Seputar Tekno

Ketahui 5 Sensor Keamanan Biometrik pada Smartphone

Demi menghindari adanya pencuri yang ke dalam rumah, pasti Anda akan memasang sistem keamanan yang terpasang diluar seperti pagar, CCTV atau penjagaan langsung oleh security. Begitu pula dengan smartphone, bedanya di perangkat pintar ini Anda akan menggunakan sistem keamanan digital seperti password, pola, dan PIN. Namun seiring berkembangnya teknologi, sistem keamanan berevolusi lebih canggih. Apa sajakah itu? Mari ketahui 5 sensor keamanan biometrik pada smartphone berikut ini.

Biometrik adalah metode untuk mengenali seseorang berdasarkan karakteristik fisik, ciri-ciri, dan tingkah lakunya secara otomatis. Biasanya karakteristik yang digunakan sebagai indikator untuk mengenali seseorang berupa wajah, sidik jari, pola tangan, tulisan, iris, retina, suara, atau pembuluh darah. Memanfaatkan kelebihan fisik unik dari tubuh seperti sidik jari atau iris mata dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengidentifikasi dan memverifikasi orang tersebut.

Teknologi biometrik pun diterapkan pada smartphone atau perangkat gadget lainnya demi melindungi data-data penting di dalamnya. Lantas, jenis biometrik mana yang diterapkan pada ponsel cerdas saat ini? Mari kita ketahui bersama di bawah ini:

1. Sidik Jari atau Fingerprint Scanner
Pemindai sidik jari alias fingerprint scanner adalah sistem keamanan biometrik yang sekarang biasa ditemukan pada smartphone keluaran terbaru. Fitur keamanan ini juga fleksibel, bisa diletakkan di bagian belakang, depan atau pada tombol power smartphone. Mengapa demikian? Alasan menurut perhitungan peneliti Francis Galton, kemungkinan kesetaraan sidik jari manusia hanya 1 berbanding 64 miliar orang, jadi tidak heran fitur ini disematkan dari smartphone murah hingga kelas flagship seperti iPhone X atau Samsung Galaxy Note 8.

Sidik jari adalah salah satu ciri fisik manusia yang unik, yang berarti mereka diciptakan berbeda dengan individu lainnya. Sidik jari manusia akan digambarkan dengan pola bukit dan lembah yang dibuat agar lebih mudah mencengkram sesuatu, seperti pola tapak ban yang berperan dalam mendapatkan pegangan atau grip pada jalan aspal. Kode genetik dalam DNA memberikan informasi tentang bagaimana kulit harus terbentuk saat janin masih berada.

Sistem pemindai sidik jari memiliki dua tugas dasar. Pemindai mendapatkan gambar jari dan kemudian menentukan pola bukit dan lembah pada gambar yang diperoleh, sesuai dengan pola yang ditunjukkan pada gambar yang dipindai sebelumnya. Hanya karakteristik spesifik dan unik masing-masing sidik jari yang tersimpan dalam kode biometrik terenkripsi. Data yang tersimpan dalam memori adalah serangkaian bilangan biner yang digunakan untuk verifikasi.

2. Suara (Voice Recognition)
Setiap orang dilengkapi dengan suara yang memiliki ciri khas tersendiri. Makanya hampir semua smartphone saat ini memanfaatkan sensor biometrik ini di aplikasi. Salah satunya aplikasi asisten digital yang sudah banyak digunakan. Misalnya saat Anda menggunakan Google Assistant di Android atau Siri di iOS. Keduanya akan mengenali suara pengguna saat pertama kali melakukan rekaman di sistem autentikasi.

Artikel menarik:  Apa itu Sina Weibo?

Namun kadang kala sistem pengenalan suara atau program bisa saja membuat kesalahan. Suara anak-anak berteriak, anjing menggonggong, dan percakapan eksternal yang keras bisa menghasilkan masukan yang salah. Sebagian besar ini bisa dihindari hanya dengan menggunakan sistem di ruangan yang sunyi. Ada juga masalah dengan kata-kata yang terdengar sama tapi dieja berbeda dan memiliki arti yang berbeda, misalnya, “hear” dan “here”. Masalah ini mungkin suatu hari nanti bisa diatasi dengan menggunakan informasi kontekstual yang tersimpan. Namun, ini akan membutuhkan lebih banyak RAM dan prosesor yang lebih cepat daripada saat ini.

3. Mata (Iris dan Retina Scanner)
Mata sebagai indera penglihatan tidak lepas dari teknologi biometrik ini. Anda juga bisa menemukan pemindai mata berupa pemindai iris dan pemindai retina pada beberapa perangkat smartphone kelas atas yang beredar di pasaran saat ini.

Sebut saja Microsoft Lumia 950 hingga yang paling anyar di seri Samsung Galaxy S8. Pemindai iris dan retina ini akan membaca pola unik pada area mata pada setiap orang. Anda juga bisa lebih kompleks dalam menjaga keamanan data-data di dalam smartphone.

4. Telapak Tangan (Palm Scanner)
Selain sidik jari, palm scanner alias pemindai telapak tangan ini rencananya akan digunakan sebagai sensor keamanan biometrik di masa depan. Bahkan salah satu merek smartphone asal Korea Selatan telah mendaftarkan hak patennya. Samsung dikabarkan akan menggunakan kamera utama dalam penggunaan palm scanner. Namun, meski sudah terdaftar secara resmi, Samsung belum mengungkapkan teknologi ini akan digunakan pada Galaxy S9 atau tidak.

5. Wajah (Face Recognition)
Fitur pemindai wajah alias face recognition ini mendongkrak kepopulartitas akhir-akhir ini. Pasalnya smartphone buatan Apple, iPhone X menanamkan FaceID untuk mengganti TouchID yang dilepas karena menghilangkan tombol Home. Tak hanya di iPhone X, di Android juga, Anda bisa mengaktifkan fitur face scanner via Smart Lock di settingnya. Anda dapat menggunakan Trusted Face untuk membuka kunci smartphone hanya dengan wajah Anda sendiri.