Indonesia Segera Uji Balon Internet Google

Untuk menyebarkan koneksi internet secara merata di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah menargetkan balon internet Google untuk segera diuji coba tahun 2016 ini. Saat ini, raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut tengah mengurus berbagai perizinan, terutama izin terkait lalu lintas udara. Perizinan yang dimaksud dilakukan pada Kementerian Perhubungan dan Markas Besar TNI untuk aspek keamanan.

Indonesia Segera Uji Balon Internet Google

Balon internet Google dikenal dengan nama Project Loon, yaitu teknologi balon udara yang bertujuan untuk menyebarkan akses internet, khususnya ke daerah-daerah pelosok. Indonesia berencana mengaplikasikan Project Loon ke wilayah terpencil dan terluar yang belum dapat diakses oleh jaringan operator seluler. Hingga kini, pihak Google masih terkendala oleh izin dari kementerian dan pihak-pihak terkait untuk menerbangkan balon internet tersebut.

Sebelumnya, proyek ini sempat menuai pro dan kontra. Pihak yang kurang setuju dengan Project Loon beranggapan bahwa Google akan melakukan interupsi koneksi di Indonesia. Selain itu, balon internet dikhawatirkan menjadi alat mata-mata untuk pemetaan digital wilayah Indonesia. Atau dengan kata lain, sejumlah pihak masih mempertanyakan sistem keamanan dan kedaulatan negara terkait isu spionase yang mungkin terjadi.

Isu tersebut telah dibantah dengan tidak diberikannya izin kepada Google untuk menjadi operator seluler, namun hanya sebagai media saja. Balon internet rencananya melayang dengan tenaga surya di lapisan stratosfer karena tidak ada aktivitas penerbangan di lapisan tersebut. Balon internet akan diterbangkan dengan ketinggian 20 km dan jangkauan 40 km. Balon ini bisa terbang selama 150 hari sebelum energinya habis dan menjadi kempis.
Seperti dikatakan Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika pada Sabtu lalu (13/08/2016) di Yogyakarta, secara teknis, balon internet Google sudah siap mengudara. Prinsip kerjanya yakni balon itu akan membawa infrastruktur telekomunikasi berupa base transceiver station (BTS). Adapun BTS ini berfungsi untuk menyebarkan akses internet dengan teknologi 4G LTE dari beberapa operator telekomunikasi di Indonesia.

Baca Juga :  Intip Spesifikasi dan Harga Huawei 5X

Google jelas tidak bisa berjalan sendiri, sebab dibutuhkan perhitungan ekonomis yang juga melibatkan pihak operator. Hingga saat ini, Google sudah menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan operator seluler terbesar di Indonesia, yaitu Indosat Ooredoo, Telkomsel, dan XL Axiata. Lebih lanjut, Rudiantara menjelaskan bahwa uji coba balon internet tahun ini direncanakan di wilayah pedalaman luar Jawa yang belum mendapatkan akses 4G LTE.

Share Button

Langganan Newsletter Gaptex

Dapatkan informasi terbaru seputar teknologi, gadget dan cara mendapatkan uang melalui internet langsung ke email Anda...

This information will never be shared for third part