Saturday, April 21, 2018
Email Marketing

6 Cara Meningkatkan Open Rate Email Promosi yang Wajib Dilakukan

Jika seseorang dengan sendirinya mendaftarkan emailnya untuk menjadi subscriber, mereka berarti tertarik kepada bisnis Anda.

Anda telah mendapatkan satu poin.

Namun, apakah subscriber akan membuka email yang Anda kirim?

Anda perlu melakukan cara-cara agar subscriber Anda membuka dan membaca email yang Anda kirimkan.

Jika Anda mampu membuat mereka membuka dan membaca email yang Anda kirimkan, maka Anda akan semakin dekat dengan penjualan.

Sebuah email marketing memiliki standar open rate 11% hingga 15%.

Jika open rate Anda berada di bawah angka di atas, Anda perlu melakukan cara-cara untuk meningkatkan open rate.

Cara-cara yang dapat Anda mulai lakukan antara lain sebagai berikut:

1. Jangan Beli Email List dan Kelompokkan

Kalau Anda menjadi pelanggan. Apakah Anda tidak masalah jika data pribadi Anda diambil tanpa seizin Anda?

Sebagian besar orang tidak menyukai hal ini.

Anda juga tidak mau kan?

Intinya, Anda perlu mencari cara untuk mendapatkan email calon pelanggan dengan cara yang seharusnya.

Jangan beli email list!

Jika Anda berhasil mendapatkan email dengan cara yang benar, misalnya dari subscriber. Maka mereka akan menerima dengan suka rela ketika Anda mengirimkan email. Karena mereka yang memilih.

Hal ini memungkinkan mereka respek dan loyal kepada Anda.

Selanjutnya, Anda juga perlu mengelompokkan daftar email Anda sesuai dengan karakter dan minat para subscriber. Hal ini perlu Anda lakukan supaya konten email yang Anda kirimkan agar sesuai dengan harapan subscriber.

Sehingga, kemungkinan email Anda dibuka semakin besar karena konten sesuai dengan apa yang mereka minati.

Ini adalah langkah awal yang akan memengaruhi Anda meningkatkan open rates.

2. Gunakan Form Opt-in

Spam dan promotion, jangan sampai email Anda teridentifikasi dan masuk ke folder tersebut.

Bagaimana caranya?

Gunakan double opt-in dalam form Anda.

Penerima email akan melakukan konfirmasi untuk bersedia masuk ke list email Anda. Sehingga email Anda akan terhindar dari spam.

Lalu… bagaimana menghindari email yang Anda kirimkan masuk ke folder promotion?

Email yang akan Anda kirimkan jangan mengandung terlalu banyak gambar dan link. Email yang mengandung terlalu banyak gambar dan link berpotensi masuk ke folder promotion.

Dua hal yang mungkin sangat dihindari oleh pengguna email adalah SPAM dan Promotion.

3. Gunakan Subjek yang Tepat

Berikut beberapa cara untuk membuat subjek email yang tepat:

– Nama Pengirim yang Jelas dan Profesional

Mengirimkan email bisnis, tidaklah sama seperti mengirimkan email kepada orang-orang yang sudah Anda kenali. Orang akan membuka email dengan alamat apapun jika sudah familiar dengan pengirimnya.

Di bisnis, Anda harus menghindari penggunaan nama dan alamat email yang tidak profesional.

Mengapa?

Karena hal ini akan memberikan kemudahan kepada subscriber untuk mereka mengetahui bahwa email yang masuk adalah pesan promosi dari perusaan yang profesional.

Dengan menggunakan email bisnis, Anda mampu membuat email dikenali lebih mudah. Hindari penggunaan alamat email pribadi seperti yahoo.com, gmail.com, rocketmail.com untuk bisnis!

– Menyebutkan Nama Penerima Email

Email marketing merupakan saluran bisnis yang sifatnya pribadi.

Anda dapat mulai dengan menyapa atau menyebut nama penerima.

Misal:

“Hi Andy!” atau
“Apa kabar Andy?”

Kemudian Anda bisa melanjutkan ke promosi.

Dengan menyebutkan nama penerima, penerima pesan akan merasa bahwa email tersebut dikirim khusus untuk Anda. Penerima pesan akan merasa lebih dekat.

Hal ini berkemungkinan besar meningkatkan open rates email marketing Anda.

– Ringkas

Subjek email sebaiknya tidak terlalu panjang. Buat subjek email seefektif mungkin.

Anda dapat membuat subjek email mulai dari 3 kata sampai 10 kata. Meskipun Gmail membatasi subjek email sampai dengan 60 kata.

Subjek yang terlalu panjang relatif tidak efektif dan akan akan terpotong. Anda juga dapat menggunakan angka, berita terkini atau hal-hal yang membuat penasaran.

– Ejaan dan Tata Bahasa

Berdasarkan survey dari ClickZ, subjek email dengan mengajukan sebuah pertanyaan dan diakhiri tanda tanya memiliki open rate 44% lebih tinggi dibandingan tanda seru.

Penggunaan semua huruf kapital juga dapat mengganggu pembaca.

Cobalah untuk bertanya kepada pelanggan Anda, buat lebih santai, personal, dan ajak mereka berbicara.

4. Mobile Friendly

Orang pada umumnya ingin sesuatu yang mudah, termasuk dalam mengakses email. Buatlah agar orang dapat mengakses email Anda di mana saja.

Anda harus membuat konten yang Anda kirimkan dapat dibaca dan tidak berantakan di platform mobile. Anda dapat menggunakan desain email responsif yang disediakan email marketing tools.

Cara seperti ini dapat memudahkan penerima email untuk mengakses email Anda sehingga memberikan kesempatan untuk meningkatkan open rates

5. Perhatikan Frekuensi Email dan Timming

– Frekuensi email

Kira-kira, seberapa sering Anda menghubungi pelanggan Anda? 1 Minggu sekali? 1 Bulan Sekali? atau bahkan setiap hari?

Semuanya tergantung dari jenis bisnis yang dilakoni.

Berdasarkan hasil survey National Email Client Report oleh DMA pada 2015 lalu, email marketer hanya mengirimkan sekitar lima sampai dengan delapan email dalam setiap bulan.

Anda dapat mencari tahu seberapa sering Anda harus mengirimkan email kepada pelanggan Anda.

Mengirimkan email terlalu sering dapat mengganggu pelanggan Anda. Namun jika Anda jarang mengirimkan email, pelanggan akan menduga bahwa Anda sudah tidak aktif lagi.

Anda dapat mengirim email lebih sering kepada pelanggan yang sering membuka email. Anda juga dapat membuat pilihan atau survey kepada pelanggan seberapa sering mereka ingin menerima email Anda.

– Timming

Cobalah untuk mengirimkan email pada pukul 03:00 dan pukul 12:00. Anda juga perlu mencoba mengirimkan email pada hari kerja, juga pada hari libur.

Apakah hasilnya sama? Tentu tidak akan sama.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk mengirimkan pesan?

Berdasarkan WordStream, open rate rendah pada saat hari libur, awal dan akhir hari kerja seperti hari Senin dan Jumat. Waktu yang tepat adalah hari Selasa sampai Kamis, pada saat jam kerja.

Anda dapat menggunakan waktu-waktu tersebut untuk mengirimkan email, dan meningkatkan open rate Anda.

Atau, jika ingin lebih tepat lagi… Anda perlu melakukan testing atau survey untuk mengetahui kapan pelanggan Anda memiliki waktu untuk membuka dan membaca email.

6. Bersihkan Email List

Jika cara-cara di atas telah Anda lakukan, tapi masih ada atau banyak yang masih tidak membuka email yang Anda kirimkan.

Yang perlu Anda lakukan adalah memantau email-email yang sangat sering atau bahkan selalu tidak membuka email yang Anda kirimkan.

Segmentasikan email-email tersebut.

Jika Anda melakukan hal ini, email Anda akan berisi list email yang berkualitas, list email orang-orang yang sering membuka email yang Anda kirimkan.

Kesimpulan

Itulah keenam cara yang harus Anda lakukan jika ingin meningkatkan open rate email marketing Anda.

Anda dapat memulainya dari cara mengumpulkan email, membuat subjek email yang baik, hingga membersihkan list email Anda dari daftar orang-orang yang tidak aktif.

Anda dapat melakukannya secepatnya agar open rate Anda juga cepat meningkat.

Semoga berhasil!

Leave a Reply