Seputar Tekno

Perbedaan Jaringan 3G dan 4G

Seiring perkembangan teknologi, terutama jaringan internet yang tidak lepas dari jaringan 3G dan 4G. Bahkan hampir semua operator seluler di Indonesia, teknologi 4G saat ini menjadi metode koneksi terbaik di dunia, khususnya smartphone dan internet. Namun sebagian orang juga ada yang masih setia menggunakan koneksi 3G karena mereka menganggapnya lebih stabil saat berada di tempat-tempat terpencil. Untuk itu, kali ini kami akan membahas mengenai perbedaan jaringan 3G dan 4G yang belum banyak Anda ketahui.

Di kesempatan sebelumnya, kita sudah membahas mengenai perbedaan jenis dan kategori jaringan 4G LTE, dimana jenis jaringan ini sudah semakin berkembang pesat di Indonesia. Banyak masyarakat pun setuju jika 4G membuat akses internet semakin cepat dan stabil, apalagi untuk aktivitas streaming dan download.

Namun sayangnya, ada beberapa operator seluler yang sudah mengusung internet 4G, namun saat berada di pedalaman atau tempat terpencil, sinyal justru hilang atau digantikan dengan 3G dan 2G. Memang tidak semua operator seluler di Indonesia memiliki sinyal koneksi internet 4G yang baik, terlebih lagi ketika penggunanya sedang berada jauh dari perkotaan.

Penggunaan Teknologi 3G dan 4G
Jika dilihat dari segi penggunaan, tak bisa dipungkiri jika teknologi 3G lebih banyak penggunanya jika dibandingkan dengan pengguna 4G, terutama di Indonesia. Apalagi di Indonesia sendiri perkembangan teknologi 4G belum terlalu maksimal.

Sebenarnya, perbedaan terbesar antara 3G dan 4G terletak pada adanya teknologi yang tepat. Ada banyak teknologi yang jatuh di bawah 3G, contohnya WCDMA, EV-DO dan HSPA. Meskipun banyak perusahaan mobile telah menjuluki produk mereka sebagai teknologi 4G, seperti LTE, WiMax dan UMB, tapi tidak satupun dari mereka yang benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh standar 4G. Teknologi ini sering disebut Pre-4G atau 3.9G.

Kecepatan 3G dan 4G
Jika kita merujuk pada singkatan 3G dan 4G saja, Anda mungkin bisa menyimpulkan sendiri bahwa 4G lebih canggih dan lebih baik daripada 3G. Umumnya, kecepatan maksimum 3G saat ini adalah sekitar 14Mbps downlink dan uplink 5.8Mbps. Supaya bisa memenuhi syarat-syarat sebagai teknologi 4G, kecepatan hingga 100Mbps pun harus dijangkau oleh pengguna ponsel dan 1Gbps untuk pengguna stasioner. Namun sejauh ini, kecepatannya hanya bisa dicapai dengan kabel LAN.

Paket Jaringan Switcing
3G adalah perpaduan jaringan circuit dan packet switching, sedangkan 4G hanya sekedar packet switching network saja. Perubahan kunci lainnya di 4G adalah tidak menggunakan sirkuit switching. Teknologi 3G menggunakan hibrida circuit switching dan packet switching. Circuit switching termasuk teknologi yang sangat lawas karena telah digunakan dalam sistem telepon untuk waktu yang sangat lama.

Kelemahan teknologi tersebut adalah terikatnya sumber daya selama koneksi terus digunakan. Sementara itu, packet switching adalah teknologi yang sangat umum di jaringan komputer namun sekarang muncul di dunia teknologi ponsel juga. Dengan paket switching, sumber daya hanya digunakan bila ada informasi yang perlu ditransmisikan, sehingga efisiensi packet switching memungkinkan perusahaan seluler meminimalkan lebih banyak percakapan ke dalam bandwidth yang sama. Koneksi 4G tidak akan lagi menggunakan circuit switching, bahkan hanya untuk panggilan suara dan video call. Semua informasi yang disampaikan akan dialihkan untuk meningkatkan efisiensi.

Artikel menarik:  11 Aplikasi Android Pengusir Nyamuk

Secara Garis Besar
Teknologi 4G LTE merupakan generasi keempat jaringan internet, yang akan menjadi penerus 3G. Meski sudah digunakan oleh sebagian masyarakat, nyatanya di Indonesia sendiri pertumbuhan internet agak cukup lambat. Salah satu alasannya adalah masih banyak perangkat yang memberikan dukungan 3G dibanding 4G.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang pemahaman jaringan internet, mungkin Anda harus mengetahui sejarah penciptaan jaringan teknologi dari generasi pertama.

Untuk generasi pertama atau yang biasa disebut G atau 1G, jaringan ini sanggup memberikan kecepatan internet hingga 14,4 kbps. Sedangkan untuk generasi kedua atau 2G, digunakan untuk jaringan TDMA dan CDMA dengan kecepatan 9 – 14 kbps. Berikutnya yaitu teknologi 2.5G, dimana telah mendukung jaringan GPRS dan EDGE, membuat internet lebih cepat dengan kekuatan 20-40 kbps.

Kemudian datanglah jaringan generasi ketiga atau 3G, untuk CDMA, EV-DO, UMTS, dan EDGE. Kecepatannya pun lebih tinggi, sampai 500 – 700 kbps. Teknologi ini kemudian perlahan digantikan oleh 3.5G dengan jaringan HSDPA yang memiliki kecepatan hingga 7,2 Mbps.

Dan terakhir, atau yang terbaru, teknologi generasi 4G, atau paket data paket broadband Digital untuk IP Wi-Fi, WiMax dan jaringan LTE. Untuk mengetahui lebih detail tentang perbedaan jaringan 3G dan 4G, berikut ini adalah penjelasan yang perlu Anda pahami.

Teknologi 3G sudah ada sejak tahun 2000an dan sangat cocok untuk pengembangan internet pada saat itu, dimana segala sesuatunya masih terlihat sederhana dan tidak memerlukan banyak kecepatan untuk mendownload menggunakan jaringan GPRS. Kemudian perlahan berkembang menjadi EDGE, yang 3 kali lebih cepat dari GPRS. Sedikit di atas EDGE adalah UMTS yang bisa dinikmati untuk video streaming, konferensi video, dan panggilan video.

Dari penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa perbedaan paling jelas antara jaringan 3G dan 4G adalah dalam hal kecepatan, dimana internet generasi 4G ini cepat mencapai 185 Mbps untuk download dan 41 mbps untuk mengunggah file. Hanya, karena baru, teknologi ini tidak bisa dinikmati merata di seluruh pelosok Indonesia. Jaringan 4G memiliki solusi IP yang komprehensif, dimana aliran suara, data, dan multimedia dapat diperoleh dengan sangat cepat oleh penggunanya.

Itulah perbedaan antara jaringan 3G dan generasi 4G dimana perbedannya sangat jelas dalam hal internet cepat serta kemampuan transfer data yang lebih beragam. Jika Anda tidak sabar untuk mencoba teknologi 4G, Anda bisa menggunakan smartphone dengan dukungan LTE, dimana smartphone keluaran terbaru sudah mendukung jaringan ini.