Tips & Trik

Tips Mengisi Baterai Ponsel Android Agar Cepat Penuh

Selain prosesor inti, kapasitas memori, dan sistem operasi, baterai juga memiliki peran penting dalam menunjang performa ponsel Android. Semakin tinggi spesifikasi ponsel, semakin boros konsumsi baterainya. Sebelumnya, kita juga pernah membahas mengenai tips menghemat baterai ponsel Android.

Tips Mengisi Baterai Ponsel Android Agar Cepat Penuh

Anda mungkin pernah kelupaan melakukan charging ponsel Android. Pagi hari saat hendak memulai aktivitas, Anda baru tersadar bahwa baterai ponsel belum terisi penuh. Atau dalam kasus lain, Anda mungkin pernah terburu-buru sehingga memerlukan waktu cepat untuk mengisi daya baterai ponsel. Dalam tulisan ini, kita akan membahas tips mengisi baterai ponsel Android. Memang tidak akan menjadikan proses charging jadi secepat kilat, namun Anda bisa mencobanya untuk menjadikan proses charging 15-25% lebih cepat.

1. Menonaktifkan ponsel
Dalam mode standby saja, baterai ponsel Android bisa habis karena terdapat aplikasi yang berjalan di background ponsel. Meskipun tidak sedang digunakan, konsumsi baterai akan habis antara lain untuk aktivitas mencari sinyal, apalagi jika sinyal yang digunakan adalah koneksi tinggi seperti 3G atau 4G. Selain itu, konsumsi baterai juga akan terpakai untuk menjaga kualitas visual dimana ponsel dengan kerapatan piksel yang tinggi lebih banyak menghabiskan baterai. Maka, cara pertama yang dapat Anda lakukan adalah menonaktifkan ponsel terlebih dulu. Dengan demikian, akses jaringan ataupun layar ponsel akan mati sehingga daya listrik yang masuk tidak ada yang digunakan keluar.

2. Mengaktifkan airplane mode
Mode airplane sebenarnya digunakan pada saat Anda sedang berada di dalam pesawat udara. Mode ini membuat komunikasi terhenti sementara waktu sehingga Anda tidak akan mendapatkan panggilan masuk, SMS, dan juga tidak dapat berinternet dengan paket data operator seluler. Hal tersebut menjadikan konsumsi baterai menjadi lebih sedikit daripada penggunaan normal sehingga secara tidak langsung daya listrik baterai menjadi lebih hemat. Ketika melakukan charging dengan airplane mode, Anda pun bisa lebih cepat mengisi daya baterai. Sebenarnya, airplane mode hanya membantu untuk memastikan bahwa perangkat tidak dapat digunakan terlebih dulu.

3. Melakukan charging di tempat sejuk
Ponsel Android pada umumnya mampu mendapatkan perlakuan termal hingga temperatur 35 derajat Celcius. Meski demikian, beberapa pihak menyarankan temperatur ideal berada di kisaran 16 hingga 22 derajat Celcius. Pada saat melakukan charging, terdapat energi panas yang masuk ke dalam baterai bersamaan dengan energi listrik sehingga jika charging dilakukan di tempat yang bersuhu tinggi akan mengganggu proses charging itu sendiri. Temperatur yang terlalu tinggi dapat menyebabkan distraksi pada perangkat. Selain menempatkan ponsel di tempat yang sejuk, Anda juga bisa melepaskan bodi atau cover belakang sehingga sirkulasi udara lebih lancar yang berpengaruh pula terhadap kestabilan temperatur.

4. Menggunakan charger original
Oleh karena praktis, Anda mungkin pernah mengisi baterai ponsel Android dengan menyambungkannya ke laptop atau komputer melalui kabel USB. Tidak ada yang salah dengan cara ini, tetapi jika tujuan Anda mengisi baterai dengan cepat, langkah ini kurang tepat. Sebab output dari kabel USB berkisar antara 0.1 Ampere dan 0.5 Ampere. Kuat arus tersebut lebih rendah jika dibandingkan kabel charger ponsel atau PC tablet yang bisa mencapai 2 Ampere. Sebaiknya Anda tetap menggunakan charger original sesuai dengan merk ponsel yang digunakan karena pihak produsen pasti telah memiliki perhitungan tersendiri.

Sobat Gaptex, saat mengisi baterai ponsel, Anda juga perlu memperhatikan tips aman mengisi baterai ponsel Anda.

Semoga bermanfaat!