Cara Memperbaiki Flashdisk yang Tidak Terbaca Sama Sekali

Hampir setiap orang mengetahui apa itu flashdisk. Benda berukuran mini tersebut mampu berguna untuk menyimpan data-data karena memiliki kapasitas yang beragam pula. Flashdisk banyak sekali dimanfaatkan oleh orang-orang, apalagi untuk seorang pelajar, mahasiswa atau pekerja kantoran. Namun sayangnya, perangkat ini rentan terhadap kerusakan apabila tidak di jaga dengan benar. Kerusakan tersebut seperti terserang virus, flashdisk yang tidak dapat diformat, hingga tidak terdeteksi atau tidak terbaca sama sekali. Maka dari itulah, kali ini kami akan membahas tentang cara memperbaiki flashdisk yang tidak terbaca sama sekali pada laptop atau komputer.

Cara Memperbaiki Flashdisk yang Tidak Terbaca Sama Sekali

Apakah Sobat Gaptex pernah mengalami masalah pada flashdisk yang tidak terbaca di PC? Jika iya, sebaiknya Anda mengetahui penyebab flashdisk tidak bisa terdeteksi oleh PC atau laptop Anda, sebelum beranggapan bahwa flashdisk tersebut telah rusak dan tidak dapat digunakan lagi.

Ada beberapa hal yang menyebabkan flashdisk tidak terbaca secara normal seperti tempat colokan USB rusak, flashdisk terkena tekanan keras, ada masalah pada driver USB komputer, dan masih banyak lagi. Untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan di bawah ini yang berkaitan tentang flashdisk.

Mengenal Flashdisk Lebih Dalam
Flash disk atau USB flash drive, juga sering dikenal sebagai USB drive, USB stick, thumb drive, pen drive, jump drive, kunci disk, disk pada tombol, flash drive, memory stick atau memori USB, adalah perangkat penyimpanan data yang termasuk memori flash dengan interface USB yang terintegrasi.

USB flash drive biasanya dilepas dan dapat diisi ulang, dan secara fisik jauh lebih kecil dari pada optical disk. Beratnya pun sangat ringan, bahkan kurang dari 30 gram. Sejak pertama kali flashdisk muncul di pasaran pada akhir tahun 2000, hampir semua perangkat memori komputer mengalami penurunan harga.

Pada Maret 2016, flashdisk berkapasitas 8 sampai 256 GB paling laku dijual, sementara kapasitas 512 GB dan 1 TB kurang laku dipasaran. Saat ini, kapasitas penyimpanan flashdisk sebesar 2 TB sedang direncanakan, dengan berbagai perbaikan dalam hal ukuran dan harga per kapasitas. Beberapa memungkinkan hingga 100.000 siklus penulisan atau penghapusan, bergantung pada jenis chip memori yang digunakan, dan memiliki waktu penyimpanan selama 10 tahun.

Flashdisk sering digunakan untuk tujuan yang sama seperti floppy disk atau CD yang sempat populer di masa lampau, yaitu untuk penyimpanan, backup data dan transfer file komputer. Bentuknya lebih kecil, lebih cepat, memiliki kapasitas ribuan kali lebih banyak, dan lebih tahan lama sehingga dapat diandalkan karena tidak memiliki bagian yang bergerak.

Selain itu, flashdisk juga kebal terhadap gangguan elektromagnetik (tidak seperti disket), dan tidak terluka oleh goresan permukaan (tidak seperti CD). Sampai sekitar tahun 2005, sebagian besar komputer desktop dan laptop disuplai dengan floppy disk drive di samping port USB, namun disket floppy disk telah menjadi usang setelah adopsi port USB dan kapasitas drive USB yang lebih besar dibandingkan dengan floppy disk 1,44 MB 3,5 inci.

Flashdisk menggunakan standar kelas perangkat penyimpanan massal USB, yang didukung secara native oleh sistem operasi modern seperti Windows, Linux, macOS dan sistem Unix lainnya, serta ROM boot BIOS. Flashdisk dengan dukungan USB 2.0 dapat menyimpan lebih banyak data dan transfer lebih cepat daripada drive optical disk, seperti drive CD-RW atau DVD-RW.

Lebih menariknya lagi, flashdisk dapat dibaca oleh banyak sistem lainnya seperti Xbox 360, PlayStation 3, pemutar DVD, atau sistem hiburan automobile, dan di sejumlah perangkat genggam seperti smartphone dan komputer tablet, meskipun secara elektronik, kartu SD memang lebih sesuai untuk perangkat tersebut.

Sebuah flashdisk terdiri dari papan sirkuit kecil yang membawa elemen sirkuit dan konektor USB, yang diisolasi secara elektrik dan terlindungi di dalam kotak plastik, logam, atau karet, yang dapat dibawa dalam saku atau pada gantungan kunci. Konektor USB ini mungkin dilindungi oleh tutup yang dapat dilepas atau dengan mencabut bodi drive, meskipun tidak mungkin rusak jika tidak terlindungi.

Kebanyakan flashdisk menggunakan standar koneksi USB tipe-A yang memungkinkan bisa terhubung dengan port pada personal komputer, bahkan drive untuk interface lainnya juga ada. Flashdisk akan menarik daya dari komputer melalui koneksi USB. Ada pula beberapa perangkat menggabungkan fungsionalitas media player portabel dengan penyimpanan flash USB, namun hanya membutuhkan baterai saat digunakan untuk memutar musik saat penggunaannya.

Penyebab dan Cara Mengatasi Flashdisk Tidak Terbaca
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, flashdisk atau flash drive ialah salah satu bentuk media storage atau media penyimpanan yang sampai detik ini sangat populer dan sudah umum untuk digunakan. Flashdisk ini mempunyai berbagai kapasitas, mulai dari hitungan MB hingga hitungan GB. Namun biasanya, flashdisk yang beredar dipasaran memiliki ukuran 4 hingga 16 GB.

Artikel menarik:  5 Tips Mempercepat Pengisian Baterai Smartphone

Bagi Sobat yang sering melakukan pengurusan dokumen dalam bentuk digital, misalnya spreadsheet, word processor, dan sebagainya, maka flashdisk ini menjadi alat yang sangat membantu. Bukan hanya bentuknya yang kecil, namun flashdisk juga sangat praktis dan mudah untuk dibawa kemana saja, sehingga tidak memenuhi tempat di dalam tas atau dompet Anda. Bahkan flashdisk bisa Anda jadi gantungan kunci, tanpa khawatir data di dalamnya rusak.

Saat ini, flashdisk menjadi salah satu perangkat keras komputer yang berguna untuk media penyimpanan yang praktis. Namun dari segala kelebihannya, ada saja masalah yang dialami oleh pengguna flashdisk. Perangkat apapun yang masih termasuk produk buatan manusia, tentunya juga bisa mengalami kerusakan.

Terdapat satu masalah yang sering terjadi ialah flashdisk tidak bisa terbaca saat dihubungkan di PC, laptop ataupun perangkat gadget lainnya. Apakah Anda tahu apa yang menyebabkan flashdisk atau flashdisk ini sampai tidak terbaca? Berikut ini ialah beberapa penyebab flashdisk tidak bisa terbaca, sekaligus cara mengatasinya.

1. Kerusakan pada Flashdisk itu Sendiri

Hal pertama yang menjadi penyebab flashdisk atau flash drive yang tidak mau terbaca ialah karena adanya masalah pada flashdisk itu sendiri. Saat sebuah flashdisk atau flash drive ini mengalami kerusakan yang cukup parah, maka perangkat ini secara otomatis tidak akan terdetect di dalam komputer.

Apalagi sekarang banyak sekali flashdisk yang beredar dipasaran memiliki kualitas sangat buruk atau produk abal-abal. Oleh karena itu, lebih baik Anda jangan membeli flashdisk dengan harga murah dari harga pasaran, karena lebih berpotensi untuk mengalami kerusakan hardware.

Satu-satunya cara mengatasi masalah ini ialah dengan cara mengganti flashdisk Anda dengan flashdisk yang baru. Pilihlah flashdisk dengan brand bagus dan berkualitas, serta yang pasti original. Jika flashdisk yang Anda miliki asli alias bukan produk KW, maka biasanya akan ada garansi sehingga jika terjadi kerusakan, Anda bisa melakukan klaim garansi tersebut, selama tidak ada cacat fisik pada flashdisk tersebut.

2. Konektor flashdisk atau USB Port Kotor
Jika Anda biasa menaruh flashdisk dan laptop di tempat yang kotor, maka bisa jadi lubang atau port USB Anda kemasukan debu. Coba saja periksa dan bersihkan. Siapa tahu ada debu atau kotoran yang tertinggal sehingga flashdisk atau bahkan perangkat USB lainnya, seperti modem atau harddisk eksternal tidak bisa terbaca dengan baik. Selain itu, bisa juga konektor USB atau kepala flashdisk Anda yang kotor, sehingga Anda perlu membersihkannya terlebih dulu.

3. Driver USB Bermasalah
Selain dua penyebab di atas, flashdisk yang tidak bisa terbaca juga bisa berasal dari drive USB yang bermasalah. Sebagai contoh, sambungan USB Anda sudah tersambung, namun belum terbaca oleh komputer. Oleh karena itu, Anda bisa mengecek Driver USB dengan cara berikut ini:
– Buka folder Device Manager di komputer atau laptop Anda. Caranya ketik saja “device manager” dikolom pencarian. Kemudian buka programnya.

– Klik di bagian “Universal Serial Bus Controller”. Setelah itu, klik icon “Scan for Hardware changes” di bagian atasnya.

Setelah mengikuti kedua langkah di atas, biasanya flashdisk Anda sudah terbaca kembali. Jika tidak bisa juga, maka ada kemungkinan komponen dalam port sudah rusak secara fisik. Ada kemungkinan bahwa kabel konektor dari port USB ke motherboard telah putus. Anda bisa memeriksa lebih jauh jika masih penasaran.

Terdapat beberapa hal yang mengindikasikan port USB mengalami kerusakan secara fisik yakni bagian luar dari port USB laptop atau komputer sudah berkarat, bagian PCB dari port USB sudah rusak solderannya, atau bisa jadi socket internal dari port USB sudah kendor, putus dan terlepas.

Untuk mengatasi masalah ini, pastinya akan diperlukan sedikit keahlian dan pengalaman dalam membongkar komputer maupun laptop. Cara terbaik untuk mengatasi hal ini ialah dengan cara mengganti atau replace port USB yang mengalami kerusakan, sehingga port USB yang rusak dapat dipergunakan lagi seperti awal.