Seputar Tekno

Mengenal Istilah Database

Saat mengembangkan sebuah website yang bersifat dinamis, maka bisa dipastikan bahwa Anda akan memerlukan sebuah database. Namun apakah Anda mengenal istilah database tersebut? Secara harfiah, database adalah kumpulan informasi yang disusun sehingga mudah diakses, dikelola dan diperbaharui.

Data akan disusun dalam barisan, kolom dan tabel, dan diindeks agar lebih mudah menemukan informasi yang relevan. Data akan diperbarui, diperluas dan dihapus saat informasi baru ditambahkan. Sementara itu, database komputer biasanya berisi kumpulan catatan data atau file, seperti transaksi penjualan, katalog produk dan inventaris, dan profil pelanggan.

Pengertian Database
Database, bisa disebut juga kumpulan data yang terorganisir. Database relasional, yang lebih ketat, adalah kumpulan skema, tabel, kueri, laporan, view, dan elemen lainnya. Perancang database biasanya mengatur data untuk memodelkan aspek realitas dengan cara yang mendukung proses yang membutuhkan informasi, misalnya memodelkan ketersediaan kamar di hotel dengan cara yang mendukung pencarian hotel dengan lowongan.

Sedangkan, sistem manajemen basis data (DBMS) adalah aplikasi perangkat lunak komputer yang berinteraksi dengan pengguna akhir, aplikasi lain, dan database untuk menangkap dan menganalisis data. Tujuan umum DBMS ialah untuk memungkinkan definisi, pembuatan, query, update, dan administrasi database. DBMS yang terkenal meliputi MySQL, PostgreSQL, EnterpriseDB, MongoDB, MariaDB, Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, SAP HANA, MemSQL, SQLite dan IBM DB2.

Database tidak umum digunakan di DBMS yang berbeda, namun DBMS yang berbeda dapat saling beroperasi dengan menggunakan standar seperti SQL dan ODBC atau JDBC untuk mengizinkan satu aplikasi bekerja dengan lebih dari satu DBMS. Sistem database yang paling populer sejak tahun 1980-an telah mendukung model relasional, umumnya terkait dengan bahasa SQL. Kadang-kadang DBMS secara longgar disebut sebagai “database”.

Biasanya, pengelola database memberi pengguna kemampuan untuk mengontrol akses baca atau tulis, menentukan pembuatan laporan dan menganalisis penggunaan. Beberapa database menawarkan ACID (atomicity, consistency, isolation and durability) untuk menjamin data konsisten dan transaksi selesai.

Database lazim dalam sistem mainframe besar, namun juga hadir di workstation terdistribusi yang lebih kecil dan sistem mid-range, seperti komputer IBM AS/400 dan komputer pribadi.
Evolusi Database

Database telah berkembang sejak awal tahun 1960an, dimulai dengan database hierarkis dan jaringan, sampai tahun 1980an dengan database berorientasi objek, dan saat ini dengan database SQL dan NoSQL dan database awan.

Dalam satu tampilan, database dapat diklasifikasikan menurut jenis konten seperti bibliografi, teks lengkap, angka dan gambar. Dalam komputasi, database terkadang diklasifikasikan menurut pendekatan organisasinya. Ada banyak jenis database, mulai dari pendekatan yang paling umum, database relasional, database terdistribusi, database awan atau database NoSQL.

1. Database relasional
Database relasional, yang ditemukan oleh E.F. Codd di IBM pada tahun 1970, adalah database tabular dimana data didefinisikan sehingga dapat direorganisasi dan diakses dengan berbagai cara.

Artikel menarik:  Mengenal Layar Bezel-less beserta Kelebihan & Kekurangannya

Database relasional terdiri dari satu set tabel dengan data yang sesuai dengan kategori yang telah ditentukan. Setiap tabel memiliki setidaknya satu kategori data dalam sebuah kolom, dan setiap baris memiliki instance data tertentu untuk kategori yang didefinisikan di kolom.

Structured Query Language (SQL) adalah antarmuka pengguna dan aplikasi program standar untuk basis data relasional. Database relasional mudah diperluas, dan kategori data baru dapat ditambahkan setelah pembuatan database asli tanpa mengharuskan Anda memodifikasi semua aplikasi yang ada.

2. Database terdistribusi
Database terdistribusi adalah basis data di mana sebagian basis data disimpan di beberapa lokasi fisik, dan pemrosesannya tersebar atau direplikasi di antara berbagai titik dalam jaringan. Database terdistribusi juga bisa homogen atau heterogen.

Semua lokasi fisik dalam sistem database terdistribusi yang homogen memiliki perangkat keras dasar yang sama dan menjalankan sistem operasi dan aplikasi database yang sama. Perangkat keras, sistem operasi atau aplikasi database dalam database terdistribusi heterogen mungkin berbeda di masing-masing lokasi.

3. Database awan
Database awan adalah database yang telah dioptimalkan atau dibangun untuk lingkungan virtual, baik di awan hibrida, awan publik atau awan pribadi. Database awan memberikan manfaat seperti kemampuan untuk mengoptimalkan kapasitas penyimpanan dan bandwidth berdasarkan penggunaan per-penggunaan, dan menyediakan skalabilitas sesuai permintaan, bersamaan dengan ketersediaan tinggi. Database awan juga memberi kesempatan kepada perusahaan untuk mendukung aplikasi bisnis dalam penyebaran perangkat lunak sebagai layanan.

4. Database NoSQL
Database NoSQL berguna untuk kumpulan data terdistribusi besar. Database NoSQL efektif untuk masalah performa data besar yang database relasional tidak dibangun untuk dipecahkan. Mereka paling efektif bila sebuah organisasi harus menganalisis potongan data atau data tidak terstruktur yang tersimpan di beberapa server virtual di awan.

5. Database berorientasi objek
Item yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman berorientasi objek sering disimpan dalam basis data relasional, namun basis data berorientasi objek sangat sesuai untuk item tersebut.

Database berorientasi objek diatur di sekitar objek daripada tindakan, dan data daripada logika. Misalnya, catatan multimedia dalam basis data relasional dapat menjadi objek data yang dapat didefinisikan, berlawanan dengan nilai alfanumerik.

6. Database grafik
Database graph-oriented, atau database grafik, adalah jenis database NoSQL yang menggunakan teori grafik untuk menyimpan, memetakan dan menjalan hubungan. Grafik database pada dasarnya adalah kumpulan simpul dan tepi, di mana setiap node mewakili entitas, dan masing-masing tepi mewakili hubungan antara node.

Grafik database semakin populer untuk menganalisis interkoneksi. Misalnya, perusahaan mungkin menggunakan database grafik untuk menambang data tentang pelanggan dari media sosial.