iPhoneSeputar Tekno

Mengapa Toh iPhone Yang Super Mahal Itu Laku Keras?

Meski dibandrol dengan harga jual yang cukup mahal, ternyata generasi terbaru iPhone 5S dan 5C berhasil mencatat rekor penjualan sebanyak 9 juta unit selama 3 hari. Hal yang serupa juga pernah terjadi tatkala iPhone 5 diluncurkan tahun lalu, dimana penjualannya mencatatkan rekor kala itu dengan 5 juta unit dalam 1 pekan saja.

Produk yang diproduksi oleh Apple (iPhone, iPad, iPod, iMac) memang telah menghipnotis masyarakat. Bahkan ketika harganya sudah terasa tak lagi masuk akal jika dibandingkan dengan produk lain yang setara. Persaingan dengan vendor terkenal lain yang cukup tajam terjadi toh pada kenyataannya tidak menggoyahkan iPhone dari tradisi mengantri berjam-jam untuk membelinya. Tak salah rasanya jika baru-baru ini pun Apple dinobatkan sebagai brand paling mahal sejagat raya mengalahkan Coca-Cola yang sudah memimpin selama 13 tahun belakangan.

apple

Apple is Apple
Sebetulnya, pada mulanya Apple adalah sebuah merek yang dimaksudkan untuk menjadi gerakan perlawanan terhadap brand-brand mainstream. Segmen pasarnya adalah anak muda yang dianggap ‘berbeda’ dan ‘pemberontak’ dalam pergaulan. Hal tersebut agak kontrakdiktif mengingat margin keuntungan besar yang diambil oleh Apple yang berakibat harga jual produknya menjadi mahal.

Tetapi, nyatanya para pecinta Apple justru bertambah banyak dari hari ke hari. Kue market share yang sebelumnya amat kecil pun bertumbuh hingga 2 digit di angka sekitar 10%. Lantas pada akhirnya Apple berubah menjadi simbol kekerenan masyarakat yang menggunakannya.

Loyal is Loyal
Kecintaan Apple diwujudkan dalam komunitas-komunitas pecintanya (Apple Enthusiast) yang tersebar di seluruh dunia. Bagi pengguna Apple, beralih ke merek lain adalah hal yang sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Barangkali mirip dengan pengguna mobil merek Honda yang sudah merasa nyaman dengan merek tersebut.

Artikel menarik:  Mengenal Layar Bezel-less beserta Kelebihan & Kekurangannya

iphone 5s cetak rekor

Dari sisi loyalitas pemakai, merek Apple nyaris tidak tertandingi. Pengguna iOS akan merasa jengah ketika menggunakan Android, pengguna iPhone akan sebal ketika menggunakan Samsung meski versi teranyar, pengguna iPad akan kesal dan tak nyaman ketika menggunakan tablet lain. Begitulah hebatnya merek satu ini.

iPhone di Indonesia
Segmen pengguna iPhone di Indonesia sangat terbatas. Biasanya berasal dari kalangan berduit, berpendidikan tinggi, tinggal di daerah perkotaan, metropolis sejati dan tak segan mengeluarkan uang untuk membiayai gaya hidup tinggi (royal). Bahkan, bisa jadi komunitas pengguna iPhone-lah yang serius membeli musik halal (non-bajakan) melalui iTunes dan applikasi resmi di app-store Apple menggunakan uang sungguhan. Di sisi lain, semakin ke depan, OS persaing seperti Android semakin penuh dengan applikasi ‘sampah’ yang tak jarang ilegal, penuh tipu-tipu dan tidak berkualitas.

iPhone is Quality
Jika seseorang memegang benda bernama iPhone, maka orang tersebut akan langsung tahu perbedaannya dibandingkan dengan ponsel merek lainnya. Kesan elegan, ekslusif, mudah dan nyaman digunakan akan langsung bisa dirasakan. Dan harus diakui bahwa meski mahal, iPhone memiliki kualitas yang sangat baik dari segi materi pembuatnya.

So, sudah tidak heran kan mengetahui mengapa iPhone laku seperti kacang goreng meski dujual mahal?