Tips Merawat Laptop yang Jarang Digunakan

Laptop menjadi perangkat yang dapat melakukan berbagai pekerjaan sekaligus, sama seperti komputer, namun bedanya laptop bisa dibawa kemana saja. Bisa dikatakan, laptop menjadi perangkat teknologi yang mobilitasnya cukup tinggi. Namun ada saja sebagian orang yang jarang sekali menggunakan laptop. Apakah laptop tersebut bisa rusak? Jawabannya bisa, karena mesinnya yang jarang bekerja. Oleh karena itu, kami akan memberikan beberapa tips merawat laptop yang jarang digunakan pada postan kali ini.

Di kesempatan sebelumnya, Sobat Gaptex juga telah mengetahui bagaimana cara merawat laptop dengan baik agar berumur panjang dan tidak mudah rusak. Namun pembahasan di artikel kali ini sedikit berbeda karena merawat laptop yang jarang digunakan lebih membutuhkan perlakuan ekstra.

Tak bisa dipungkiri, ada sebagian orang yang menggunakan laptop dalam kurun waktu tertentu lalu lama didiamkan. Ada pula yang sengaja menyimpan laptop setelah dibeli. Biasanya jenis orang yang seperti ini beralasan supaya laptop dapat lebih awet jika digunakan sesekali saja. Padahal fakta yang sesungguhnya adalah kebalikannya.

Menyimpan laptop dalam kurun waktu yang lama dan jarang digunakan justru membuat laptop itu sendiri menjadi cepat rusak daripada laptop yang dipakai setiap hari. Alasan yang paling masuk akal kenapa hal ini bisa terjadi adalah suhu penyimpanan yang lembab menjadi faktor penyebab kerusakan paling utama. Jika Anda tidak ingin laptop tersebut rusak, ikuti tips-tips merawat laptop yang jarang digunakan di bawah ini:

1. Jangan Menyimpan Laptop di Tempat Lembab
Faktor kelembaban ialah salah satu penyebab utama kerusakan pada laptop yang jarang digunakan untuk waktu lama. Maka dari itu, hindarilah menyimpan laptop di tempat lembab, misalnya di atas lemari, di bawah ranjang, atau dekat tempat sumber air.

2. Lepaskan Baterai Laptop
Cara merawat laptop yang jarang digunakan ini adalah cara yang harus dilakukan oleh Anda. Lepaskan baterai laptop saat laptop Anda tidak akan digunakan dalam jangka waktu lama. Dengan mengeluarkan baterai dari laptop, maka laptop Anda tidak akan benar-benar teraliri arus listrik sehingga bisa mencegah kerusakan akibat hubungan arus singkat listrik, terutama mencegah terjadinya kerusakan pada motherboard. Selain itu, cara ini juga bisa menjaga daya tahan baterai laptop itu sendiri. Ingat, daya tahan laptop, bukan laptop secara keseluruhan.

3. Nyalakan Laptop Sesekali
Setelah laptop disimpan dalam waktu lama, pastinya kondisi komponen yang ada di dalamnya cukup dingin. Jika terlalu sering didinginkan, maka komponen di laptop bisa konslet saat hendak digunakan lagi. Karena itu, sesekali nyalakan laptop Anda meski setelah dinyalakan, Anda tidak menggunakannya. Kesempatan ini juga bisa digunakan untuk mengupdate beberapa perangkat lunak yang terpasang di laptop Anda, terutama perangkat lunak keamanan seperti antivirus dan firewall.

Tapi, jangan sampai Anda lupa mematikan laptop Anda saking jarang memakai laptop tersebut. Karena laptop Anda bisa terpengaruh oleh efek perangkat yang tidak pernah shut down yang sebenarnya bisa merusak laptop Anda. Jangan lupa matikan laptop Anda saat melakukan hal ini.

Artikel menarik:  Cara Menghapus Pesan Terkirim di WhatsApp Tanpa Batas 7 Menit

4. Sesekali Mengisi Ulang Baterai Laptop Anda
Mungkin ada saat-saat ketika Anda tidak menggunakan laptop Anda selama beberapa minggu. Meski tidak digunakan untuk beberapa lama, Anda jangan lupa mengisi baterai laptop Anda. Inilah salah satu cara untuk merawat laptop yang jarang digunakan, agar baterai laptop Anda tidak mudah rusak.

Perlu Anda ketahui, bahwa baterai yang terpasang di laptop akan berkurang kapasitasnya meski Anda tidak menggunakan laptop. Karena itu, baterai laptop harus dilepas jika tidak akan menggunakan laptop dalam waktu lama. Agar kapasitas baterai laptop Anda tetap terjaga meski tidak digunakan, sesekali isi ulang daya baterai laptop Anda untuk mencegah kondisi laptop menjadi lembab. Udara hangat yang nampak saat baterai laptop yang diisi ulang bisa menghilangkan jamur. Jadi, rutinlah isi ulang baterai laptop Anda sekitar dua sampai tiga minggu saat laptop jarang digunakan.

5. Jangan Menaruh Benda Berat di atas Laptop
Bentuk laptop saat ditutup memang sekilas seperti meja. Bentuk laptop bisa mengajak siapa saja untuk menaruh benda di atasnya. Sebenarnya, ini adalah tindakan buruk yang akibatnya bisa merusak laptop Anda. Apalagi jika objek yang diletakkan di laptop Anda memiliki beban yang jauh lebih berat dari laptop Anda sendiri.


Bila laptop yang ditekan oleh benda memiliki massa yang sangat besar, maka akan berakibat fatal pada kondisi LCD atau layar laptop Anda. Jika Anda sudah menemukan karakteristik LCD laptop yang rusak, berarti Anda harus berhenti menaruh barang di atas laptop sehingga masalahnya tidak bertambah buruk.

Layar laptop adalah komponen laptop yang seharusnya tidak di bawah tekanan. Karena itu, letakkan laptop di atas objek lain. Jangan pernah membuat tatakan atau tempat untuk meletakkan barang Anda yang lain, walaupun hanya meletakkan buku. Ya, buku dengan ketebalan mulai dari 1 sampai lebih dari 10.000 halaman!

6. Bersihkan Secara Teratur
Seperti benda lain, laptop Anda perlu dibersihkan secara rutin meski jarang digunakan. Alasannya karena bisa jadi ada debu atau kotoran menempel pada laptop Anda saat disimpan dalam waktu lama. Debu dan kotoran bisa mempengaruhi performa laptop Anda saat ingin menggunakannya lagi, terutama pada kipas di dalam laptop. Jika ventilasi udara di laptop Anda terganggu karena debu dan kotoran, maka akan mengakibatkan pengeluaran panas pada laptop saat digunakan tidak akan optimal.

Apabila paparan panas tidak optimal, maka akan mempengaruhi performa laptop Anda. Selain itu, debu juga menjadi salah satu penyebab kunci keyboard komputer tidak berfungsi. Karena itu, bersihkan laptop Anda secara rutin dengan menggunakan peralatan pembersih khusus laptop.