Penyebab dan Cara Mengatasi RAM Cepat Penuh

Apakah Sobat pernah mengalami situasi dimana komputer PC atau laptop terasa sangat lemot saat digunakan? Jika pernah, pasti terasa sangat menjengkelkan bukan? Waktu Anda terasa sia-sia hanya untuk menunggu program selesai mengeksekusi perintah. Laptop yang lambat bisa jadi dikarenakan RAM atau memori sementara di dalamnya sudah penuh sehingga komputer sering crash atau lag. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami akan memaparkan tentang penyebab dan cara mengatasi RAM cepat penuh.

Salah satu kenapa perangkat gadget Anda menjadi lambat ialah RAM penuh. Mungkin Anda sering mengalami hal ini, bahkan sebelum menjalankan aplikasi apapun. Atau Anda bisa jadi sedang mengalaminya sekarang? Tidak jarang komputer mengalami crash karena RAM yang terlalu penuh sehingga hal ini menjadi benar-benar sangat merepotkan.

Tak bisa dimungkiri jika pengaruh RAM terhadap kerja komputer sangatlah besar, bahkan laptop atau PC lainnya tidak akan bisa menyala jika RAM mengalami kerusakan. RAM atau Random Access Memory menjadi salah satu jenis perangkat penyimpanan komputer. Kita pun sudah membahas tentang jenis-jenis RAM dan fungsinya yang menjadi tempat penyimpanan sementara untuk data hasil olahan prosesor.

Ada banyak sekali penyebab kenapa RAM bisa penuh, salah satunya ialah kapasitas RAM yang tidak mencukupi. Tapi ada pula kapasitas RAM yang sudah besar dan aplikasi yang digunakan biasa saja, maka Anda perlu mencari tahu akar permasalahan yang menyebabkan memori RAM pada komputer cepat penuh. Berikut ini beberapa penyebab dan cara mengatasi RAM cepat penuh sebagai bahan referensi Anda:

1. Memori Bermasalah
Kapasitas RAM ternyata bisa berkurang jika komponennya sendiri mengalami kerusakan. Selain itu, kerusakan pada memori ini bisa menyebabkan komputer menjadi sering hang, restart sendiri, atau bahkan menyebabkan komputer tidak mampu menampilkan display pada monitor. Oleh karena itu, periksa apakah RAM dalam keadaan baik dengan cara menggunakan memori lain atau menggunakan RAM tersebut ke perangkat lain. Adakalanya RAM sudah kotor sehingga menyebabkan RAM tidak bisa berjalan dengan baik. Anda pun bisa mencoba untuk membersihkan pin RAM komputer atau laptop menggunakan karet penghapus.

2. Aplikasi Start up Terlalu Banyak
Aplikasi start up ialah aplikasi yang diprogram agar langsung bisa dijalankan saat komputer menyala. Anda dapat melihat aplikasi apa saja yang menjadi aplikasi start up dengan mengetik kata ‘msconfig’ pada kotak Run (win+R). Umumnya aplikasi yang dijalankan ketika start up ialah aplikasi yang cukup penting seperti firewall, antivirus, dan aplikasi pembantu lainnya. Namun seringkali aplikasi lain yang tidak cukup penting juga ikut serta.

Banyaknya aplikasi start up akan memicu ruang memori RAM langsung banyak terisi saat komputer dinyalakan. Akibatnya kapasitas RAM untuk program lainnya akan berkurang drastis sehingga RAM menjadi cepat penuh. Untuk mengatasinya yaitu Anda harus mengurangi aplikasi berjalan saat start up dan mementingkan aplikasi yang penting saja.

Artikel menarik:  Cara Membuat Aplikasi di Android Studio

3. Kapasitas RAM Tidak Mencukupi
Kapasitas RAM yang kurang mencukupi juga menjadi penyebab kenapa RAM bisa cepat penuh. Program aplikasi terbaru umumnya menggunakan lebih banyak kapasitas memori dibandingkan program aplikasi yang sudah lawas. Hal ini dikarenakan peningkatan kualitas dan fitur dari program tersebut.

Maka dari itu, jika Anda perlu menjalankan program-program terbaru, menggunakan komputer lama dengan kapasitas memori standar, tidak aneh jika ruang memori pada RAM menjadi cepat penuh. Sebaiknya, Anda menggunakan aplikasi lawas saja atau tambahkan kapasitas RAM komputer Anda.

4. Adanya Malware atau Virus Komputer
Serangan malware atau virus komputer memang sangat merugikan karena tidak hanya membuat laptop atau PC menjadi lemot, mencuri data-data penting, atau merusak sistem komputer hingga komputer tidak bisa dijalankan. Virus ialah sebuah program pengganggu yang diciptakan atas dasar kepentingan pribadi penciptanya. Biasanya malware atau virus ini berjalan pada background supaya tidak terdeteksi pengguna komputer.

Saat berjalan, program bersisi malware akan menggunakan memori RAM komputer. Beberapa malware akan melakukan request proses berulang kali, sehingga kapasitas RAM men menjadi penuh. Selain RAM, resource lain pada komputer seperti daya listrik juga menjadi boros. Terlebih lagi kalau komputer yang terserang malware akan dijadikan sebagai botnet yang aktif. Alhasil resourch akan dipakai sangat besar.

Oleh karena itu, Anda perlu memasang antivirus pada komputer Anda dan rajin-rajin melakukan scanning di seluruh partisi komputer secara berkala. Apalagi kalau perangkat selalu terhubung dengan internet. Kemudian, pastikan pula untuk selalu mengupdate antivirus supaya malware bisa terdeteksi dengan cepat dan memperbaiki bug pada program antivirus tersebut.

5. Terlalu Banyak Plugin pada Browser
Plugin ialah program aplikasi tambahan untuk menambahkan berbagai layanan pada browser. Entah Sobat menggunakan plugin atau tidak, plugin akan langsung berjalan saat browser sudah diaktifkan. Akibatnya penggunaan RAM pun akan terus bertambah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda batasi penggunaan plugin pada browser supaya RAM tidak cepat penuh.

6. Program Antivirus Terlalu Berat
Saat ini, terdapat berbagai macam anti virus yang digunakan sesuai dengan keinginan Anda. Selain dilihat dari kelebihannya, perhatikan pula kemampuan komputer Anda saat memilih antivirus yang akan digunakan. Daripada memasang dua program, anti virus dan anti malware, sebaiknya gunakan Anda satu aplikasi saja yang sekaligus memberikan layanan anti malware. Hal tersebut akan menghemat ruang memori Anda. Sementara itu, perhatikan pula kapasitas RAM yang Anda miliki, karena antivirus yang terlalu berat akan menghabiskan memori RAM yang berakibat RAM cepat penuh.