Update Gratis Windows 10 Sudah Berakhir!

Sejak tanggal 29 Juli 2016, Microsoft secara resmi menghentikan bagi-bagi Windows 10 secara gratis. Hal ini berarti bahwa pengguna yang belum sempat melakukan update harus merogoh kocek untuk membelinya. Meski demikian, Microsoft ternyata masih memberikan kesempatan. Perusahaan software yang berbasis di Amerika Serikat tersebut membuka update bagi para pengguna assistive technology, seperti screen reading tool.

Update Gratis Windows 10 Sudah Berakhir!

Para pengguna dapat melakukan update di link ini. Setelah mengunjungi link tersebut, pengguna tinggal mengklik tombol Upgrade Now dan mendapatkan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan update ke Windows 10. Tidak ada verifikasi dari Microsoft apakah pengguna memiliki assistive technology atau tidak. Selain itu, tidak ada definisi secara spesifik mengenai assistive technology yang dimaksud.

Saat ini, tercatat sekitar 1,3 miliar perangkat di seluruh dunia menggunakan sistem operasi Windows. Microsoft mencatat bahwa Windows 10 berhasil meraih persentase 22% dari pengguna Windows di seluruh dunia. Angka tersebut kira-kira sama dengan 350 juta instalasi Windows 10 di berbagai perangkat. Namun rupanya, pencapaian itu belum menggantikan Windows 7 yang persentasenya 43,84% atau kira-kira sama dengan 600 juta perangkat.

Artikel berhubungan:  HP Luncurkan HP Elite x2, Laptop Para Pebisnis

Pertumbuhan sistem operasi Windows 10 diakui masih di bawah ekspektasi. Sebab target yang ditetapkan oleh Microsoft adalah sebanyak 1 miliar perangkat akan menggunakan Windows 10 sampai tahun 2018 mendatang. Jika melihat pencapaian 350 juta perangkat dalam setahun pertama, Microsoft mengaku pesimis dengan terget tersebut. Hanya saja jika melihat seluruh sistem operasi di dunia, Microsoft sebenarnya masih unggul.

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, hingga kini Windows masih menjadi sistem operasi yang paling banyak digunakan dengan persentase 49,6%. Menyusul di urutan kedua adalah iOS dengan persentase 22,9%. Sementara di urutan ketiga adalah Android dengan persentase 17,2%. Akan tetapi, data tersebut hanya diambil di Amerika Serikat saja. Data pengguna sistem operasi secara global tampaknya memberikan hasil yang sedikit berbeda.