Seputar Tekno

Apa Itu OTT?

Belakangan ini, istilah OTT menjadi begitu populer dan marak diperbincangkan di berbagai media massa. Beberapa layanan online disebut sebagai layanan OTT. Lantas, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan OTT? Apakah semua layanan online dapat disebut sebagai layanan OTT?

Apa Itu OTT

Apa Itu OTT?
OTT memiliki kepanjangan “Over-The-Top”, terkadang disebut pula sebagai “value added”. Kebanyakan di antara kita sudah menggunakan layanan OTT tanpa menyadarinya. OTT merujuk pada pengiriman data melalui internet, sehingga memotong medium-medium tradisional yang dulu digunakan sebagai metode-metode utama pengiriman data. Secara sederhana, OTT merujuk pada layanan yang Anda gunakan dengan memanfaatkan layanan jaringan dari internet service provider yang Anda gunakan. Jadi, aplikasi-aplikasi online yang Anda manfaatkan untuk mendapatkan layanan tertentu, seperti layanan pesan singkat atau layanan entertainment via internet, dapat digolongkan sebagai layanan OTT karena tidak lagi menggunakan metode-metode tradisional.

Ada dua contoh golongan layanan OTT yang banyak digunakan belakangan ini. Yang pertama adalah over-the-top messaging, dan yang kedua adalah over-the-top content.

Over-The-Top Messaging
Untuk selama beberapa tahun, pesan singkat via SMS menjadi standar pengiriman pesan bagi seseorang dalam menggunakan telepon genggam. Tahun 2009, WhatsApp memperkenalkan suatu cara gratis pengiriman pesan tanpa melalui SMS. Apple memperkenalkan iMessage di tahun 2011, yang merupakan layanan pengiriman pesan gratis dari Apple tanpa menggunakan SMS atau MMS. Lebih lanjut, hadir pula Skype serta layanan VoIP lain yang membuat panggilan telepon dan pengiriman pesan menjadi lebih murah melalui jaringan 3G. Kesemuanya tergolong sebagai layanan OTT.

Bagaimana dampak kemunculan layanan OTT terhadap provider layanan seluler? Pengguna kini lebih memilih untuk membeli paket data plan 3G daripada menggunakan layanan panggilan telepon GSM dan SMS. Sehingga, para provider layanan seluler pun mulai mengubah tawaran paket SMS, beberapa bahkan menawarkan paket unlimited SMS, agar dapat tetap bersaing dengan layanan OTT. Nyatanya, memang, sampai sekarang kita masih tetap membutuhkan layanan SMS ketika jaringan internet tidak tersedia.

Artikel menarik:  Kenali OS OpenBSD

Provider layanan seluler yang jaringannya digunakan untuk layanan OTT tidak memiliki kontrol, hak, ataupun tanggung jawab atas layanan tersebut. Hal ini dikarenakan pengguna bebas menggunakan koneksi internet yng mereka miliki. Pihak carrier hanya membawa paket-paket data dari pengirim ke penerima, mereka bisa saja mengetahui isi paket, tetapi tidak bisa melakukan apa-apa terhadapnya.

Juga, alasan dari mengapa layanan VoIP lebih murah daripada layanan panggilan telepon tradisional adalah, kita tidak diharuskan untuk membayar penggunaan suatu dedicated phone line, seperti yang terjadi dalam melakukan panggilan telepon tradisional. Sebagai gantinya, kita menggunakan jaringan internet yang, tidak dedicated dan tanpa biaya rental.

Over-The-Top Content
Over-the-top content merujuk pada film dan siaran televisi yang dikirimkan secara langsung kepada pengguna. Alih-alih menggunakan mekanisme berlangganan TV kabel atau TV satelit tradisional, konten OTT bisa di-download dan dilihat secara on demand. Contoh layanan konten OTT yang populer antara lain Netflix, Hulu, HBO, dan Amazon Prime. Sementara itu, layanan video gratis seperti YouTube dan Vimeo juga bisa digolongkan sebagai layanan OTT, meski keduanya tidak persis secara langsung berkompetisi dengan siaran televisi tradisional.

Layanan konten OTT tidak menawarkan daftar channel tertentu. Melainkan, siaran dan film mesti dipilih secara individual untuk ditonton. Karena layanan OTT relatif lebih murah, kebanyakan pengguna lebih memilih membeli beberapa paket berlangganan konten OTT daripada berlangganan TV kabel atau TV satelit.

Yang tidak boleh dilupakan, baik over-the-top messaging maupun over-the-top content masih membutuhkan akses internet untuk bisa digunakan.

Semoga bermanfaat!