Tutorial

Langkah-Langkah Persiapan Upgrade PC ke Windows 10

Windows 10 sudah tiba! Yang lebih menghebohkan, para pengguna Windows 7 dan Windows 8.1 berlisensi resmi dapat melakukan upgrade ke Windows 10 secara gratiss! Tapi, tunggu sebentar. Sebelum Anda serta-merta menginstall OS Windows terbaru tersebut, Anda perlu memerika apakah sistem komputer Anda mampu menjalankan Windows 10. Jangan sampai sistem komputer Anda malah kacau paska proses instalasi.

Langkah-Langkah Persiapan Upgrade PC ke Windows 10

Berikut ini langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan PC Anda sebelum meng-upgrade ke Windows 10.

Langkah 1 : Periksa kompabilitas
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan PC Anda memenuhi persyaratan sistem operasi Windows 10. Persyaratan tersebut antara lain :
– Kecepatan CPU minimal 1 GHz.
– Kapasitas RAM minimal 1 GB untuk sistem 32-bit, minimal 2 GB untuk sistem 64-bit.
– Kartu grafis DirectX9 atau versi yang lebih baru dengan driver WDDM 1.0.
– Resolusi layar paling tidak 800×600 piksel.

Jika program Windows Update Anda aktif, mungkin Anda sudah menyadari ikon “Get Windows 10” yang sering muncul di sudut kanan bawah sistem tray. Anda dapat mengklik ikon ini dan memilih opsi “Check your PC” untuk memeriksa apakah sistem komputer Anda mampu mengoperasikan Windows 10.

Perlu Anda ketahui, beberapa fitur canggih Windows 10 mungkin memerlukan hardware yang lebih canggih pula. Sebagai contoh, fitur Windows Hello membutuhkan kamera infrared khusus serta perangkat scanner sidik jari agar dapat melakukan log-in otomatis dengan cara mendeteksi wajah dan sidik jari pengguna.

Langkah 2 : Back-up file-file Anda
Sebelum melakukan upgrade sistem operasi, pengguna harus selalu melakukan back-up terutama untuk file-file yang penting, termasuk foto, musik, dan video. Pastikan bahwa hasil back-up tersebut tidak disimpan di PC itu sendiri, melainkan dipindahkan ke media penyimpanan eksternal lain, semisal hardisk eksternal atau USB Flash Drive. Anda juga dapat memanfaatkan layanan cloud storage untuk menyimpan file back-up Anda untuk sementara waktu. Sebab, proses upgrade akan menghapus semua file di hardisk komputer agar hardisk dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan dan cara kerja sistem operasi yang baru.

Langkah 3 : Buat daftar program beserta license key mereka
Anda harus membuat daftar semua program yang telah terinstal di PC sebelum melakukan upgrade sistem operasi. Lengkapi daftar tersebut dengan license key masing-masing program. Apa itu license key? License key adalah sederet angka dan/atau huruf yang diberikan oleh sang developer software saat Anda membeli programnya. Jika program tersebut dibeli di toko secara retail berupa CD atau DVD, license key biasa tercantum di bungkus atau di stiker yang ditempel di piringan program. Jika program dibeli secara online, periksa license key di dalam email tanda terima dari si developer atau penjual. Jika Anda menginstal program bajakan… yah, itu lain cerita.

Setelah upgrade sistem operasi berhasil, file-file lama di harddisk komputer telah lenyap, sehingga Anda perlu menginstal ulang program-program lama Anda. Untuk melakukan instalasi ulang program, Anda perlu memasukkan license key lagi.

Langkah 4 : Kumpulkan driver hardware Anda
Bahkan jika hardware Anda dapat berfungsi di Windows 10, mungkin sudah tersedia driver hardware versi terbaru yang dapat meningkatkan performa dan stabilitas atau memberikan fitur-fitur tambahan. Sehingga, Anda perlu mengumpulkan driver setiap hardware Anda, terutama printer dan kartu grafis. Kunjungi website vendor masing-masing hardware yang Anda gunakan untuk meng-update driver mereka ke versi terbaru.

Semoga bermanfaat!