Berita

Wikipedia Kembangkan Fitur Untuk Penyandang Tunanetra

Di dunia Internet, segala informasi dapat dicari dengan mudah. Namun, beda halnya bagi penyandang tunanetra. Tak semudah orang-orang pada umumnya, penyandang tunanetra pasti mengalami kesulitan dalam mencari informasi di internet karena keterbatasan yang dimilikinya.

Wikipedia Kembangkan Fitur Untuk Penyandang Tunanetra

Saat ini, pihak wikipedia telah bekerja sama dengan para peneliti di Swedia untuk mengembangkan search engine yang menghasilkan suara, yang nantinya diharapkan dapat memudahkan para penyandang tunanetra dalam mencari informasi melalui media internet.

Hal inilah yang melandasi pihak wikipedia dan para peneliti KTH Royal Institute of Technology, Swedia,untuk mengembangkan mesin khusus tunanetra untuk situs Wikipedia. Singkat kata, mesin ini dirancang untuk membuat Wikipedia bisa berbicara.

Joakim Gustafson, Salah satu profesor dari Speech Technology di KTH, dalam pengumumannya mengestimasi jika mesin ciptaannya ini akan membawa keuntungan bagi para pengguna tunanetra hingga 25 persen.

Wikimedia sebagai organisasi yang menaungi Wikipedia akan berkolaborasi dengan pihak KTH Royal Institute of Technology untuk menciptakan platform khusus yang akan membacakan konten Wikipedia bagi pengguna. Tak hanya itu, wikimedia juga akan menggunakan mesin pencarian yang bersifat open source dan gratis bagi pengguna yang menggunakan software Wikimedia.

Artikel menarik:  WhatsApp Business Resmi Tersedia di Indonesia

Penerjemahan konten ke dalam bentuk suara akan bersifat crowdsource. Artinya, pengguna Wikipedia diundang untuk ikut berkontribusi, sama seperti mengisi konten artikel Wikipedia.

Awalnya, mesin ini akan mendukung bahasa Swedia. Kabarnya, selanjutnya akan dikembangkan untuk bahasa Inggris dan bahasa Arab. Namun, pihak wikipedia masih belum mengumumkan kapan rencana penambahan kedua bahasa tersebut.

Jika fitur ini sukses dijalankan, kita berharap tak hanya ketiga bahasa yang menggunakan fitur ini tetapi bahasa lainnya seperti bahasa Indonesia, bahasa mandarin, dan bahasa lainnya agar penyandang tunanetra di seluruh penjuru dunia dapat dengan mudah mencari informasi yang ada di media internet.