Jenis-Jenis RAM dan Fungsinya

Pada umumnya, hardware atau perangkat keras memang selalu dijadikan sebagai salah satu pertimbangan dalam memilih gadget, baik itu komputer, laptop, maupun smartphone yang nantinya akan Anda beli. Salah satu hardware yang patut diperhatikan ialah tingkat kapasitas RAM. Oleh karena itulah, kami akan menjelaskan jenis-jenis RAM dan fungsinya, agar Anda tidak salah memilih saat membeli suatu perangkat teknologi.

Jika Anda sudah mengetahui berbagai jenis RAM, maka Anda bisa memilih RAM terbaik di antara semua pilihan, sehingga perangkat yang sudah dibeli, memang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda sendiri. Sebelum memasuki pembahasan lebih dalam, alangkah baiknya Anda mengetahui pengertian dan kegunaan dari RAM terlebih dahulu, baru mengetahui jenis-jenisnya.

Pengertian RAM
RAM merupakan singkatan dari Random Acces Memory) yang bisa diartikan dalam berbagai artian berbeda. Ditinjau dari sudut pandang input area, RAM bisa didefinisikan sebagai media penyimpanan data masukan untuk diolah nantinya. Namun, jika ditinjau dari sudut pandang pemrograman area, maka RAM bisa diartikan sebagai media penyimpanan data yang akan diproses selanjutnya.

Kemudian, dari sudut pandang working area, RAM sendiri didefinisikan sebagai media penyimpanan yang digunakan untuk menyimpat data hasil olahan yang nantinya akan dikerjakan. Terakhir, dari sudut pandang output area, maka pengertian RAM ialah media penyimpanan dari data yang sudah selesai diolah.

Dari pengertian dan definisi di atas, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa RAM merupakan suatu media penyimpanan data-data, sekaligus instruksi hasil dari pengolahan yang menggunakan sistem pemrograman komputer, laptop, atau smartphone. Selain itu, RAM juga bisa menjadi media penyimpanan sementara saat komputer sedang digunakan.

Penyimpanan RAM bersifat sementara, sehingga setelah komputer mati, RAM pun kembali kosong dan diisi data baru yang diperlukan ketika komputer digunakan kembali. Menariknya, isi dari RAM tersebut bisa diakses secara acak atau random sehingga kinerja RAM lebih cepat dibandingkan harddisk atau media penyimpanan lainnya.

Fungsi RAM
Dari pengertian RAM di atas, mari kita beralih ke fungsi suatu RAM. RAM termasuk hardware yang cukup vital dalam produk teknologi. Fungsi utama dari RAM adalah mempercepat pemrosesan data pada komputer. Tidak heran jika semakin besar kapasitas RAM yang dipasang, maka semakin cepat pula komputer tersebut bekerja.

Selain itu, RAM juga berfungsi sebagai media penyimpanan sementara ketika gadget dalam keadaan hidup. Contohnya, saat Anda mengetik sebuah dokumen di Microsoft Word, lalu Anda tutup tanpa menyimpan terlebih dahulu, dokumen yang sudah Anda ketik tadi akan tersimpan di memori RAM. Maka, Anda bisa membuka dokumen tersebut melalui history terakhir dari Microsoft Word tadi.

Lantas bagaimana cara kerja dari RAM tersebut? Cara kerjanya yaitu saat komputer pertama kali dihidupkan, prosesor akan membutuhkan data yang tersimpan dalam harddisk untuk diproses. Namun, harddisk yang menjadi media penyimpanan data tidak mampu untuk melayani permintaan pengiriman data pada kecepatan tinggi, karena teknologi yang tersemat pada prosesor dan harddisk sangatlah berbeda.

Prosesor dengan teknologi digital murni, sedangkan harddisk menggunakan mekanis digital sehingga akan menjadi masalah yang akan memicu terjadinya ‘bottle-neck’ begitu parah. Oleh karena itulah, sangat dibutuhkan komponen lain untuk menjebatani keduanya yaitu RAM. Dengan adanya RAM, performa komputer pun menjadi ringan dan berjalan lancar.

Jenis-Jenis RAM dan Fungsinya
Seiring berjalannya waktu, teknologi RAM semakin berkembang sehingga memberikan berbagai pilihan jenis beserta fungsi yang berbeda. Berikut ini beberapa jenis RAM sesuai dengan teknologi yang digunakan:

1. DRAM
DRAM atau Dynamic Random Access Memory merupakan jenis RAM semi konduktor yang membutuhkan kapasitor sebagai tumpuan untuk menyegarkan data yang berada di dalamnya. RAM tersebut mempunyai kecepatan yang lebih tinggi, tapi lebih rendah dibandingkan SRAM.

Lebih jelasnya, DRAM ialah jenis RAM yang menyimpan setiap bit data yang terpisah dalam suatu kapasitor dalam satu sirkuit terpadu. Namun karena kapasitornya selalu bocoran, informasi yang tersimpan akan hilang, kecuali jika kapasitor tersebut disegarkan secara berkala. Hal ini membuatnya begitu dinamis dibandingkan memori statik lainnya.

Keuntungan dari DRAM sendiri ialah kesederhanaan struktural karena hanya membutuhkan satu transistor dan kapasitor yang diperlukan per bit, dibandingkan dengan empat buah di transistro SRAM. Oleh karena itulah, DRAM mampu mencapai kepadatan yang sangat tinggi. Sayangnya, DRAM mudah sekali ‘menguap’ karena kehilangan data jika aliran listrik turut hilang juga.

2. SRAM
SRAM atau Static Random Access Memory ialah jenis RAM yang terbuat dari semacam semi konduktor yang tidak membutuhkan kapasitor serta tidak membutuhkan penyegaran secara berkala untuk kinerja lebih cepat. Hal ini dikarenakan, SRAM hanya menggunakan transistor, tanpa adanya kapasitor. SRAM sendiri di desain cluster enam transistor yang berguna untuk menyimpan setiap bit informasi.

Desain itulah yang mmembuat SRAM lebih mahal namun juga lebih cepat dari DRAM. Secara fisik chip, biaya pemanufakturan chip pun kira-kira 30 kali lebih besar dari DRAM. Namun sayangnya, SRAM mempunyai kekurangan yaitu biaya produksinya yang mahal sehingga hanya tersedia dalam kapasitas kecil dan dipergunakan untuk bagian yang benar-benar penting saja.

Artikel menarik:  Apa itu NIC?

3. EDO RAM
EDO RAM atau Extended Data Output ialah jenis memori yang bisa menyimpan dan mengambil isi memori secara simultan. Jenis memori ini banyak digunakan untuk menggantikan primary memori yang ada pada komputer terdahulu yakni FPM  RAM. Karena bisa menyimpan dan membaca secara simultan, maka kecepatan baca tulis pada EDO RAM ini bisa lebih cepat juga.

RAM tersebut dikembangkan tahun 1995 dan mempunyai kemampuan yang lebih kencang dalam membaca dan mentransfer data dibandingkan jenis RAM lainnya. Slot memori untuk EDO RAM sendiri ialah 72 pin. Bentuk komponen ini pun lebih panjang dari RAM SIMM, sehingga tak heran bila RAM ini sesuai untuk dipasang pada semua komputer Pentium. Bukan hanya itu, EDO RAM juga cocok untuk dipasang pada komputer dengan bus mencapai 66 MHz.

4. SDRAM
SDRAM atau singkatan dari Synchronous Dynamic Random Access Memory yang memiliki clock speed lebih tinggi dibandingkan EDO dan SIMM. SDRAM ini biasanya digunakan pada prosesor-prosesor generasi terbaru saat ini. Memori tersebut pun biasa dijual dengan spesifikasi bus clock tertentu, contohnya 32 MB/ 133 MHz, yang berarti SDRAM dengan kapasitas 32 MB yang bekerja pada clock 133 MHz.

Selain itu, bus clock yang tinggi juga bisa digunakan jika SDRAM dipasang pada PC dengan prosesor generasi baru yang bekerja pada clock yang tinggi pula, tetapi tidak berpengaruh pada mesin dengan prosesor generasi lama dengan clock yang cukup rendah.

Bisa disimpulkan jika SDRAM menjadi jenis RAM yang mempunyai kecepatan tinggi dibandingkan jenis RAM lainnya. Kecepatan dari RAM ini bisa mencapai 100 hingga 133 MHz. Ciri-ciri dari SDRAM sendiri ialah terdapat dua celah di bagian kakinya dan diletakkan pada slot DIMM/SDRAM di motherboard, serta mampu menampung memori hingga 1 GB.

5. RDRAM
RDRAM atau Rambus Dynamic Random Access Memory ialah sebuah memori berkecepatan tinggi yang digunakan untuk mendukung prosesor Pentium 4. Jenis RAM ini menggunakan slot RIMM yang sama dengan slot SDRAM. Sebuah teknologi chip dinamis besutan Rambus, Inc ini mempunyai lisensi khusus untuk teknologi semi konduktor yang memproduksi chip.

Pada tahun 1995, diperkenalkan chip dasar yang memiliki kecepatan 600 Mbytes per detik. Dua tahun kemudian, Concurrent RDRAM mengalami peningkatan kecepatan sampai 700 MBps dan setahun berikutnya, Direct RDRAM mencapai kecepatan 1,6 GBps.

Concurrent RDRAM pun semakin banyak disematkan pada video games, sedangkan Direct RDRAM biasanya digunakan pada komputer. Tidak heran lagi jika jenis RAM ini dikembangkan untuk komputer dengan prosesor Pentium 4 ataupun untuk keperluan perangkat gaming. Untuk slot memorinya sendiri ialah 184 pin.

6. DDR RAM
DDR atau Double Data Rate sebenarnya menjadi nama untuk sebuah tipe yang menggunakan teknologi double clock cycle. Di dalamnya juga terdapat sesuatu hal yang disebut dengan trigger. Trigger disini bertugas untuk memproses data dari RAM atau VGA yang sudah ditransfer ke prosesor.

Jenis DDR RAM ini sebenarnya menjadi salah satu jenis yang mempunyai kecepatan sangat tinggi diantara jenis-jenis RAM lainnya. Oleh karena itulah, tidak heran jika DDR RAM digunakan diberbagai macam perangkat mutakhir saat ini. RAM ini juga mampu untuk menjalankan dua instruksi sekaligus dalam satuan waktu yang sama. DDR RAM pun mempunyai kapasitas 184 pin dan mengonsumsi daya listrik yang lebih rendah.

Jenis-jenis RAM selanjutnya seperti DDR2 RAM, DDR3 RAM dan DDR4 RAM merupakan pengembangan dari DDR RAM. Kedua jenis RAM di atas digunakan dibanyak laptop saat ini karena lebih menghemat daya listrik dan lebih maksimal dengan kecepatan tinggi. Untuk kapasitas memori jenis ini pun cukup besar hingga 16 GB per chipnya.

7. NVRAM
NVRAM atau Non Volatile Random Access Memory ialah jenis memori komputer dengan akses acak yang biasanya digunakan untuk menyimpan konfigurasi yang dilakukan oleh firmware, seperti EFI, BIOS, atau firmware-firmware lainnya pada perangkat embedded, misalnya router.

Pada umumnya, NVRAM dirancang dengan manufaktur CMOS atau Complimentary Metal Oxide Semiconductor, agar daya yang dibutuhkan juga kecil. Untuk menghidupkannya supaya data yang disimpan tidak hilang, maka NVRAM menggunakan baterai Litium dengan seri CR-2032. Data yang tersimpan pada memori ini pun tidak akan hilang walaupun daya dimatikan (bersifat permanen).