berjudul  Customer Relation Management menyatakan bahwa:

“Membangun hubungan yang baik dengan pelanggan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan akan membentuk pelanggan menjadi pelanggan loyal”.

Intinya… Pelanggan dapat melakukan repeat order ketika Anda mampu membangun sebuah space yang baik untuk pelanggan.

Hal seperti ini sangat mampu dilakukan oleh email marketing mengingat metode yang digunakan lebih personal.

Tapi… Jangan salah sangka, sosial media bukan tidak mampu melakukan hal itu.

Media sosial memiliki peranan lain.

Media sosial sebagai saluran yang interaktif mampu membangun brand awareness.

Jadi, untuk Anda yang baru memiliki usaha dan Anda ingin memperkenalkan usaha Anda ke publik. Sosial media cocok sekali untuk Anda, mengingat sifatnya yang lebih menghibur.

  • Segmentasi

Sebelumnya kita juga pernah menjelaskan pentingnya segmentasi ini.

Dengan segmentasi list pada email, Anda dapat mengategorikan produk anda dengan karakteristik calon pelanggan.

Kemungkinan transaksi terjadi lebih besar saat Anda menjual produk kepada orang yang telah tersegmentasi daripada kepada calon pelanggan secara umum.

Misal nih ya…

Anda memiliki produk berupa kuas makeup, target Anda pastilah seorang perempuan dengan umur 17-50 tahun. Anda dapat mengirimkan email kampanye Anda secara pribadi kepada kategori tersebut.

Tapi, di media sosial Anda tidak bisa menentukan segmen Anda.

Hanya ada beberapa platform media sosial yang menyediakan fitur kampanye seperti itu.

Sedangkan sisanya, Anda hanya akan mem-posting produk Anda dan berharap agar orang-orang yang melihat iklan Anda agar dapat tertarik.

Kemudian, merekomendasikan produk Anda dengan melakukan share atau mengomentari dan menandai teman yang kira-kira berminat.

  • Penjualan

Pengguna media sosial semakin meningkat. Anda mungkin akan mengira bahwa pembelian melalui media sosial akan meningkat.

Apakah terbukti meningkat? iya.

Tapi… Media sosial belum mampu mengalahkan jumlah pembelian atau penjualan melalui email.

Ada sekitar 20% pelanggan melakukan transaksi yang informasinya didapat melalui Facebook, tidak lebih 6% dari promosi Twitter, dan 66% melalui pesan email marketing.

Hal ini menunjukkan bahwa email marketing masih menjadi juaranya.

  • Reach

Jangan pernah lupakan sifat manusia.

Meski dalam dunia online orang-orang tidak bertemu secara langsung. Tapi, sifat manusia selalu mengikuti setiap aktivitas.

Dalam email marketing juga demikian.

Ketika Anda berhasil membuat calon pelanggan tertarik kepada Anda. Maka hal itu akan memungkinkan pelanggan yang lain membuka dan membaca email Anda.

Ketika ekspektasi mereka terwujud, mereka akan menjadi pelanggan yang loyal.

Penting juga bagi Anda untuk menambahkan spam filters agar dapat membantu membekukan email yang mengalami hardbounce.

Pendekatan email marketing yang lebih personal ini mampu membuat reach lebih optimal.

Banyak orang menyukai media sosial karena dapat mem-posting secara gratis.

Iya, Gratis.

Semua orang bisa mem-posting di Facebook atau Instagram secara gratis.

Tapi, Anda tidak bisa berharap lebih, karena jumlah  followers yang melihat status yang Anda posting (organic reach) hanya 6%.

  • Engagement Rates

Ketika Anda menggunakan email marketing sebagai saluran kampanye, Anda perlu membuat konten yang dapat menarik perhatian penerima email.

Headline merupakan hal pertama yang dilihat oleh penerima.

Dalam beberapa detik, jika headline email Anda menarik, mereka akan memutuskan membacanya dan membuka link  menuju website yang Anda sertakan di email.

Ingat!

Mereka akan membuka dan membacanya dimulai dari headline yang menarik.

Berbeda dengan email marketing, Anda memiliki sedikit kesulitan untuk mendapatkan perhatian dan keterlibatan calon pelanggan di media sosial.

Anda menghadapi gangguan yang cukup banyak.

Mengapa? Begini…

Ketika Anda membuka media sosial, lihat screen Anda!

Screen Anda akan penuh dengan update-update status, gambar, dan komentar-komentar. Baik dari teman, kerabat, rekan kerja dan lain-lain.

Status-statu demikian juga pasti terpampang pada screen calon pelanggan Anda, dan bisa jadi  hal itu lebih menarik untuk mereka daripada iklan Anda.

Dengan demikian, Anda perlu memaksimalkan konten Anda agar calon pelanggan tertarik.

Karena jika mereka tidak tertarik dan tidak mengingat nama bisnis Anda, mereka tidak akan membuka iklan Anda lagi.

  • ROI (Return of Investment)

Marketers sepakat bahwa mengukur keefektifan sebuah chanel atau saluran yang terpenting adalah ROI.
Berdasarkan survey, email marketing memberikan hasil ROI yang tertinggi dibandingkan dengan saluran lain.

Bagaimana dengan media sosial?

Media sosial menempati urutan kedua.

Alasannya… media sosial tidak memperoleh nilai seumur hidup seperti yang dimiliki oleh email.

Kesimpulan

Email marketing masih menduduki peringkat pertama dalam starategi online marketing. Email hampir tidak pernah berubah dari awal kemunculannya sampai saat ini.

Tapi.. Bukan berarti media sosial tidak dapat mambantu penjualan anda dalam online marketing.

Jika kita bandingkan, email marketing ibarat pisang dan media sosial ibarat mangga.

Pisang adalah buah, mangga juga buah. Tapi mereka berbeda.

Email marketing dan media sosial memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anda dapat memilih email marketing atau media sosial sesuai dengan tujuan Anda.

Akan lebih baik jika. Anda menggunakan keduanya dan menempatkan mereka pada posisi, waktu, dan tujuan yang sesuai dengan karakter masing-masing.

Media sosial dapat Anda gunakan untuk mengarahkan pengunjung ke website Anda. Email marketing dapat Anda pakai untuk memperbanyak leads, dan meningkatkan penjualan.

Keduanya dapat saling melengkapi.

Leave a Reply