Interaksi Lewat VR, Facebook Rilis Spaces Versi Beta

Pada acara konferensi pengembang tahunan Facebook yang bertajuk “Facebook F8 2017” yang diselenggarakan tanggal 18-19 April kemarin, Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook telah mengumumkan rencana jangka panjang beserta ambisi Facebook untuk 10 tahun ke depan. Zuckerberg yakin apabila tren penggunaan ponsel pintar akan mulai kuno dalam satu dekade ke depan sehingga Facebook bertekad untuk mengembangkan teknologi mutakhir virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) sebagai ‘komunikasi masa depan’.

Interaksi Lewat VR, Facebook Rilis Spaces Versi Beta

Setelah punya peta canggih berbasis AI , Facebook merilis Spaces versi beta sehingga Anda dapat berinteraksi bersama teman-teman lewat VR. Berkat layanan ini, orang-orang yang sangat sibuk sehingga tidak punya waktu lagi untuk bermain dan bercengkrama dengan kerabat dekat, dapat memanfaatkan Spaces untuk memudahkan penggunanya bertatap muka dengan temannya melalui perangkat Oculus VR.

Facebook Spaces memberikan layanan interaksi yang lebih hidup daripada hanya berbalas teks, panggilan suara, bahkan video. Anda dapat melihat teman-teman sebagai avatar 3D yang mampu mewakili wujud asli mereka di dunia nyata. Anda bisa bercerita sambil selfie, menggambar 3D, menunjukkan foto, menonton video bersama, hingga bermain game!

Keberadaan Facebook Spaces tersebut hampir bisa menggantikan acara kumpul-kumpul bersama teman yang jaraknya jauh dari kita meskipun tidak dapat saling bertemu secara langsung. Saat ini, Facebook Spaces masih berstatus Beta dan masih dalam tahap penyempurnaan. Namun, jika Anda tertarik dan kebetulan ingin memiliki Oculus VR (Rift+Touch), maka Anda bisa mendownloadnya di Oculus Store sejak kemarin.

Artikel menarik:  Google Hapus UC Browser dari Play Store, Kenapa?

Selain merilis Facebook Spaces, Mark Zuckerberg juga berambisi untuk menciptakan facebook kamera sebagai platform AR, Facebook Messenger Platform 2.0, M. Digital Assistant yang lebih cerdas, dan “Smart Replies” bot bisnis yang lebih baik. Bukan hanya itu, Facebook juga berencana ingin membuat kacamata Augmented Reality (AR) yang mampu melihat nama seseorang di atas kepala seseorang. Kemudian, Kacamata AR itu kabarnya bisa memberi tahu jika seseorang mengalami gejala demam atau sakit tertentu. Tim Facebook memperkirakan kacamata tersebut baru siap pada 5 tahun mendatang dan bila di tambah waktu proses produk, bisa mencapai hingga 10 tahun lamanya.