Pengertian Microservices

Belakangan ini, seringkali kita mendengar istilah Microservices di dunia teknologi. Istilah yang sedang naik daun ini diklaim mampu memberikan pilihan solusi dalam membangun suatu aplikasi yang efisien pada proses, serta efektif dalam pengembangan. Apalagi, aplikasi tersebut harus tetap berfungsi dengan baik ketika mendapatkan lonjakan pengunjung.

Pengertian Microservices 1

Microservices termasuk layanan arsitektur aplikasi yang paling banyak digunakan sekarang. Terkadang berbagai permasalahan yang kompleks bisa terselesaikan dengan menggunakan desain arsitektur aplikasi yang tepat. Microservices juga bisa dikatakan menjadi sebuah service yang difokuskan untuk fungsi tertentu. Kumpulan service-service ini dapat saling berkomunikasi menjadi sebuah sistem yang lebih besar.

Dalam implementasinya, secara sederhana Anda harus memecah aplikasi yang ingin dibuat secara spesifik dari sisi fungsionalitasnya. Setiap fungsi tersebut harus dapat bekerja secara independent dan bisa dibangun dengan menggunakan teknologi yang berbeda-beda sesuai kebutuhan, sehingga sangat memungkinkan akan ada banyak sekali teknologi dalam satu aplikasi besar. Sebagai contohnya, lihatlah diagram di bawah ini yang memperlihatkan aplikasi Taxi Online.

Pengertian Microservices 2

Pada diagram di atas, terlihat jelas setiap fungsi yang terdapat di aplikasi tersebut dilakukan oleh Microservices-nya sendiri. Bukan hanya itu, aplikasi Web bisa dibagi menjadi satu set aplikasi web yang sederhana, contohnya aplikasi web untuk Passenger dan Driver. Hal ini bisa memudahkan pengguna dalam mengembangkan ‘user experience’ aplikasi yang berbeda untuk penumpang dan pengemudi.

Artikel berhubungan:  Processor : Pengertian & Fungsinya

Setiap backend akan difasilitasi oleh REST API dan setiap service bisa saling berkomunikasi melalui REST API-nya masing-masing. Misalnya Driver Management menggunakan REST-API-nya Notification untuk mengirimkan daftar pengemudi yang available dalam sebuah perjalanan. (Baca juga: Cara Mematikan JSON REST API Di WordPress)

Manfaat Microservices
Arsitektur Microservices mempunyai beberapa manfaat, seperti dapat menurunkan tingkat kompleksitas suatu sistem. Dengan membagi-bagi setiap fungsi secara rinci, Anda sebagai developer bisa fokus kepada fungsi-fungsi tersebut, dengan kata lain, Anda bisa memperkecil scope yang dikerjakan.

Manfaat lainnya yaitu, developer akan lebih fleksibel dalam memilih tools yang lebih tepat untuk digunakan suatu Microservices. Kemudian, pembagian tim pun akan lebih mudah. Satu tim akan fokus terhadap satu Microservices saja sehingga setiap tim hanya terikat oleh interface yang berada di dalam service-service tersebut.

Selanjutnya, Microservices memungkinkan adanya perbedaan profil satu service dengan service lainnya, terutama yang berkaitan dengan scaling up. Sebenarnya masih banyak manfaat-manfaat lainnya, namun secara garis besar, itulah manfaat utama dari arsitektur Microservices.