Geser Lenovo, HP jadi Raja Pasar PC Dunia

Brand HP atau Hewlett-Packard memang dari dulu dikenal sebagai penguasa PC di dunia. Tetapi sejak tahun 2013 silam, posisinya digantikan oleh Lenovo sampai tahun-tahun berikutnya. Perusahaan asal Tiongkok itu berhasil menjadi Raja selama 4 tahun lamanya. Namun kini Lenovo harus menelan pahit sebab HP kembali berjaya dan sukses melengserkan Lenovo untuk menjadi Penguasa pasar PC terbesar di dunia.

Geser Lenovo, HP jadi Raja Pasar PC Dunia

Informasi tersebut diketahui oleh laporan lembaga riset pasar IDC yang mengumumkan perubahan kondisi pasaran PC dunia saat ini. Pada kuartal pertama 2017, HP berhasil merebut posisi pertama dengan angka sebesar 21,8 %, sedangkan di urutan kedua terdapat brand Lenovo dengan angka 20,4 %. Untuk posisi ketiga dan keempat, ada brand Dell dan Apple yang keduanya mempunyai angka 15,9 % dan 7%. Kemudian, posisi kelima ditempati oleh merk Acer dengan angka 6,8 %.

Tetapi perolehan angka tersebut juga tidak mempengaruhi kondisi pasar PC saat ini karena angka peningkatan yang tergolong sangat kecil. Di akhir kuartal pertama tahun 2017, IDC juga mencatatkan jika penjualan PC ke seluruh dunia hanya mencapai angka 60.328.000 juta unit, dimana hanya naik sebesar 0,6 % saja dari tahun lalu. Angka penjualan itu mampu mematahkan prediksi yang mengungkapkan bahwa kuartal pertama tahun ini akan ada penurunan sebesar 1,8%.

Artikel berhubungan:  4 Game Alternatif Mirip Flappy Bird

Satu lagi yang perlu di carat bahwa angka penjualan yang dirilis oleh lembaga riset IDC tersebut karena menyertakan laptop Google Chromebook. Hal ini menjadi faktor pendukung yang cukup memberikan andil dalam peningkatan yang sangat kecil. Tetapi ada yang berbeda muncul dari lembaga riset pasar lain yang mengungkapkan jika Gartner, mengatakan bahwa PC pada kuartal pertama 2017 mengalami penurunan sebesar 2,4 % karena Gartner tidak ikut menyertakan Google Chromebook.

Meskipun melaporkan angka yang berbeda, baik Gartner atau IDC sama-sama sepaham kalau pasar PC tahun ini masih terhambat masalah suplai DRAM dan NAND Flash. Harga kedua komponen memori tersebut terus saja meningkat sehingga berpengaruh pada naiknya harga PC sampai akhir tahun 2017. Namun, kenaikan harga PC setiap tahunnya tidak bakal mengurangi niat para perorangan atau perusahaan untuk membeli aset teknologi terbaru, baik laptop atau dekstop.