Berita

Bagaimana Kelanjutan Yahoo Setelah Dibeli Verizon?

Sejak popularitas Google dan Facebook menanjak, keberadaan Yahoo sebagai raksasa internet semakin tertutup oleh kedua perusahaan teknologi tersebut. Setelah didirikan tahun 1994 oleh seorang lulusan Stanford University bernama Jerry Yang dan seorang programmer dari Lousiana bernama David Filo, Yahoo akhirnya resmi dijual kepada Verizon pada hari Senin lalu (25/07/2016). Harga jualnya sekitar USD 4,8 Miliar atau setara Rp 63 Triliun. Verizon sendiri merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi di Amerika Serikat.

Bagaimana Kelanjutan Yahoo Setelah Dibeli Verizon

Pada tahun 1998, Yahoo berada di puncak kejayaannya. Yahoo menjadi website terpopuler dan telah berstatus “go public” karena ikut bermain di bursa saham. Memasuki tahun 2000, harga saham Yahoo pun mencapai puncaknya dengan harga USD 118. Peristiwa “dotcom bubble” ditengarai menjadi kisruh awal bisnis Yahoo. Memasuki tahun 2001, harga saham Yahoo anjlok hingga USD 8. Pada tahun 2002, Yahoo bisa saja membeli Google, namun tidak dilakukannya. Kemudian pada tahun 2006, Yahoo pun hampir membeli Facebook, tetapi juga tidak terlaksana. Dan kini, Google bersama Facebook justru menyalip Yahoo.

Pada tahun 2008, Yahoo semakin ‘tidak sehat’. Microsoft sempat menawar dengan harga USD 44 Miliar, namun ditolak karena terlalu rendah. Pada masa-masa itu pula, Yahoo merombak jajaran kepemimpinan. Beberapa nama yang tercatat pernah menjadi CEO antara lain Terry Semel seorang eksekutif di Warner Bros, Jeff Malet seorang investor dari Kanada, Sue Decker seorang analis terpercaya di Wall Street, Carol Bartz pendiri Sun Microsystem, dan Jerry Yang selaku pendiri Yahoo. Verizon membeli Yahoo ketika CEO berada di tangan Marissa Mayer yang sebelumnya merupakan salah seorang eksekutif di Google.

Proses pembelian Yahoo yang dilakukan Verizon menjadi akhir dari berbagai spekulasi yang beredar. Seperti diketahui, bisnis internet yang dijalankan Yahoo terus mengalami penurunan, sekalipun telah beberapa kali berganti kepemimpinan. Sementara itu, Yahoo juga terus mendapatkan tekanan besar dari para investor. Sebagai bagian dari upaya mempertahankan bisnis, Yahoo kemudian membuka peluang bagi perusahaan lain untuk mengambil alih.

Artikel menarik:  Lenovo & Google Berkolaborasi Buat Touchscreen Makin Pintar

Nilai jual Yahoo sendiri terbilang tidak terlalu besar untuk perusahaan sekelas Yahoo. Sebagai perbandingan, Microsoft mengakuisisi LinkedIn senilai USD 26 Miliar atau setara dengan Rp 349 Triliun. Ada pula Facebook yang membeli WhatsApp senilai USD 19 Miliar atau setara dengan Rp 223 Triliun. Selain itu, Avast mengakuisisi AVG senilai USD 1,3 Miliar atau sekitar Rp 17,5 Triliun.

Akuisisi yang dilakukan Verizon terhadap Yahoo tidak berarti seluruh kepemilikan Yahoo kini berada di tangan Verizon. Hanya saja, Verizon diprediksi memperoleh keuntungan yang signifikan dengan mendapatkan teknologi inti Yahoo. Sebuah analisis mengatakan bahwa Verizon berpotensi untuk memperluas pasar periklanan berbasis lokasi untuk perangkat mobile dimana hal ini bisa menjadi batu loncatan yang bagus di ranah periklanan mobile.

Sebagaimana diketahui, Verizon telah memiliki America Online (AOL) sebagai unit bisnis yang bergerak di bidang media massa multinasional. Dengan AOL, Verizon berhasil meraih sukses dengan sejumlah website periklanan dan teknologi digital, seperti The Huffington Post, Engadget, TechCrunch, dan beberapa lainnya. Kehadiran Yahoo diyakini akan makin meningkatkan popularitas Verizon sebagai perusahaan telekomunikasi. Faktor yang menjadi pertimbangan di antaranya posisi Yahoo yang berada di urutan ketiga setelah Google dan Facebook dalam hal jumlah pengunjung.

Kombinasi vertikal antara AOL, Verizon, dan Yahoo, merupakan suatu bentuk kerja sama yang belum pernah terlihat sebelumnya. Google boleh saja mengetahui berbagai informasi sesuai kata kunci yang dimasukkan oleh penggunanya. Sementara itu, Facebook bisa saja menjadi penghubung sesama penggunanya di seluruh dunia. Namun kini, Verizon berada di posisi yang unik. Dengan kolaborasi AOL dan Yahoo, bukan tidak mungkin jika Verizon dapat menduduki posisi teratas jaringan internet. Akan tetapi, Verizon mampu mencapainya jika berhasil menghadapi sejumlah tantangan setelah membeli Yahoo.