Cara Kerja RAID

Dalam sektor penyimpanan data, dikenal sistem teknologi RAID atau Redundant Array of Indepedent Disk. RAID tersebut dapat dikatakan sebagai teknologi penyimpanan data komputer yang berguna untuk mengimplementasikan toleransi kesalahan pada harddisk dengan menggunakan cara redundansi data, baik itu dengan menggunakan software atau hardware.

Cara Kerja RAID

Secara garis besar, kegunaan RAID yang menggunakan lebih dari satu harddisk ini bertujuan untuk memperoleh kinerja lebih dibandingkan hanya memakai satu harddisk, sehingga dengan memiliki redundant, maka jika ada harddisk yang bermasalah, data tidak akan hilang.

Bicara mengenai cara kerja RAID, teknologi ini terbagi menjadi beberapa bagian yang setiap jenisnya, cara kerja pun juga berbeda. Jenis RAID yang paling sering digunakan adalah RAID 0, 1, 1E, 5, 6, dan 10. Adapun pembagian cara kerja RAID sebagai berikut:

1. RAID 0 (Stripping)
Cara kerja dari RAID 0 adalah data dalam keseluruhan harddisk akan dipecah menjadi beberapa blok data sehingga masing-masing blok akan disimpan pada harddisk juga berbeda-beda.

2. RAID 1
Cara kerja dari RAID 1 adalah separuh dari jumlah harddisk digunakan sebagai mirror dari harddisk yang lain. Bisa dikatakan hanya satu harddisk saja sebagai penyimpanan data dan yang lainnya berfungsi sebagai mirror atau backup data.

Artikel berhubungan:  Apa Itu Master Boot Record (MBR)?

3. RAID 1E
Cara kerja dari RAID 1E hampir sama dengan RAID 1, hanya saja RAID 1E mempunyai jumlah harddisk minimal 3. Setiap blok data mempunyai duplikat blok data pada kedua harddisk lainnya.

4. RAID 5
Cara kerja dari RAID 5 adalah data disebar pada masing-masing harddisk yang di dalamnya terdapat sebuah parity yang dapat dianalogikan sebagai image dari blok data dari harddisk lainnya.

5. RAID 6
Cara kerja dari RAID 6 hampir sama dengan RAID 5 namun disini setiap harddisk memiliki dua parity yang dianologikan sebagai image dari masing-masing blok data harddisk lainnya.

6. RAID 10
Cara kerja dari RAID 10 yaitu harddisk yang telah dikonfigurasi sebagai RAID 10 akan distripping dan di mirror, dengan kata lain data yang tersimpan akan dipecah dan didistribusikan ke separuh total dari harddisk RAID 10 tersebut. Jenis RAID ini merupakan penggabungan antara RAID 1 dan 0.