BloggingSeputar Tekno

[Email Marketing] Perbedaan Antara Hard dan Soft Bounce?

Sobat Gaptex, posting kali ini berhubungan erat dengan materi email marketing yang pernah kita bahas sebelumnya, yakni perbedaan antara Hard Bounce dan Soft Bounce.

Perbedaan Antara Hard dan Soft Bounce

Istilah bounce rate dalam hubungannya dengan visitor juga pernah kita bahas disini. Meski sama, bounce rate dan 2 jenis bounce yang akan kita bahas pada posting kali ini berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Pengertian “Bounce” dalam Email Marketing
Bounce berarti sebuah email (newsletter) yang dikirimkan kepada sebuah alamat email “dipantulkan” kembali karena email tak dapat terkirim/sampai di tujuan penerima.

Ada 2 macam bounce yang dikenal, berikut penjelasan masing-masing :
SOFT BOUNCE : kondisi dimana email sebetulnya sudah sampai kepada server penerima, tetapi “bounce” sebelum betul-betul sampai ke alamat penerima. Soft Bounce dapat disebabkan oleh berbagai alasan teknis, seperti mailbox penerima yang kepenuhan (over kuota), server down, ukuran email terlalu besar dan lain sebagainya.

Artikel menarik:  Pengertian Bahasa Pemrograman

Biasanya, sebuah email yang mengalami “Soft Bounce” berkali-kali tanpa aktivitas apapun yang dapat dideteksi, maka email tersebut akan secara otomatis dianggap Hard Bounce.

HARD BOUNCE : kondisi dimana email dikembalikan kepada pengirim dan tak dapat terkirim secara permanen. Penyebabnya adalah alamat email yang salah (domain tak eksis, kesalahan ketik, perubahan email, dll) atau server email penerima telah melakukan blok server pengirim.

Biasanya, hampir seluruh server menghapus secara otomatis daftar email yang masuk dalam daftar “hard bounce” sehingga tak akan lagi dikirimkan email pada newsletter berikutnya.

Demikianlah perbedaan antara soft bpunce dan hard bounce dalam email marketing & autoresponder.

Semoga bermanfaat!