Seputar Tekno

Pengertian NAT (Network Address Translation)

NAT (Network Address Translation atau Network Address Translator) adalah suatu proses virtualisasi terhadap alamat-alamat Internet Protocol (IP). NAT membantu meningkatkan keamanan dan mengurangi jumlah alamat IP yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi.

Pengertian NAT (Network Address Translation)

Gateway NAT berada di antara dua jaringan, yaitu jaringan dalam (misal, LAN) dan jaringan luar (misal, internet). Sistem-sistem di jaringan dalam secara tipikal diberikan oleh gateway NAT alamat-alamat IP yang tidak bisa digunakan di jaringan luar. Alamat-alamat IP yang berada di jaringan dalam hanya dikenali di sana dan hanya digunakan untuk identifikasi perangkat-perangkat yang ada di sana saja.

Sementara gateway NAT sendiri memiliki sebuah alamat IP valid yang bisa digunakan di jaringan luar. Sehingga, gateway NAT berperan sebagai suatu jembatan atau portal yang menghubungkan perangkat-perangkat di jaringan dalam untuk berkomunikasi dengan jaringan luar. Namun, jaringan luar tidak mengenali perangkat yang berada di jaringan dalam dan hanya mengenali gateway NAT sebagai pihak yang berkomunikasi.

Penggunaan NAT meningkatkan kualitas keamanan. Sebab, setiap data yang keluar dan masuk harus melalui proses translasi sehingga memungkinkannya untuk diperiksa atau diotentifikasi terlebih dahulu.

Penggunaan NAT juga menghemat penggunaan alamat IP publik, yakni alamat IP yang dapat digunakan di internet. Jumlah alamat IP publik terbatas. Tetapi, dengan NAT, kita hanya membutuhkan satu buah alamat IP publik untuk dipasang di gateway NAT, untuk kemudian digunakan beberapa perangkat sekaligus.

Artikel menarik:  11 Aplikasi Android Pengusir Nyamuk

Mekanisme NAT merupakan salah satu fitur router, dan sering kali telah menjadi suatu bagian dari sebuah produk firewall.

Adapun alamat IP yang kini digunakan ada dua macam, yakni alamat IPv4 dan alamat IPv6. Alamat IPv4 merupakan model awal penentuan alamat IP, menggunakan 32-bit (4-Byte) data, sehingga memungkinkan jumlah alamat IP publik sebanyak 4.294.967.296 buah. Pada masa perancangannya, jumlah tersebut dianggap cukup besar. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi, jumlah pengguna internet semakin bertambah secara signifikan, sehingga didesainlah alamat IPv6 yang menggunakan 128-bit (16-Byte) data sehingga memungkinkan jumlah alamat yang jauh lebih banyak (sekitar 3.4 x 10^38 buah).

Dengan kemunculan IPv6, kini NAT juga mendapatkan peran baru, yakni sebagai penerjemah alamat IPv4 ke dalam alamat IPv6 serta sebaliknya. Dengan demikian, sistem-sistem lama yang dibuat berbasis IPv4 dapat berinteraksi dan berintegrasi dengan sistem-sistem yang lebih baru yang dibuat berbasis IPv6.

Semoga bermanfaat!