Seputar Tekno

Pengertian Bottleneck

Secara harfiah, bottleneck adalah leher botol. Kenapa harus leher botol? Itu karena leger botol memiliki ukuran lebih kecil dari badan botolnya sehingga akan terjadi penyempitan jalur dileher botolnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa apa yang masuk ke dalam badan bodol itu jumlahnya besar namun saat keluar dari leher botol, berjumlah kecil.

Pengertian Bottleneck

Konsep bottleneck dalam ilmu teknik berupa adanya limitasi kinerja pada sistem secara keseluruhan karena ada kesalahan pada salah satu komponen. Bottleneck pada komputer terjadi pada aliran data yang keluar-masuk pada hardware. Selain dibidang teknologi, konsep bottleneck juga diterapkan pada software komputer, gitar, jalanan, dan masih banyak lagi.

Bottleneck pada perangkat keras komputer terjadi karena penyumbatan data di salah satu atau lebih komponen. Umumnya, penyumbatan ini terjadi karena hardware komputr tidak mampu memproses data secara cepat. Hardware tersumbat ini mempunyai spesifikasi yang lebih lemah dibandingkan hardware-hardware lainnya. Biasanya tempat terjadinya bottleneck di prosesor, RAM, VGA, dan harddisk.

Penyebab bottleneck umumnya terdapat pada kesalahan memilih komputer. Contohnya, menggabungkan Intel Core i7 dengan VGA ATI Radeon 4350 HD adalah kesalahan fatal atau menggabungkan dua buah lebih RAM dengan kecepatan dan ukuran. Sehingga apabila Anda ingin memilih komputer rakitan, sebaiknya perlu lebih teliti lagi melihat komponen-komponen di dalamnya. Jika tidak teliti maka dapat rusaknya sistem sehingga membuat komputer tidak bekerja secara maksimal.

Artikel menarik:  Apa itu Bloatware?

Tidak ada yang menginginkan terjadinya bottleneck. Namun kondisi ini dapat terjadi pada seluruh komputer yang ada di dunia ini. Perlu di ingat bahwa bottleneck bukan virus. Ia tidak berhubungan dengan sistem walaupun akibatnya akan sangat berpengaruh pada sistem juga. Terjadinya bottleneck dalam sebuah komputer dapat membuat komputer bekerja lamban. Bagaimana tidak?

Kondisi bottleneck terjadi karena kurang adanya respon dari bagian tertentu pada komputer sehingga kinerja yang diharapkan pun tidak sesuai. Lambatnya performa juga mampu mempengaruhi kondisi komponen lainnya. Perangkat keras dengan spesifikasi yang lebih tinggi harus ‘mengalah’ pada hardware yang kinerjanya lambat, sebab harus menunggu supaya proses yang dibebankan kepada komponen yang mengalami bottleneck selesai.