Hati-Hati, Charger Ponsel Juga Bisa Membunuh Anda!

Lagi, sebuah kisah tragis yang disebabkan oleh charger USB handphone ramai diberitakan di dunia maya. Seorang warga Australia dikabarkan meninggalkan dunia akibat charger USB ‘aspal’ yang digunakannya.

Charger Ponsel Juga Bisa Membunuh Anda

Otoritas Australia yang menangani kasus ini seketika langsung mengeluarkan aturan ketat tentang pengedaran charger abal-abal tanpa standar keamanan yang jelas. Bahkan, denda cukup besar diberikan bagi pihak yang menyediakan charger jenis ini, yaitu sebesar 1 milyar.

Sebagai sebuah perangkat elektronika, charger yang sepertinya sepele sudah sepantasnya memiliki standar keamanan yang tinggi. Berita tragis mengenai kematian yang disebabkan oleh kabel USB ini memang sudah kerap terjadi beberapa kali sebelumnya sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih.

Charger di Indonesia?
Lalu bagaimana dengan kondisi di tanah air? Cukup mirip mengingat bahwa sejak beberapa tahun belakangan ini, charger dan aksesoris abal-abal membanjiri pasar dalam negri seakan tanpa pengawasan khusus. Hampir seluruh produk charger abal-abal diimpor dari China. Tentu saja harga jualnya yang miring menjadi daya tarik utama, jika dibandingkan harga original yang mahal.

Mirisnya, terkadang produk abal-abal tersebut dijual seakan-akan produk original dengan harga cukup tinggi. Bahkan, sebuah paket ponsel baru pun bisa diganti aksesoris bawaannya dengan versi abal-abal.

Memang berita mengenai kematian atau kecelakaan yang terjadi akibat USB charger masih belum terdengar di Indonesia. Tapi bukan tak mungkin kisah-kisah yang tak diinginkan tersebut akan terjadi jika pemerintah sebagai regulator tak melakukan pengawasan ketat.

Bagi para pengguna, bijaklah dengan memilih produk original dengan standar keamanan yang tinggi. Jangan tertipu dengan produk palsu yang bisa membahayakan nyawa Anda.

Semoga bermanfaat!

Share Button

Langganan Newsletter Gaptex

Dapatkan informasi terbaru seputar teknologi, gadget dan cara mendapatkan uang melalui internet langsung ke email Anda...

This information will never be shared for third part