Pengertian Platform Android

Dalam ilmu komputer, platform dapat di artikan sebagai sebuah kombinasi antar arsitektur perangkat keras (hardware) dengan kerangka kerja perangkat lunak (software), termasuk kerangka kerja aplikasi. Kombinasi tersebut merupakan poin utama supaya sebuah software, khususnya aplikasi, dapat berjalan dengan optimal. Singkatnya, platform ialah media agar software dapat berjalan pada sebuah perangkat. Biasanya di dalam platform menyertakan sistem operasi, arsitektur, bahasa pemrograman dan antarmuka. Pada post ini, kami akan membahas tentang salah satu platform yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dunia yaitu Android. Lantas apakah pengertian platform Android tersebut?

Pengertian Platform Android

Berbagai platform sudah berkembang pesat di Industri teknologi. Biasanya aplikasi yang akan menyesuaikan sendiri ingin menggunakan platform yang mana supaya kerja aplikasi dapat maksimal karena tidak semua platform kompatibel dengan aplikasi. Ada dua tipe platform dengan fungsi berbeda yakni dapat bekerja pada satu manufaktur saja atau bisa digunakan diberbagai manufaktur. Platform yang mendukung satu perangkat manufakturmisalnya BlackBerry dan iOS. Sedangkan platform yang mendukung perangkat untuk berbagai manufaktur adalah Java, Symbian, Windows, NET Compact Framework dan Android.

Pengertian Platform Android
Apa itu Android? Kami tidak akan berbicara tentang robot. Dalam post ini, kita akan berbicara tentang gadget pintar. Android adalah sistem operasi ponsel berbasis Linux yang populer dan dikembangkan oleh Google karena proses akuisisi tahun 2005 silam. Selain perangkat touchscreen, Google juga telah mengembangkan Android TV untuk televisi, Android Auto untuk mobil, dan Android Wear untuk jam tangan, masing-masing dengan antarmuka pengguna khusus. Varian Android juga digunakan pada game konsol, kamera digital, PC dan elektronik lainnya.

Kemudian, Android secara resmi dirilis pada tahun 2007 bersamaan dengan di dirikannya Open Handset Alliance, sebuah konsorsium dari perusahan-perusahaan hardware, software dan telekomunikasi yang bertujuan demi memajukan standar terbuka perangkat seluler. Ponsel dengan platform Android pertama mulai dijual pada bulan Oktober 2008.

Logo Android berwarna hijau awalnya di desain untuk Google pada tahun 2007 oleh desainer grafis bernama Irina Blok. Tim desain tersebut ditugaskan dengan sebuah proyek untuk membuat suatu ikon universal yang mudah di ingat dan dikenali oleh masyarakat. Setelah beberapa sejumlah perkembangan desain yang bertema fiksi ilmiah atau film luar angkasa, akhirnya tim ini mendapat inspirasi dari simbol manusia yang terdapat pada pintu toilet. Mereka pun memodifikasi bentuknya menjadi sebuah robot berwarna hijau. Perkembangan dari Platform Android pun terus dilakukan sampai saat ini yang paling terbaru yaitu versi 8.0 Android Oreo setelah Android Nougat.

Sejarah Lengkap Android
Android Inc. didirikan di Palo Alto, California pada bulan Oktober 2003 oleh Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Rubin menggambarkan proyek Android sebagai sebuah potensi luar biasa untuk mengembangkan perangkat seluler cerdas yang lebih sadar akan lokasi dan preferensi pemiliknya.

Tujuan awal perusahaan ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi yang canggih untuk kamera digital, dan inilah dasar dari penawarannya kepada investor pada bulan April 2004. Perusahaan kemudian memutuskan bahwa pasar untuk kamera tidak cukup besar untuk mencapai tujuannya, dan lima bulan kemudian ia telah mengalihkan upayanya dan menerapkan Android sebagai sistem operasi handset yang akan menyaingi Symbian dan Microsoft Windows Mobile.

Andy Rubin sempat kesulitan menarik investor saat itu, dan Android tengah menghadapi penggusuran dari ruang kantornya. Steve Perlman, teman dekat Rubin, meminjamkannya uang sebesar $10.000 secara tunai dalam sebuah amplop, dan tak lama kemudian dia mengumpulkan jumlah yang tidak diketahui sebagai dana modal. Namun hebatnya, Perlman menolak saham di perusahaan tersebut, dan hanya menyatakan jika ia melakukannya karena hanya ingin membantu Rubin.

Pada bulan Juli 2005, Google mengakuisisi Android Inc. setidaknya sebesar $ 50 juta. Karyawan utamanya, termasuk Rubin, Miner and White, bergabung dengan Google sebagai bagian dari akuisisi tersebut. Tidak banyak yang diketahui tentang Android yang masih tersembunyi pada saat itu, dengan perusahaan tersebut telah menyediakan beberapa rincian selain bahwa ia membuat perangkat lunak untuk ponsel.

Di Google, tim yang dipimpin oleh Rubin mengembangkan platform perangkat mobile yang didukung oleh kernel Linux. Google memasarkan platform ini ke pembuat handset dan operator dengan janji akan menyediakan sistem yang fleksibel dan dapat diupgrade. Google juga turut menyiapkan serangkaian komponen perangkat keras dan mitra perangkat lunak sebagai bentuk kerjasama.

Spekulasi tentang niat Google untuk memasuki pasar komunikasi terus berlanjut hingga pada Desember 2006. Sebuah prototipe awal memiliki kemiripan yang mirip dengan ponsel BlackBerry, tanpa layar sentuh dan keyboard QWERTY fisik, namun kedatangan Apple iPhone tahun 2007 mendorong Android untuk harus kembali ke ‘papan gambar’. Google kemudian mengubah dokumen spesifikasi Android-nya agar menyatakan bahwa “touchscreens akan didukung”, walaupun “Produk dirancang dengan adanya tombol fisik diskrit sebagai asumsi, oleh karena itu layar sentuh tidak dapat sepenuhnya menggantikan tombol fisik”. Pada bulan September 2007, InformationWeek meliput studi Evalueserve yang melaporkan bahwa Google telah mengajukan beberapa aplikasi paten di bidang telepon genggam.

Artikel menarik:  Kenali Kelebihan dan Kekurangan Prosesor Quad Core

Pada 5 November 2007, Open Handset Alliance, sebuah gabungan perusahaan teknologi termasuk Google, produsen perangkat seperti HTC, Motorola dan Samsung, operator nirkabel seperti Sprint dan T-Mobile, dan pembuat chipset seperti Qualcomm and Texas Instruments, meluncurkan Android sendiri, dengan tujuan untuk mengembangkan “platform yang benar-benar terbuka dan komprehensif pertama untuk perangkat mobile”. Smartphone pertama yang tersedia secara komersial yang menjalankan Android adalah HTC Dream, yang juga dikenal sebagai T-Mobile G1, diumumkan pada tanggal 23 September 2008.

Sejak tahun 2008, Android telah banyak pembaruan yang secara bertahap dengan terus memperbaiki sistem operasi, menambahkan fitur baru dan memperbaiki bug di rilisan sebelumnya. Setiap rilis utama diberi nama sesuai urutan alfabet, namun perusahaan berinisiatif untuk memberi nama Android dengan makanan penutup atau sugaria, dengan beberapa versi Android pertama disebut “Cupcake”, “Donut”, “Eclair”, dan “Froyo”. Selama pengumuman Android KitKat pada tahun 2013, Google menjelaskan bahwa “Karena perangkat ini membuat hidup kita begitu manis, setiap versi Android diberi nama makanan pencuci mulut”.

Pada tahun 2010, Google meluncurkan rangkaian perangkat Nexus-nya, sebuah daftar dimana Google bermitra dengan produsen perangkat yang berbeda untuk menghasilkan perangkat baru dan mengenalkan versi Android baru. Perangkat ini digambarkan telah memainkan peran penting dalam sejarah Android.

Pada konferensi developer pada bulan Mei 2013, Google mengumumkan versi khusus dari Samsung Galaxy S4, di mana, alih-alih menggunakan kustomisasi Samsung sendiri, ponsel tersebut menjalankan “stock Android” dan dijanjikan untuk menerima pembaruan sistem baru dengan cepat. Perangkat Samsung inilah yang akan menjadi awal dari program Google Play, dan diikuti oleh perangkat lain, termasuk edisi HTC One Google Play, dan edisi Moto G Google Play.

Dari tahun 2008 sampai 2013, Hugo Barra menjabat sebagai juru bicara produk, mewakili Android pada konferensi pers dan Google I/O, konferensi yang berfokus pada pengembang tahunan Google. Namun, dia meninggalkan Google pada bulan Agustus 2013 untuk bergabung dengan vendor ponsel China, Xiaomi.

Hanya kurang dari enam bulan sebelumnya, CEO Google, Larry Page mengumumkan dalam sebuah posting blog bahwa Andy Rubin telah pindah dari divisi Android untuk mengerjakan proyek baru di Google, dan Sundar Pichai akan menjadi pemimpin baru Android. Sundar Pichai sendiri pada akhirnya akan beralih posisi, menjadi CEO baru Google pada bulan Agustus 2015 setelah restrukturisasi perusahaan menjadi Alphabet konglomerat, membuat Hiroshi Lockheimer menjadi kepala baru Android.

Pada bulan Juni 2014, Google mengumumkan Android One, yang bisa di artikan sebagai perangkat model referensi perangkat keras yang akan memungkinkan pabrikan smartphone untuk membuat ponsel berkualitas tinggi, namun dengan biaya rendah, dirancang untuk konsumen di negara-negara berkembang. Di bulan September tahun itu, Google juga mengumumkan set pertama ponsel Android One untuk dirilis di India.

Namun, Recode melaporkan pada bulan Juni 2015 bahwa proyek tersebut dinilai mengecewakan. Rencana untuk meluncurkan kembali Android One kemudian muncul pada bulan Agustus 2015 di Benua Afrika. Sebuah laporan dari The Verge pada bulan Januari 2017 menyatakan bahwa Google mengembangkan program Android One yang berbiaya rendah sementara Google sendiri mungkin tidak akan memproduksi ponsel Android One untuk AS. Namun, Google mengklaim mendukung penuh projek Android One dan telah menerima banyak kucuran dana dari pabrikan raksasa tersebut.

Setelah itu, Google memperkenalkan smartphone Pixel dan Pixel XL pada bulan Oktober 2016, sebagai ponsel pertama yang dibuat khusus oleh Google, dengan menampilkan fitur perangkat lunak tertentu secara eksklusif, seperti Asisten Google, sebelum peluncuran yang lebih luas. Ponsel Pixel tersebut menggantikan seri Nexus tahun sebelumnya, dengan ponsel Pixel generasi baru yang diluncurkan pada bulan Oktober 2017.