Apa itu Spambot?

“Cari tahu siapa yang mengintip Facebook kamu. Yang melihat Facebokku adalah … … …. Buktikan sendiri di => www.siapalihat.com.” Anda pernah melihat pesan tersebut di beranda akun Facebook, beberapa hari terakhir ini? Jika demikian, Anda sebaiknya tidak terpancing mengikuti arahan pesan yang dimaksud, sebab pesan itu merupakan jebakan yang dinamakan dengan spambot. Jumlah pengguna Facebook di Indonesia termasuk besar sehingga menarik perhatian oknum-oknum untuk melakukan hal-hal tidak bertanggung jawab.

Apa itu Spambot

Apa itu Spambot?
Spambot adalah sebuah program komputer yang berjalan secara otomatis untuk melakukan spamming, antara lain dengan mengirimkan posting atau komentar sampah, seperti hal-hal berbau pornografi, iklan suatu produk atau jasa, virus, dan lain sebagainya. Spambot dibuat untuk mengirim pesan secara otomatis ke situs-situs web yang bertujuan mengirimkan data ke situs-situs tersebut. Secara hukum, spambot termasuk tindakan yang sifatnya ilegal.

Spambot tidak hanya menyerang Facebook, tetapi juga bisa masuk ke jejaring sosial lain seperti Twitter, menyamar sebagai pesan masuk atau spam di e-mail pribadi, atau digunakan para hacker untuk memanipulasi polling online sehingga hasil polling kurang akurat. Captcha adalah salah satu cara untuk mencegah spambot, sebab spambot tidak bisa membaca kode captcha karena pemrogramannya sudah tetap, sementara kode captcha bisa berubah-ubah.

Spambot bukan saja mengganggu, melainkan mampu mematikan aktivitas pengguna di situs web tertentu jika tidak segera diambil langkah preventif. Terkait spambot di Facebook, hal ini sangat mengganggu karena pesan bisa terkirim tanpa sepengetahuan pemilik akun. Sebelum hadir di Facebook, spambot pernah muncul di Friendster dan Path. Sekilas spambot memang menarik, namun tujuan sebenarnya adalah mengakses data-data pribadi pemilik akun.

Ketika terpancing dengan arahan pesan, secara tidak langsung artinya kita setuju bahwa data-data penting bisa diakses oleh pihak ketiga. Atau dengan kata lain, data kita bocor ke orang lain, meliputi public profile, friend list, email address, custom friends lists, messages, friend requests, news feed, relationships, relationship interests, birthday, chat status, notes, work history, status updates, education history, events, groups, hometown, dan masih banyak lagi.

Saat klik fitur konfirmasi, hal itu sama saja dengan mengizinkan spambot untuk mengakses semua data, baik data personal maupun postingan. Spambot bahkan bisa membuat posting yang mengatasnamakan pemilik akun, tanpa sepengetahuan pemilik akun. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak sembarangan melakukan klik pada pesan yang menawarkan iming-iming tidak jelas. Spambot terkesan halus, padahal bisa menyalahgunakan otoritas pemilik akun.

Cara Mengatasi Spambot
Jika terlanjur klik spambot, Anda bisa mencoba langkah berikut untuk mengatasinya :
1. Anda bisa melaporkan ke situs web, dalam hal ini misalnya Facebook Help. Setelah ini, biasanya situs web akan melakukan deaktivasi spambot.
2. Anda bisa menghilangkan spambot dari daftar aplikasi dengan masuk ke menu Setting, List Application, dan Remove Application (Spambot Siapalihat).

Semoga bermanfaat!

Share Button

Langganan Newsletter Gaptex

Dapatkan informasi terbaru seputar teknologi, gadget dan cara mendapatkan uang melalui internet langsung ke email Anda...

This information will never be shared for third part