UPS : Fungsi & Pengertiannya

Indonesia memang akrab dengan mati lampu dan krisis listrik. Tak heran jika kebutuhan akan perangkat UPS cukup penting untuk meminimalisir segala gangguan yang bisa saja terjadi dari pemadaman listrik yang tiba-tiba terjadi. Pada posting kali ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai UPS, fungsi dan pengertiannya supaya dapat menjadi referensi bagi Anda yang sebal dengan seringnya padam listrik mendadak.fungsi dan pengertian upsPengertian UPS
UPS adalah singkatan dari Uninteruptible Power Supply, yang secara harafiah berarti suplai listrik yang tak bisa diganggu. UPS bukanlah stabilizer atau stavolt dan memiliki cara kerja dan fungsi yang amat berbeda. Seperti genset otomatis atau lampu emergency, UPS memiliki kegunaan untuk memberikan aliran listrik darurat ketika pemadaman listrik terjadi. Karena fungsi darurat tersebut, daya yang tersedia pada UPS biasanya cukup kecil dan hanya mampu bertahan dalam waktu yang singkat untuk dipakai untuk mematikan komputer secara normal.

UPS berbeda dari sistem tenaga tambahan atau generator darurat karena akan memberikan perlindungan seketika dari gangguan daya input, dengan menyediakan energi yang tersimpan dalam baterai, supercapacitors, atau flywheels. Runtime on-battery dari sumber daya yang paling tidak terputus relatif singkat (hanya beberapa menit) namun cukup untuk memulai sumber daya siaga atau mematikan peralatan yang dilindungi dengan benar.

Fungsi UPS
Sebagai cadangan sumber power darurat, UPS berfungsi untuk menjaga komputer dari berbagai macam hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan data pekerjaan yang sedang dibuat atau kerusakan hardware dan part komputer akibat padamnya listrik yang mendadak.

Selain itu, UPS yang dilengkapi dengan stabilizer yang terintegrasi juga memiliki fungsi untuk menstabilkan arus listrik yang masuk ke dalam komputer. Dengan arus yang stabil, masa pakai CPU otomatis akan panjang dengan sendirinya.

Secara keseluruhan, UPS umumnya digunakan untuk melindungi perangkat keras seperti komputer, pusat data, peralatan telekomunikasi atau peralatan listrik lainnya dimana gangguan daya yang tak terduga dapat menyebabkan cedera, korban jiwa, gangguan bisnis yang serius atau kehilangan data.

Dalam satu unit UPS memiliki ukuran yang beragam karena dirancang untuk segala keperluan. Namun biasanya, UPS dimanfaatkan untuk melindungi satu komputer tanpa monitor video (sekitar 200 volt-ampere rating) ke unit besar yang memotori seluruh pusat data atau bangunan. Sebagai informasi tambahan, UPS terbesar di dunia yang bernama Battery Electric Storage System berkapasitas 46 megawatt (BESS), di Fairbanks, Alaska, memberi daya listrik ke seluruh kota dan masyarakat perdesaan di dekatnya selama pemadaman listrik.

Siapa Yang Membutuhkan UPS?
Tak semua kalangan memang membutuhkan UPS mengingat harganya yang lumayan. Meski demikian, komputer yang digunakan untuk bekerja dan mengelola berbagai kebutuhan penting perlu menggunakan UPS tanpa bisa lagi ditawar.

Jika Anda tinggal di wilayah dengan frekuensi padam listrik mendadak yang cukup tinggi, maka UPS merupakan salah satu peripheral eksternal yang wajib dipertimbangkan. Perlu diketahui bahwa komputer yang mati secara mendadak dan tidak melalui metode shut down yang seharusnya akan rentan dengan kerusakan bagian-bagian komputer, baik power supply, hardisk, memory, motherboard, prosesor dan lain sebagainya.

Penyimpanan Energi: Baterai atau Flywheel
Pada umumnya, daya listrik UPS terbagi menjadi dua yaitu dalam bentuk energi kimia (seperti pada baterai) atau energi gerak (seperti pada flywheel). UPS bertenaga baterai memang sudah tidak asing lagi karena sering digunakan untuk komputer atau notebook. Prinsip kerja dari UPS baterai misalnya, dapat menjalankan daya AC standar, sambil mengisi baterai, namun jika daya AC gagal atau terputus, notebook kemudian beralih dengan mulus ke baterai.

UPS melakukan fungsi yang sama, meskipun ia melakukannya sebagai unit terpisah daripada diintegrasikan ke dalam komputer atau server. Kemampuan UPS untuk menyalakan peralatan Anda jika terjadi pemadaman tentu saja tergantung pada seberapa banyak peralatan yang Anda gunakan dan kapasitas baterai.

Penyimpanan energi alternatif pada UPS adalah flywheel. Flywheel adalah roda mekanis yang berputar untuk menyimpan energi dalam bentuk gerak (momentum sudut). Ketika terjadi pemadaman listrik, misalnya, energi gerakan dari flywheel diubah kembali menjadi energi listrik untuk memasok listrik pada peralatan teknologi (flywheel kemudian melambat karena lebih banyak energi dikeluarkan).

Beberapa flywheel berbobot berat dan berputar perlahan, namun ada yang lebih ringan dan melaju dengan kecepatan jauh lebih tinggi. Meskipun flywheel umumnya tidak menyimpan energi sebanyak baterai, namun mereka menawarkan beberapa keuntungan. Processor.com (UPS Flywheel Technology) mengatakan bahwa flywheel mampu menawarkan kinerja superior tanpa biaya kepemilikan yang tinggi dan lebih ramah lingkungan.

Artikel menarik:  5 Aplikasi Menggambar Digital di Android

Terlepas dari alat penyimpanan energi, bagaimanapun, UPS pada dasarnya adalah alat catut daya cadangan listrik jangka pendek, walaupun banyak juga pabrikan UPS yang menambahkan fitur peningkatan kualitas daya.

Jenis-jenis UPS
UPS hadir dalam beberapa varian dasar, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri (seperti fitur, biaya dan sebagainya). Berikut ini adalah tiga tipe utama dari UPS:

1. Standby (offline) UPS
Menjadi versi yang paling terjangkau, UPS standby akan mengisi baterainya saat daya utama aktif, namun tidak aktif sampai terjadinya pemadaman. Bila ini terjadi, UPS segera beralih ke daya baterai cadangan, memberikan waktu kepada pengguna untuk beralih ke persediaan cadangan jangka panjang atau mematikan peralatan yang terhubung dengan benar. UPS jenis ini tidak memberikan perlindungan dari lonjakan daya mendadak atau arus pendek, sehingga tidak sesuai untuk pengaplikasian yang membutuhkan ketersediaan listrik yang tinggi.

2. Line Interactive UPS
UPS jenis ini menggabungkan inverter dan charger di jalur power supply untuk kedua daya AC utama dan daya baterai cadangan. Konfigurasi ini membatasi kejadian sementara saat sistem beralih dan juga mempercepat perubahan dari daya utama ke daya baterai jika terjadi listrik padam. Line InteraCtive UPS atau UPS interaktif garis memberikan perlindungan lebih dari UPS standby, tapi harganya dibanderol juga lebih mahal.

3. Konversi ganda (online) UPS
Jenis ini memberikan perlindungan paling besar dari listrik padam dan masalah kualitas daya. Alih-alih beralih dari daya utama ke daya cadangan (baterai) sesuai kebutuhan, UPS ini hanya mengubah semua daya AC ke DC. Beberapa daya DC mengisi baterai, dan sisanya diubah kembali ke AC untuk menghidupkan peralatan yang terhubung. Proses konversi ganda ini pada dasarnya mencegah setiap kejadian listrik mencapai peralatan, sehingga menghasilkan tingkat perlindungan terbesar.

Selain menjadi pilihan yang paling mahal, UPS ganda juga mengurangi efisiensi operasi karena konversi AC ke DC dan kemudian kembali ke AC selama operasi normal. Beberapa kekuatan daya selalu hilang dalam proses ini seperti jenis UPS lainnya, namun pada sisi lain, UPS ganda akan memberi ‘makan’ listrik AC secara langsung (mungkin dengan beberapa penyaringan) ke peralatan saat daya utama berfungsi, guna menghindari inefisiensi konversi daya. Selanjutnya, sistem UPS konversi ganda juga beroperasi pada suhu yang lebih tinggi, meningkatkan beban pendinginan di pusat data, misalnya.

Jika Anda hanya menjalankan mesin tunggal, katakanlah dalam situasi SOHO, maka UPS standby mungkin sesuai untuk Anda. Tapi untuk pusat data perusahaan, di mana downtime tidak dapat diterima dan peralatan mahal harus terlindungi dari masalah kualitas daya listrik, UPS standby atau bahkan line interactive UPS pastinya tidak mencukupi. Dalam situasi seperti ini, beberapa buah UPS konversi ganda akan berperan sangat penting.

Sistem UPS adalah bagian penting dari infrastruktur daya pusat data. Meskipun mereka tidak dapat melakukan fungsinya selama pemadaman listrik yang lama, tapi UPS tetap memberikan perlindungan jangka pendek yang diperlukan untuk menghindari kerusakan peralatan dan memberi waktu kepada pengguna untuk mengaktifkan generator cadangan diesel jika diperlukan.

Cara Memilih UPS
UPS terdiri dari beberapa varian, meliputi : VFI (Voltage and Frequency Independent, VFD (Voltage and Frequency Dependent) dan VI (Voltage Independent. Dari ketiga macam UPS ini, pilihlah tipe VI yang sudah dilengkapi dengan filter/stabilizer/AVR sehingga tegangan output distabilkan. Jika memilih tipe lain, maka Anda akan membutuhkan stabilizer tambahan. Beberapa merek UPS yang cukup banyak dipakai dengan tingkat kepuasan customer yang tinggi adalah P&K, APC, ICA & Prolink.

Sebelum membeli UPS, hal yang paling penting harus diperhatikan adalah kesamaan daya yang dikeluarkan dengan daya yang dibutuhkan oleh CPU yang Anda miliki.

UPS Alternatif
Selain UPS ‘jadi’ yang bisa dibeli dengan mudah di toko komputer, Anda juga bisa membuat UPS sendiri, terutama bagi pengguna dengan budget terbatas. UPS dapat dibuat dengan accu, baterai yang biasa digunakan pada mobil atau motor. Prosedur pembuatannya dapat Anda simak di video berikut :

Selain video diatas, Anda juga dapat mencari tutorial lain yang banyak tersedia di youtube.

Semoga bermanfaat!