Pengertian Linux

Perkembangan teknologi yang semakin canggih di ikuti oleh ketersediaan sistem operasi yang semakin beragam pula. Beberapa sistem operasi yang populer saat ini adalah Microsoft Windows, Android, iOS, MacOS, dan juga Linux. Pada kesempatan kali ini, Sobat Gaptex akan mengetahui semua tentang sistem operasi open source tersebut, mulai dari pengertian Linux hingga manfaat dan kelebihannya.

Apa itu Linux?

Linux merupakan nama dari sebuah sistem operasi yang berbasis Unix dan disebarluaskan ke masyarakat dunia secara gratis dengan berada di bawah naungan lisensi GNU General Public License (GPL). Dengan begitu, secara otomatis Linux di distribusikan bersamaan dengan source code.

Ketersediaan kode sumber ini membuat Linux sebagai sistem operasi open source sehingga para pengguna dapat memodifikasi sistem ini yang kemudian diperbolehkan juga dijual kembali secara bebas. Nama Linux sendiri di ambil dari nama pendirinya yakni Linus Torvalds.

Logo pada Linux ialah Penguin atau Tux. Penciptanya terinspirasi ketika sedang berjalan-jalan di taman Pert. Saat itu, Linus Torvalds di patok oleh seekor penguin yang membuatnya sakit demam selama berhari-hari. Ia pun berfikir bahwa karakter penguin dapat menjadi logo yang sesuai untuk sistem operasi barunya.

Penggunan Linux juga sudah menjamur di seluruh dunia. Bahkan Google dan Facebook juga menggunakan Linux sebagai sistem operasi untuk servernya. Selain itu, banyak pula perusahaan komputer ternama seperti Dell, IBM, Novell, Intel, dan Red Hat yang ikut mendukung ditribusi Linux. Yang menjadi perbedaan mencolok antara Linux dengan sistem operasi lainnya yaitu terletak pada kernel Linux dan komponen penyusun lainnya dapat di akses secara bebas dan terbuka.

Para pakar teknologi juga mengatakan bahwa kesuksesan Linux disebabkan tidak bergantung kepada vendor independece, biaya operasional yang rendah serta kompatibiltas yang tinggi bila dibandingkan dengan versi UNIX ClouseSource. Selain itu, Linux juga memiliki sektor keamanan dan kestabilan yang tinggi.

Beberapa kelebihan lainnya dari sistem operasi Linux yaitu Multi User, Bugfix, Native Protocol TCP/IP, File system 32 Bit, Virtual Memory, Emulator dan Partition Mounting. Bukan hanya itu, Linux juga mendukung beberapa software penting untuk sebuah software handal seperti Proxy Server Local, Web Server, Transparent Proxy, FTP Server, Firewall, Shell Programmable dan Remote.

Sejarah Linux
Sejarah Linux dimulai pada tahun 1991 dengan dimulainya proyek pribadi oleh seorang mahasiswa asal Finlandia bernama Linus Torvalds untuk menciptakan kernel sistem operasi gratis yang baru. Sejak itu, kernel Linux yang pun dihasilkan dan ditandai oleh pertumbuhan konstan sepanjang sejarahnya. Sejak rilis awal kode sumbernya pada tahun 1991, Linux telah berkembang dari sejumlah kecil file C di bawah lisensi yang melarang distribusi komersial ke versi 4.2.3 pada tahun 2015 dengan lebih dari 18 juta baris source code di bawah GNU General Public License v2.

Pada tahun 1991, saat belajar ilmu komputer di University of Helsinki, Linus Torvalds memulai sebuah proyek yang kemudian menjadi kernel Linux. Ia menulis program khusus untuk perangkat keras yang ia gunakan dan bebas dari sistem operasi karena ia ingin menggunakan fungsi PC barunya dengan prosesor 80386. Pengembangan pun dilakukan pada MINIX dengan menggunakan kompiler GNU C. Kompiler GNU C masih menjadi pilihan utama untuk mengkompilasi Linux pada saat ini. Namun kode tersebut hanya bisa dibangun dengan kompiler lain, seperti Intel C Compiler.

Seperti yang ditulis Torvalds dalam bukunya “Just for Fun”, akhirnya dia berhasil menciptakan sebuah kernel sistem operasi. Pada tanggal 25 Agustus 1991, dia (pada usia 21 tahun) mengumumkan sistem ini dalam sebuah Usenet yang memposting ke newsgroup “comp.os.minix.”

Awalnya, Linus Torvalds ingin menyebut penemuannya sebagai “Freax”, sebuah kata gabungan dari “free”, “freak”, dan “x” (sebagai acuan untuk Unix). Selama awal karyanya di sistem, beberapa proyek makefiles termasuk nama “Freax” berjalan sekitar setengah tahun. Torvalds sebenarnya sudah mempertimbangkan nama “Linux”, tapi awalnya dia menganggap nama itu terlalu egois.

Untuk memfasilitasi pengembangan, file-file tersebut diupload ke server FTP (ftp.funet.fi) FUNET pada bulan September 1991. Ari Lemmke, rekan kerja Torvalds di Universitas Teknologi Helsinki, yang juga merupakan salah satu administrator relawan untuk server FTP saat itu, mengatakan jika “Freax” adalah nama yang kurang bagus. Jadi, dia menamai proyek “Linux” di server tanpa berkonsultasi dengan Torvalds. Kemudian, bagaimanapun juga, Torvalds menyetujui nama “Linux”.

Adopsi Linux di lingkungan produksi, setelah ramai digunakan oleh personal, mulai diluncurkan pertama kali saat pertengahan tahun 1990-an oleh komunitas superkomputer, di mana organisasi seperti NASA mulai mengganti mesin mereka yang semakin mahal dengan sekelompok komputer komoditi murah yang menjalankan Linux. Penggunaan komersial lainnya diikuti oleh Dell dan IBM, kemudian diikuti lagi oleh Hewlett-Packard, sehingga mulai menawarkan dukungan pada Linux untuk menghindari monopoli Microsoft di pasar sistem operasi desktop.

Artikel menarik:  Mengenal Safari, Web Browser dari Apple

Saat ini, sistem Linux digunakan di seluruh komputasi, mulai dari sistem embedded hingga superkomputer, dan telah mendapatkan tempat di instalasi server seperti tumpukan aplikasi LAMP yang populer. Penggunaan distribusi Linux di komputer pribadi dan perusahaan telah berkembang pesat di setiap tahunnya. Distribusi Linux juga menjadi populer di pasar netbook, dengan banyak perangkat dilengkapi dengan distribusi Linux yang disesuaikan, dan Google merilis Chrome OS mereka sendiri yang dirancang untuk netbook.

Kesuksesan Linux terbesar di pasar konsumen mungkin adalah pasar perangkat mobile, dengan Android menjadi salah satu sistem operasi yang paling dominan di smartphone dan sangat populer di tablet. Game Linux juga meningkat berkat Valve yang menunjukkan dukungannya terhadap Linux dan meluncurkan distribusi Linux berbasis game sendiri. Distribusi Linux juga mendapat popularitas dengan berbagai dukungan pemerintah lokal dan nasional, seperti pemerintah federal Brasil.

Torvalds juga terus mengarahkan pengembangan pada kernel miliknya itu. Stallman mengepalai Free Software Foundation, yang pada gilirannya mendukung komponen GNU. Akhirnya, individu dan perusahaan pun sama-sama mengembangkan komponen non-GNU pihak ketiga. Komponen pihak ketiga inilah yang terdiri dari kumpulan kerja yang luas dan mencakup modul kernel serta aplikasi pengguna.

Jenis-jenis Linux
Karena Linux adalah bentuk sistem operasi Open Source, artinya Linux sangat mudah melakukan modifikasi dan juga pengembangan dari user. Hal ini menyebabkan berkembangnya berbagai sistem operasi Linux, yang kita kenal sebagai distribusi Linux, atau distro Linux. Setiap distro Linux mempunyai keunggulan dan juga kekhususan masing-masing. Berikut adalah beberapa jenis distro yang dikembangkan dari sistem operasi Linux.

1. Debian Linux
Merupakan sejenis distro Linux yang paling sering digunakan kalangan teknis. Debian mempunyai keunggulan dalam bentuk format program yang lebih stabil, sehingga tak heran jika banyak digunakan bagi mereka yang suka bermain-main komputer. Seringkali juga digunakan sebagai komputer server dan admin komputer. Versi terbaru Debian Linux adalah Verxi 4.1.

2. Redhat Linux
Redhat Linux yaitu salah satu jenis distro Linux yang paling banyak digunakan di Indonesia maupun di Amerika. Dostro Linux banyak digunakan sebagai server, dan memang banyak yang memuliakan kemampuan server yang menggunakan Redhat Linux, karena cepat dan stabil. Redhat kini telah mencapai versi 9.0.

Karena kegunaan dari jenis Linux ini sebagai server, maka sangat cocok untuk dijadikan server sebagai penyimpanan data yang aman, bagaimana memilih server berbasis Linux dan windows server yang sama hanya dengan sistem operasi mereka yang berbeda.

3. Mandrake Linux
Mandrake Linux adalah distro Linux yang hampir mirip dengan Redhat Linux. Namun bedanya, Mandrake termasuk versi client Redhat Linux, yang direkomendasikan sebagai server. Versi terbaru distro Mandrake Linux adalah versi 10.0 dan merupakan distro sistem operasi Linux yang paling umum dan banyak digunakan.

4. Kaldera Linux
Caldera Linux adalah tipe distro Linux yang unik, karena semua fitur-fitur pada sistem operasi ini lebih mengunggulkan grafis. Mulai dari instalasi pertama, untuk menjalankan program dan juga pengaturan, semua menggunakan grafis, dan tidak menggunakan tulisan, seperti sistem operasi pada umumnya.

Selain keempat distro Linux yang telah disebutkan, ada beberapa distro Linux lainnya yang banyak digunakan, yaitu:
– Stackware Linux
– SuSE Linux
– Corel Linux
– Turbo Linux
– Ubuntu Linux

Kelebihan Linux
– Bersifat open source, bebas, dan terbuka sehingga untuk mendapatkannya, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya
– Sangat mudah dioperasikan, bahkan untuk pemula sekalipun
– Hampir semua aplikasi yang dijalankan di Windows, sudah tersedia dan dikembangkan oleh komunitas Linux atau bisa juga menggunakan software emulator
– Lebih unggul soal keamanan karena Linux karena menjadi sistem operasi yang multiuser. Apabila virus menyerang user tertentu, maka penyebaran ke user lainnya akan sulit
– Linux mampu berjalan dengan dua mode
– Hanya memerlukan resouce yang lebih kecil dibandingkan Windows, sehingga cocok untuk PC atau laptop dengan spesifikasi minimum
– Jarang terjadi crash karena kinerjanya lebih stabil
– Tersedia berbagai macam pilihan seperti Fedora, Debian, Ubuntu, RedHat, Opensuse, Centos. Mandriva, dan sebagainya
– Mempunyai komunitas diseluruh penjuru dunia sehingga bisa saling membantu untuk memecahkan masalah apapun
– Cocok untuk dijadikan sebagai komputer server
– Mendukung akses ke 33 macam sistem file yang berbeda
– Spesifikasi hardware yang tak telalu besar

Kekurangan Linux
– Dukungan software populer yang kurang
– Ketika terjadi masalah, akan sulit mengatasinya
– Kalah bersaing dengan sistem operasi lainnya
– Struktur direktori dan hak akses yang membingunkan bagi pengguna yang terbiasa menggunakan Windows