Ciri-Ciri Smartphone Android yang Terkena Malware

Sama halnya dengan penggunaan komputer yang terkadang mengalami kerusakan pada hardware dan software, begitu juga dengan smartphone Android Anda. Kerusakan hardware mungkin bisa dideteksi dengan lebih mudah dan bisa selesai dengan mengganti komponen yang rusak melalui bantuan teknis. Sedangkan kerusakan software rata-rata disebabkan oleh Malware, salah satu bentuk ancaman yang patut diwaspadai pada perangkat Anda.

Ciri-Ciri Smartphone Android yang Terkena Malware

Anda bisa mendeteksi apakah perangkat terserang gangguan ini. Smartphone Android yang terkena gangguan malicious software atau malware memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut :

1. Mati mendadak atau tiba-tiba
Jika Anda sedang menerima atau melakukan panggilan telepon, kemudian smartphone Anda mendadak mati, ada kemungkinan perangkat tersebut terkena gangguan malware. Namun sebelum mengambil kesimpulan awal, Ande perlu mengecek beberapa hal. Anda perlu menghidupkan kembali smartphone Anda, jika tidak mau menyala coba cek daya baterainya. Setelah itu, Anda perlu mengecek jumlah pulsa dan kekuatan jaringan pada kartu Anda. Apabila ketiga hal tersebut sudah diperiksa dan tidak ada masalah, ada kemungkinan smartphone terserang malware.

2. Performa atau kinerja melambat
Malware akan menyerang sistem operasi dan membuat beberapa program berjalan secara otomatis tanpa perintah. Hal ini menjadikan terlalu banyak aplikasi yang bekerja sehingga membuat kinerja smartphone tidak fokus dan menurunkan performanya. Akan tetapi, terlebih dahulu pastikan jumlah aplikasi yang Anda install tidak terlalu banyak. Jika Anda merasa bahwa jumlahnya memang tidak banyak, tetapi smartphone berjalan sangat lambat, ada kemungkinan smartphone terserang malware. Apalagi jika smartphone Anda baru dibeli beberapa bulan sebelumnya.

3. Daya baterai cepat habis
Borosnya penggunaan baterai disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti terlalu sering dipakai bermain game, digunakan mengakses internet di tempat yang kekuatan jaringannya tidak terlalu kuat, atau digunakan untuk telepon dalam waktu lama. Jika baterai smartphone Anda cepat habis bukan karena faktor tersebut, ada kemungkinan hal ini diakibatkan adanya malware. Hal ini juga dampak dari melambatnya sistem operasi dimana malware menjadikan terlalu banyak aplikasi bekerja tanpa perintah yang secara tidak langsung mengonsumsi daya baterai terlalu banyak.

4. Kuota internet cepat habis
Jika Anda merasa penggunaan internet tidak berlebihan, namun setelah dicek kuota paket data ternyata berkurang drastis, hal ini juga bisa dipastikan sebagai serangan malware. Keberadaan malware akan mengendalikan sistem dengan membuka halaman-halaman yang berisikan iklan tidak jelas. Anda mungkin bisa dengan mudah menyadari hal ini, tetapi berbeda jika yang dikendalikan adalah data-data pribadi Anda. Misalnya, malware menyerang akun email dan mengirimkan malware serupa kepada orang-orang di dalam daftar kontak.

Artikel berhubungan:  Perbedaan E-Business dan E-Commerce

Smartphone yang terserang malware jelas tidak bisa didiamkan begitu saja. Apabila malware sudah terlanjur aktif menyerang, hal-hal berikut ini dapat menjadi pilihan solusinya:

1. Menghapus aplikasi yang terinfeksi
Anda perlu melakukan scanning pada perangkat dengan menggunakan program antivirus yang terpasang. Setelah diketahui aplikasi mana saja yang terinfeksi dan menjadi celah masuk malware, segera hapus aplikasi tersebut.

2. Kembali ke pengaturan awal
Jika setelah dilakukan scanning tidak ditemukan aplikasi yang terinfeksi, ada kemungkinan malware sudah menyerang terlalu kuat. Malware tidak dapat lagi terdeteksi keberadaannya. Langkah berikutnya, Anda perlu melakukan pengaturan awal seperti saat pertama kali membeli. Atau dengan kata lain, ‘factory reset’. Jangan lupa untuk melakukan back-up data sebelum memilih factory reset.

3. Install ulang secara menyeluruh
Cara terakhir yang paling ampuh mengilangkan malware adalah install ulang. Anda bisa berkonsultasi dulu dengan pihak service center smartphone Anda untuk menjamin beberapa hal terkait garansi produk. Setelah install ulang, Anda perlu menambahkan antivirus terbaru untuk mengantisipasi malware lain ke depannya. Jangan lupa pula untuk melakukan proses scanning dan update antivirus secara berkala.

Salah satu penyebab serangan malware adalah dari aplikasi yang diunduh dan di-install, baik aplikasi gratis maupun berbayar. Anda perlu lebih teliti terhadap aplikasi apa saja yang aman untuk perangkat Anda, berikut cara untuk mengetahuinya:

1. Aplikasi tersedia di Play Store
Google Play Store menjamin legalitas dan sekuritas suatu aplikasi. Bagi pengguna Android, sebaiknya Anda menggunakan aplikasi yang diperoleh dari sini. Dengan nama Google, hal ini menjadikan aplikasi yang ditawarkan sudah terjamin aman dan resmi penggunaannya.

2. Aplikasi memiliki review yang jelas
Sebelum memutuskan mengunduh dan menginstall aplikasi, coba lihat dulu review yang diberikan para penggunanya. Semakin tinggi peringkat atau rating terhadap aplikasi tersebut, semakin tinggi pula tingkat keamanannya. Anda juga bisa membaca deskripsi aplikasi serta komentar dari para penggunanya untuk lebih meyakinkan keamanan aplikasi yang dimaksud.

Semoga bermanfaat!