Pengertian Dropship : Bisnis Online Tanpa Modal

Apa itu dropship? Mungkin Sobat Gaptex sering mendengar istilah dropship, apalagi jika Anda berkecimpung di bisnis jual beli online. Pengertian dropship bisnis online tanpa modal ini pastinya akan menjadi peluang usaha bagi Anda yang memiliki keterbatasan dana. Dengan dropship, pemilik atau pelaku usaha bisa mengembangkan jaringan atau memiliki pasar yang jauh lebih luas.

Pengertian Dropship

Kemudian, bagi dropshipper akan memiliki suatu produk untuk dijual tanpa harus memiliki produk tersebut. Anda bisa memasang iklan di blog mengenai produk itu, ataupun menjualnya lewat fanpage di facebook. Mungkin Anda bertambah bingung apa sebenarnya maksud dari dropship ini. Maka dari itu, mari simak pengertian dropsip yang akan dijelaskan secara jelas di bawah ini.

Pengertian Dropship
Diambil dari wikipedia, ada dua definisi dari dropship atau drop shipping. Definisi yang pertama adalah “a retailing practice of sending items from a manufacturer directly to a customer”. Terjemahan bebasnya adalah sebuah transaksi retail pengiriman barang dari pabrik, langsung kepada konsumen.

Definisi kedua yang lebih detail adalah sebagai berikut :

“Drop shipping is a supply chain management technique in which the retailer does not keep goods in stock, but instead transfers customer orders and shipment details to either the manufacturer or a wholesaler, who then ships the goods directly to the customer. As in retail businesses, the majority of retailers make their profit on the difference between the wholesale and retail price but some retailers earn an agreed percentage of the sales in commission, paid by the wholesaler to the retailer.”

Drop shipping adalah tata kelola rantai pasokan dimana penjual tidak melakukan stok barang, tetapi melakukan order konsumen dan memberikan informasi pengiriman kepada pabrik atau pusat grosir yang akan mengirimkan barang langsung kepada konsumen. Sebagai bisnis jual beli, penjual mendapatkan keuntungan dari selisih harga modal dengan harga jual, dalam beberapa kasus penjual memperoleh komisi dalam persen dari pabrik atau pusat grosir yang telah disepakati sebelumnya.

Pengertian Dropship 1

Dari kedua definisi tersebut, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa model bisnis dropship sebetulnya sudah dilakukan sejak lama oleh para pelaku bisnis, tidak hanya terbatas dilakukan lewat internet saja. Namun, teknologi internet yang menihilkan transaksi tatap muka ternyata sangat mendukung skema bisnis dropship. Oleh karena itu, dropship menjadi metode yang sangat populer untuk diterapkan di internet.

Dropship Vs Jual Beli Biasa
Sistem dropship sangat jauh berbeda dibandingkan dengan sistem jual beli biasa yang kita kenal selama ini, dimana penjual memiliki barang yang dijualnya. Jika Anda pergi berbelanja ke toko buku, maka disana akan ada banyak buku yang dipajang. Sama halnya, di toko buah dan toko-toko lainnya.

Sementara itu, dropship adalah skema bisnis yang memungkinkan penjual untuk melakukan aktivitas jual beli tanpa harus memiliki barang yang dijualnya.

Berikut berbagai macam kelebihan sisitem dropship yang tidak ditemukan di bisnis jual beli biasa :

Tanpa Modal : dropshipper tidak melakukan stok barang. Semua barang yang dijual berasal dari supplier yang nantinya dikirimkan langsung kepada konsumen.
Tanpa Website : sistem dropship memberlakukan penjualan langsung melalui media-media online yang tersedia secara gratis. Dropshipper tidak perlu membuat atau memiliki website. Ini berarti dropshipper tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.
Tanpa Branding : dropshipper perlu membuat sebuah nama dari ‘merek’ berbagai macam dagangannya menggunakan nama atau istilah yang keren seperti toko cinta atau toko serba ada. Tetapi, dropshipper tidak memerlukan branding karena calon pembeli berasal dari orang yang mencari barang melalui internet
Tanpa Resiko : dengan dimungkinkannya skema jual beli tanpa modal barang, tanpa biaya website, tanpa strategi branding, maka sistem dropship memiliki resiko 0%.
Potensi Besar : meski dilakukan dengan berbagai macam ‘tanpa’ diatas, nyatanya dropship merupakan cara berbisnis via internet yang sangat menggiurkan dari sisi potensi penghasilan. Bayangkan Anda dapat menjual apa saja melalui internet tetapi tidak harus mengeluarkan modal sedikit pun. Bayangkan Anda dapat mengatur keuntungan sebesar nilai yang Anda inginkan hanya bermodalkan dengkul saja.

Manfaat Dropship Lebih Detail
Dua manfaat paling signifikan dari dropship adalah siklus arus kas positif dan penghapusan persediaan awal. Siklus arus kas positif terjadi karena penjual dibayar saat pembelian dilakukan. Penjual biasanya membayar grosir menggunakan kartu kredit atau persyaratan kredit. Oleh karena itu, ada periode waktu dimana penjual memiliki uang pelanggan, namun belum membayar grosir.

Pengiriman barang ala dropship juga bisa menjadi keuntungan dalam beberapa transaksi karena dapat meningkatkan komunikasi antara pengirim sebenarnya dari penerima akhir, sehingga melestarikan peran perantara dengan mencegah kurangnya komunikasi atau kesadaran langsung antara penjual asli dan pembeli akhir, tanpa memerlukan perantara untuk menanggung biaya maupun keterlambatan dalam pengambilan barang secara fisik, pengemasan ulang, relabeling, dan sebagainya. Untuk lebih detail, mari simak manfaat dropship di bawah ini.

Artikel menarik:  Pengertian Wireless, HotSpot & WiFi

1. Minim Modal
Mungkin keuntungan terbesar dropshipping adalah minimnya modal dalam peluncuran toko e-commerce tanpa harus menginvestasikan pundi-pundi rupiah untuk persediaan ke depan. Secara tradisional, retail atau para pengecer harus menyiapkan persediaan modal dalam jumlah besar.

Dengan model dropshipping, Anda tidak perlu membeli produk kecuali Anda sudah melakukan penjualan dan telah dibayar oleh pelanggan. Tanpa investasi persediaan utama, mungkin memulai bisnis dropshipping bisa sukses besar dengan modal yang hanya sedikit.

2. Mudah untuk Memulai Bisnis
Menjalankan bisnis dropship memang jauh lebih mudah karena Anda tidak harus berurusan dengan produk fisik. Dengan dropshipping, Anda tidak perlu khawatir tentang:
– Mengelola atau membayar gudang
– Packing dan pengiriman pesanan
– Melacak inventaris untuk alasan akuntansi
– Mengatur pengembalian dan pengiriman inbound
– Terus memesan produk dan mengelola stok barang

3. Overhead Rendah
Karena Anda tidak perlu berurusan dengan pembelian persediaan atau mengelola gudang, biaya overhead Anda akan cukup rendah. Sebenarnya, banyak bisnis dropshipping yang sukses dijalankan dari kantor rumahan dengan modal laptop saja, namun sudah meraup keuntungan Rp 2 jutaan per bulan. Seiring pertumbuhan bisnis dropship yang Anda miliki, biaya ini kemungkinan akan meningkat namun akan tetap rendah dibandingkan dengan bisnis online lainnya.

4. Lokasi Fleksibel
Bisnis dropshipping dapat dijalankan dari mana saja, karena hanya membutuhkan koneksi internet. Selama Anda dapat berkomunikasi bersama pemasok dan pelanggan dengan mudah, Anda dapat menjalankan dan mengelola bisnis dropship tersebut.

5. Seleksi Produk yang Luas
Karena Anda tidak perlu melakukan pra-pembelian barang yang Anda jual, maka Anda dapat menawarkan serangkaian produk kepada calon pelanggan Anda. Jika pemasok barang sudah stock item, Anda dapat menuliskan list-nya jika untuk dijual di website Anda tanpa biaya tambahan.

Resiko Dropship
Beberapa resiko seperti backordering dapat terjadi saat penjual memesan kiriman dengan pedagang besar, namun produknya habis terjual. Pemesanan kembali mungkin disertai dengan waktu pengirimannya yang lama, sementara pedagang grosir menunggu produk terbaru, yang mungkin sangat buruk bagi para pengecer. Seorang pedagang grosir yang baik akan terus memperbarui produk dari pengecer, namun tugas pemilik bisnis untuk mengetahui jumlah yang telah tersedia oleh pedagang grosir.

Drop shipping juga sering dihubung-hubungkan dengan beberapa penipuan bisnis rumahan berbasis internet. Artis scam akan mempromosikan dropshipping sebagai pekerjaan yang menguntungkan karena bisa dilakukan di rumah. Korban yang membeli scam ini akan menjual daftar bisnis dari mana pengiriman barang secara drop ship pun bisa dilakukan.

Bisnis ini mungkin bukan untuk pedagang grosir, tapi bisnis atau individu lain yang bertindak sebagai perantara antara pengecer dan pedagang grosir, tanpa produk mereka sendiri untuk dijual. Hal ini sering mengubah harga lebih murah dari pedang grosir sehingga menghasilkan margin keuntungan bagi korban, dan memerlukan biaya reguler untuk penggunaan jasa pengecer mereka.

Knock off nama produk dan merek yang dijual oleh drop shipping wholesalers adalah hal lain yang harus diperhatikan. Di antara beberapa produk yang dijual memang mungkin terlihat asli, namun umumnya Anda akan tahu dengan margin keuntungan yang sangat tinggi yang tersedia pada mereka.

Jika Anda mempertanyakan apakah sebuah produk yang dijual adalah knock off atau tidak, Anda perlu mencari produk di situs web produsen dan secara visual membandingkannya, perhatikanlah dari segi warna, gaya atau karakteristik fisik lainnya yang tidak sesuai dengan produsen, karena bisa menurunkan harga dan kualitas.

Anda dapat mengambil langkah satu ini lebih jauh dengan menghubungi pabrikan dan menanyakan apakah pemasok yang Anda pertimbangkan untuk membeli dari pihak yang berwenang menjual produk mereka. Menjual produk knock off bisa menghancurkan reputasi e-Commerce Anda dan mungkin menghancurkan bisnis pengiriman dropship yang Anda kembangkan. Bahkan hal itu juga bisa menyebabkan Anda sedikit masalah hukum.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa dropshipping bukanlah bisnis online yang sempurna atau bebas tekanan untuk membangun usaha yang sukses. Cara berbisnis ini memang memiliki beberapa keuntungan yang pasti namun juga dilengkapi dengan sejumlah kekurangan dan masalah yang harus Anda hadapi. Kabar baiknya adalah bahwa dengan perencanaan dan pertimbangan yang cermat, sebagian besar masalah ini dapat diatasi dan tidak perlu menghalangi Anda untuk membangun bisnis dropshipping yang berkembang dan menguntungkan.

Semoga bermanfaat!