Saturday, April 21, 2018
Media Sosial

4 Strategi Pemasaran di Media Sosial

Sebenarnya, terlalu banyak orang yang membesar-besarkan strategi pemasaran di media sosial ini. Pengguna media sosial yang sangat banyak diyakini dapat memaksimalkan bisnis seseorang.

Bagaimana realitasnya, apakah memang benar demikian?

Ada pebisnis yang sukses melakukan pemasaran dengan media sosial. Tapi, ada pula pebisnis yang malah tidak mendapatkan hasil apapun dari strategi ini.

Kenapa bisa seperti itu?

Kadang, orang ingin mendapatkan hasil yang besar tapi dengan usaha yang minimal. Inilah salah satu kendalanya.

Ada pebisnis yang hanya membuat akun, mem-posting foto dan konten yang menarik, selesai. Padahal, Anda membutuhkan persiapan lain yang sangat penting.

Berikut empat strategi pemasaran di media sosial yang dapat membantu Anda sukses:

– Pilih 1 media sosial
– Tetapkan karakteristik bisnis Anda
– Strategi konten di media sosial
– Buat jadwal yang rutin dan teratur.

Agar promosi Anda berhasil di media sosial, Anda perlu menerapkan keempat strategi pemasaran di media sosial yang telah dituliskan di atas.

Berikut akan dijelaskan secara lengkap keempat poin tersebut:

1. Pilih 1 Media Sosial

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memilih satu media sosial yang akan Anda gunakan.

Mungkin Anda berpikir bahwa semakin banyak media sosial yang Anda gunakan maka akan semakin cepat brand Anda dikenal.

Sebenarnya iya.

Hanya saja ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan, yaitu waktu, biaya, tenaga dan ilmu yang dimiliki. Jika Anda telah memiliki poin-poin tersebut, Anda bisa memilih lebih dari satu media sosial.

Bagi pebisnis baru, Anda tidak bisa menggunakan media sosial lebih dari satu sekaligus.

Karena itulah, Anda perlu memilih media sosial sesuai dengan apa yang Anda butuhkan.

Agar Anda dapat memastikan media sosial apa yang akan Anda pakai, Anda dapat melihat karakteristik berikut:

– Facebook

Anda dapat menggunakan Facebook jika Anda tidak mau pusing dan repot.

Anda mungkin akan menemukan target pasar Anda di Facebook. Karena orang-orang yang berada di Facebook sangat beragam, mulai dari usia hingga minat.

Tapi, volume yang besar tersebut tidak menjamin orang akan berinteraksi dengan page Anda.

Hal ini dikarenakan Facebook memiliki filter yang sangat ketat. Karena faktor ini, Anda akan banyak mengandalkan iklan.

Anda juga dapat menggunakan Facebook karena media sosial ini memberikan jenis konten yang beragam. Anda bisa menggunakan format teks biasa, gambar, video, ataupun link.

Sebaiknya, jika Anda menggunakan Facebook sebagai strategi pemasaran Anda. Anda sebaiknya memilih lebih dari satu jenis format iklan.

Hal itu akan lebih baik.

– Twitter

Anda dapat menggunakan Twitter jika target Anda adalah orang-orang yang masih muda.

Berdasarkan survey, pengguna Twitter rata-rata berusia 18 hingga 35 tahun. Jadi, Anda perlu menyesuaikan produk dan bisnis Anda dengan pengguna media sosial.

Selain itu, Twitter biasanya berisi konten yang relatif singkat dan santai. Anda dapat menggunakan Twitter jika Anda dapat promosi dengan sedikit konten dan menyertakan link agar dikunjungi oleh followers Anda.

Berbeda dengan Facebook, Twitter tidak memiliki filter sehingga akan lebih mudah untuk menjangkau followers di Twitter.

– Instagram

Instagram merupakan media sosial yang memberikan engagement paling tinggi dibandingkan media sosial lainnya.

Untuk menggunakan Instagram, Anda memerlukan foto yang berkualitas tinggi. Hal ini dikarenakan sebagian besar konten di Instagram berupa gambar.

Pengguna Instagram di Indonesia juga pada umumnya orang-orang yang masih tergolong muda.

– Google+

Jika Anda memiliki konten di website dan fokus untuk mendapatkan peringkat di search engine, Anda bisa menggunakan Google+.

Saat follower Google+ Anda menggunakan Google Search, hasil pencarian dari orang yang mereka follow akan memengaruhi peringkat di hasil pencarian.

Meskipun bukan tempat yang ramai, tapi Google+ memiliki peran yang sangat penting.

2. Tetapkan Karakteristik

Setiap akun media sosial memiliki karakteristik dan kepribadian yang berbeda. Ada yang memiliki karakteristik yang santai, dan ada pula yang serius.

Lalu manakah yang lebih baik? Tidak ada yang lebih baik.

Anda perlu menentukan karakteristik sesuai dengan bisnis dan target pasar Anda.

Jika target pasar Anda adalah orang-orang dewasa, maka lebih baik jika Anda menggunakan karakteristik yang tidak terlalu santai.

3. Strategi Konten di Media Sosial

Di manapun dan kapanpun, konten merupakan hal yang sangat penting. Termasuk dalam media sosial.

Agar konten yang telah payah-payah Anda buat memberikan hasil yang baik, Anda perlu memerhatikan hal hal berikut ini:

– Kualitas konten

Tentunya konten yang disiapkan haruslah berkualitas.

Berkualitas berarti artikel yang bagus dan dapat menarik perhatian orang ketika membacanya dan akan mendapatkan share yang banyak ke media sosial.

Berikut beberapa tipe konten yang banyak mendapatkan share ke media sosial, yaitu artikel berisi list, artikel yang menjelaskan mengapa, videos, panduan atau tutorial, dan penjelasan tentang “apa”.

– Frekuensi dan waktu posting

Frekuensi dan waktu Anda untuk mem-posting konten juga perlu dipertimbangkan.

Berikut frekuensi optimal untuk masing-masing media sosial:

Facebook: maksimal frekuensi posting di Facebook adalah 2x dalam sehari atau 5 hingga 10 x dalam seminggu.

Instagram: Lakukan posting 1x, 2x, atau lebih di Instagram.

Twitter: Anda dapat mem-posting sebanyak 5x dalam sehari, lebih juga tidak apa-apa.

LinkedIn: Maksimal Anda posting adalah 1x sehari atau 20x per bulan.

Google+: Lakukan posting maksimal 3x per hari dengan Google+

Pinterest: Anda dapat mem-posting 5x atau lebih.

Waktu posting yang baik sebenarnya berbeda-beda. Anda perlu melakukan riset sendiri kira-kira kapan waktu yang baik untuk posting konten Anda.

Ada beberapa orang memiliki waktu baik pada jam-jam kosong, ada pula pada jam-jam sibuk.

Jadi intinya, setiap bisnis memiliki waktu posting baik yang berbeda-beda.

Meski setiap bisnis memiliki waktu berbeda-beda. Tak baik pula jika Anda mem-posting konten jam 12 malam.

Sedikit, atau bahkan tak ada yang baca…

4. Buat Jadwal Rutin

Anda perlu memiliki perhatian dan meluangkan waktu untuk memaksimalkan strategi pemasaran dengan media sosial.

Anda tidak bisa hanya melakukannya satu kali. Anda perlu melakukan strategi pemasaran di media sosial secara berkala.

Anda tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal jika Anda hanya melakukannya satu kali.

Konten berkualitas memang penting, tapi memantau kinerja media sosial secara berkala lebih penting.

Selain hanya mem-posting konten, Anda juga perlu berinteraksi dengan follower dan influencer, merencanakan konten, menganalisis kinerja dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Terdapat empat strategi pemasaran di media sosial yang dapat Anda praktik kan mulai dari sekarang. Keempat strategi tersebut akan membantu memaksimalkan penjualan ataupun bisnis Anda.

Intinya..

Memilih media sosial sebagai strategi marketing merupakan hal yang sangat baik. Tapi Anda perlu tahu apa yang perlu Anda lakukan, dan fokuslah.

Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Leave a Reply