Apa itu RAID

RAID adalah singkatan dari Redundant Array of Independent Disks yang merujuk pada teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang menggunakan kombinasi beberapa hard drive menjadi satu kesatuan unit. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan performa data dan redundansinya. Dengan cara ini, data yang tersimpan akan didistribusikan lalu lintas hard disk dengan berbagai cara yang disebut pelevelan RAID.

Apa itu RAID

Sejak pertama kali diperkenalkan secara umum, RAID terbagi ke dalam beberapa skema yang disebut dengan “RAID Level”. Awalnya, ada lima buah RAID level yang dikonsepkan, namun seiring berjalannya watu, level-level tersebut berevolusi yaitu menggabungkan beberapa level yang berbeda dan mengimplementasikanya ke level proprietary yag bukan menjadi standar RAID.

RAID menggabungkan lebih dari satu harddisk fisik ke sebuah unit logis penyimpanan dengan memakai software atau hardware khusus. Biasanya solusi hardware dirancang untuk mendukung penggunaan beberapa harddisk secara sekaligus sehingga sistem operasi tidak perlu lagi mengetahui bagaimana cara kerja skema RAID. Sedangkan, solusi software diimplementasikan ke dalam level OS dan menjadikan kumpulan harddisk tersebut menjadi sebuah kesatuan logis yang digunakan untuk melakukan penyimpanan data.

Artikel berhubungan:  Android L itu Lollipop dan Akan Segera Meluncur!

Konsep RAID
Setelah mengetahui apa itu RAID, sekarang Sobat Gaptex akan mengetahui bagaimana konsel RAID tersebut. Ada beberapa konsep utama di dalam RAID yaitu mirroring, striping dan koreksi kesalahan. Konsep mirroring yaitu penyalinan data ke lebih dari satu buah hardisk, sedangkan stripping adalah pemecahan data ke beberapa harddisk.

Koreksi kesalahan dimaksudkan untuk meredundansi data disimpan untuk mengizinkan kesalahan dan masalah yang dapat dideteksi dan mungkin dikoreksi. Tahapan ini lebih umum disebut dengan teknik fault tolerance atau toleransi kesalahan.

Teknik mirroring mampu meningkatkan proses pembacaan data, mengingat sebuah sistem yang dapat membaca data dari dua disk atau lebih akan memiliki kinerja yang buruk dalam penulisan data. Sementara itu, teknik striping berguna untuk meningkatkan performa dan mengizinkan sekumpulan data dibaca dari kumpulan harddisk secara sekaligus paa satu waktu. Teknik koreksi kesalahan juga umumnya untuk menstabilkan kinerja sistem tersebut.