Dalam 1 Tahun, Blackberry Tak Lagi Berdengung

Indonesia adalah satu dari sedikit negara yang masih memiliki pengguna Blackberry yang banyak. Bahkan menurut survey APJ, market share BB user di tanah air adalah yang tertinggi di dunia. Hal yang berkebalikan terjadi di mayoritas negara besar lainnya dimana Blackberry sudah lama ditinggalkan dengan pengguna yang saat ini berkisar di angka 2.9% saja. Bandingkan dengan ponsel Android yang memiliki market share sebesar 79%.

android bunuh bb

Demikianlah alasan mengapa Blackberry diberitakan sedang gencar-gencarnya menjual perusahaan mereka yang ‘sakit’ dan hendak ‘runtuh’ tersebut.

BBM di Android & iOS
Sebagai langkah awal, Blackberry berinisiatif untuk memisahkan skema bisnis mereka antara handset Blackberry dengan layanan software Blackberry Messenger (BBM). Secara ekslusif, Blackberry dikabarkan akan menjalankan bisnis software berbasis IM BBM secara mandiri seperti halnya LINE atau WhatsApp yang tidak memproduksi ponsel.

Pada September 2013 ini, sudah dipastikan Blackberry Messenger (BBM) akan hadir di perangkat Android dan iOS sehingga semua orang dapat menggunakannya walau tidak memiliki BB seperti yang selama ini diharuskan.

BBM Sebagai Magnet
Alasan kuat masyarakat Indonesia masih setia dengan Blackberry salah satunya adalah BBM yang sudah kadung akrab. Bagi BBM-maniac yang menggunakannya untuk sekedar sarana komunikasi maupun bisnis, BBM mungkin lebih penting daripada Blackberry itu sendiri.

Dan 1 tahun lagi …
Blackberry terkenal mahal, lemot, lamban dan minim inovasi. Berkat berbagai alasan tersebut, berbondong-bondong manusia beralih ke perangkat yang lebih canggih dan murah. Dengan hadirnya BBM di perangkat Android dan iPhone, diprediksi masa kejayaan BB di Indonesia akan segera berlalu.

Sebagai gambaran, saat ini saja ketika BBM belum hadir di Android dan iOS, market share Android di Indonesia sudah unggul dibandingkan Blackberry yaitu sebesar 52% menurut IDC. Bagaimana nanti kalau BBM sudah bisa digunakan di Android?

Bisnis ponsel memang sarat kompetisi. Lihat saja bagaimana Nokia perlahan mati meski dulu sangat populer. Dan dari fakta tersebut, wajar kiranya jika kita bisa memprediksi Blackberry yang tak lagi berdengung 1 tahun ke depan.

Well, kita lihat saja.

Share Button

Langganan Newsletter Gaptex

Dapatkan informasi terbaru seputar teknologi, gadget dan cara mendapatkan uang melalui internet langsung ke email Anda...

This information will never be shared for third part