Seputar Tekno

Kelebihan dan Kekurangan Microsoft Access versi Terbaru

Saat mengoperasikan sebuah komputer, Sobat Gaptex sudah sering mendengar tentang berbagai aplikasi untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari. Program aplikasi yang sangat populer saat ini kebanyakan berasal dari Microsoft Office, seperti Ms. Word, Ms. Excel, Ms. Powerpoint maupun Ms. Access. Dan pada kesempatan kali ini, kami akan membahas lebih lanjut mengenai Ms. Access, serta kelebihan dan kekurangan Microsoft Access versi terbaru tahun 2016.

Pengertian Microsoft Access
Microsoft Access adalah sistem manajemen basis data (database management system/DBMS) dari Microsoft yang menggabungkan Microsoft Base Engineer relasional dengan antarmuka pengguna grafis dan alat pengembangan perangkat lunak. Kumpulan ini adalah anggota serangkaian aplikasi Microsoft Office, termasuk dalam edisi Profesional dan edisi yang lebih tinggi atau dijual terpisah.

Baca juga: Mengenal Office 365

Microsoft Access mampu menyimpan data dalam formatnya sendiri berdasarkan Access Jet Database Engine. Aplikasi ini juga dapat mengimpor atau menghubungkan langsung ke data yang tersimpan dalam aplikasi dan database lain.

Pengembang perangkat lunak, arsitek data dan pengguna listrik dapat menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi. Seperti aplikasi Microsoft Office lainnya, Access didukung oleh Visual Basic for Applications (VBA), bahasa pemrograman berbasis objek yang dapat merujuk berbagai objek termasuk DAO (Data Access Objects), ActiveX Data Objects, dan banyak komponen ActiveX lainnya. Objek visual yang digunakan dalam bentuk dan laporan mengekspos metode dan properti mereka di lingkungan pemrograman VBA, dan modul kode VBA dapat menyatakan dan memanggil operasi sistem operasi Windows.

Microsoft Access bisa menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft SQL Server, Microsoft Jet Database Engine, Oracle Database, dan semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para programmer yang mahir juga bisa menggunakannya untuk mengembangkan software yang kompleks, sedangkan para programmer yang kurang mahir bisa menggunakannya untuk mengembangkan software yang sederhana. Microsoft Access juga mampu mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, namun tidak bisa digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

Penggunaan Microsoft Access
Microsoft Access banyak digunakan oleh perorangan atau usaha kecil dan menengah, dalam sebuah organisasi kecil yang bahkan dapat digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, serta pemrogram untuk membuat sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan manipulasi data.

Aplikasi ini juga bisa digunakan sebagai database untuk aplikasi Web dasar yang tersimpan pada server yang menjalankan Microsoft Internet Information Services (IIS) dan Microsoft Active Server Pages (ASP). Kendati demikian, penggunaan Access saat ini kurang digunakan lagi, mengingat sudah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan lebih tinggi.

Beberapa developers aplikasi profesional menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan aplikasi dengan cepat (digunakan sebagai Rapid Application Development/RAD tool), terutama untuk pembuatan prototipe untuk program yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk para salesman.

Microsoft Access tidak begitu bagus saat diakses melalui jaringan sehingga aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung menggunakan solusi solusi manajemen database yang bersifat client / server. Namun demikian, antarmuka Access (form, report, query, dan kode Visual Basic) yang dimilikinya bisa digunakan untuk menangani database yang benar-benar diproses oleh sistem manajemen basis data lain, seperti Microsoft Jet Database Engine (yang secara default digunakan oleh Microsoft Access), Microsoft SQL Server, Oracle Database, dan produk lainnya yang mendukung ODBC.

Microsoft Access Versi Terbaru
Microsoft Access 2016 merupakan versi terbaru Access yang sebelumnya mencakup Access 2013, Access 2010, Access 2007 dan Access 2003. Microsoft Access 2016 begitu kompatibel dengan Windows 10, Windows 8.1 dan Windows 7. Beberapa peningkatan yang berada di dalamnya pun lebih bervariasi dan lebih bermanfaat untuk penggunanya.

Adapun fitur yang diusung oleh Microsoft Access versi terbaru:

1. Buat Aplikasi Kustom dengan Cepat Tanpa menjadi Pengembang
Saat ini, Microsoft Access lebih dari sekedar cara untuk membuat database dekstop. Alat bantu ini mempermudah Anda untuk membuat aplikasi database berbasis browser dengan cepat sehingga usaha bisnis yang Anda jalankan menjadi lancar. Data pun akan tersimpan secara otomatis di database SQL agar selalu aman sekaligus dapat berbagai aplikasi dengan rekan kerja secara mudah.

Kemudian, Anda bisa membuat aplikasi kustom dan mendapatkan inspirasi dari koleksi template aplikasi baru yang didesain secara profesional. Untuk menambah template tabel, Anda cukup mengetik “Tambah tabel” pada kotak teks, kemudian pilih dari tabel terkait untuk menentukan relasi, bidang, dan aturan lainnya dengan cepat.

Artikel menarik:  5 Kamera Aksi Termurah dengan Fitur Mumpuni

2. Buat Aplikasi yang Mudah Digunakan dan Berkembang bersama Bisnis Anda
Sekarang Anda tidak perlu khawatir lagi dengan masalah ‘bingung terhadap data” berkat adanya aplikasi yang secara otomatis memastikan interface tetap atraktif dan mudah digunakan. Selain itu, Microsoft Access versi terbaru ini akan memberi pengalaman pengguna yang konsisten. Aplikasi ini menggunakan kode yang akan membuat tampilan dan nuansanya terasa sangat profesional.

Anda juga bisa melihat sekilas informasi tambahan terkait database tanpa beralih ke layar lain, sehingga Anda bisa mengetahui konteks yang tepat ketika memeriksa atau memasukkan informasi. Kemudian, memasukkan data pun jauh lebih simpel dan lebih sedikit terjadi kesalahan untuk pengguna aplikasi yang mempunyai drop-down dan saran yang dibuat berdasarkan data yang diinput.

3. Lebih Mudah Berbagi Data dan Mengontrol Akses ke Data
Dengan layanan Microsoft Access dan SharePoint Online atau Share Point Server 2013 lokal, kini software Access bisa dikelola dan dipantai dengan mudah lewat situs SharePoint perusahaan dibrowser. Hal ini memungkinkan aksesibilitas multi pengguna dan kontrol izin visibilitas dalam penggunaan aplikasi.

Back end sudah dialihkan ke SQL Server dan Database Microsoft Azure SQL supaya memungkinkan peningkatan keandalan, skalabilitas, keamanan canggih, dan pengelolaan jangka panjang. Kini, Microsoft Access meningkatkan sintaks SQL standar dan back end tugas penting yang sebenarnya, baik itu digunakan secara lokal ataupun di awan.

Selain fitur utama dari Microsoft Access versi terbaru di atas, Anda bisa menemukan keunggulan lainnya seperti:
– Mudah dalam menyusun relasi dan Query table
– Kemudahan pengoperasian aplikasi
– Mendukung query SQL
– Adanya fitur visual table designer dalam mengkonfigurasi struktur tabel secara visual
– Keamanan dan sekuritas file database
– Terintegrasi dengan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0
– Form, tabel, Query, dan report tersimpan di dalam 1 file mdp terpadu
– Mampu menampung basis data dengan jumlah cukup besar
– Kompatibel dengan pemrograman database SQL
– Menggunakan dialek bahasa pemrograman Visual Basic for Applications (VBA) milik Microsoft

Kekurangan Microsoft Access Versi Terbaru
Selain memiliki banyak kelebihan yang menggiurkan, nyatanya Microsoft Access versi terbaru memiliki beberapa kekurangan antara lain:

1. Aplikasi ini Tidak Free atau Proprietary
Aplikasi Microsoft Access bukanlah aplikasi yang gratis yang berarti untuk menggunakan software ini, Anda perlu membayar biaya untuk lisensi software yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi. Hal tersebut berbeda dengan aplikasi freeware dan opensource yang mana tidak dikenakan biaya dalam penggunaannya.

2. Kemungkinan Terjadinya Redundancy atau Collision Data
Basis data Microsoft Access atau MDB sendiri mempunyai kekurangan dimana arsitekturnya belum secanggih basis data lain seperti PHP dan Oracle. Redundancy dan Collision bisa saja terjadi pada basis data yang Anda buat sewaktu-waktu. maka dari itu, penting untuk mencadangkan basis.

3. Orientasi Database Lebih kepada Pengguna Lokal dan Jaringan Berskala Kecil Menengah
Arsitektur database mengenai kelahiran dini lebih ditujukan pada penggunaan lokal dan jaringan kecil menengah sederhana yang mana konsep client-server tidak pernah digunakan.

4. Tidak Adanya Dukungan Penyimpanan Stored Procedure
Stored procedure adalah block script atau funciton yang berisi sekumpulan skrip yang membentuk fungsi tertentu. Stored procedure ini digunakan untuk aplikasi basis data pada umumnya untuk melakukan penyerderhanaan pekerjaan yang berhubungan dengan manajemen data, yang mana fungsi yang kerap digunakan dalam sistem basis data, sehingga tak peru membuat skrip di setiap bagian yang membutuhkannya.

5. Tidak mendukung Multithread
Multithread ialah suatu teknologi yang dianggap mampu menjalankan beberapa proses dalam waktu bersamaan. Selain itu, dalam konteks basis data, multithread bisa diartikan sebagai kemampuan yang memungkinkan banyak pemrosan data dalam satu waktu.

6. Pemrosesan Data Tidak Secepat Web-Base Database
Pada awalnya, Microsoft Access menggunakan file sebagai media penyimpanan basis datanya, maka proses pengelolaannya pun tidak secepat basis data yang berbasis web seperti SQL Server dan SQL Server. Sementara itu, file yang digunakan oleh Microsoft Acces adalah MDB atau Microsoft Database untuk media penyimpanan basis datanya.