PC

Apa Itu In-Memory Computing?

In-Memory Computing adalah suatu metode penyimpanan informasi di RAM utama pada server-server khusus, alih-alih di database-database relasional yang rumit yang beroperasi di disk drive yang relatif lebih lambat. Jadi, dalam mekanisme In-Memory Computing, data disimpan langsung di RAM dan bukan di media penyimpanan lain, sehingga sistem komputer tidak perlu repot-repot mencari lokasi data lagi dan dapat segera melakukan pemrosesan data.

Apa Itu In-Memory Computing

In-Memory Computing membantu sektor bisnis, termasuk bagi pelanggan, retailer, serta bank dan layanan utilitas keuangan, untuk dapat dengan cepat mendeteksi pola, menganalisa sejumlah besar data secara on-the-fly, dan melakukan operasi-operasi dasar dalam waktu singkat.

Penurunan harga komponen RAM di pasaran belakangan ini merupakan salah satu faktor terbesar yang menyebabkan peningkatan popularitas In-Memory Computing. Hal ini membuat In-Memory Computing menjadi suatu opsi yang lebih ekonomis untuk berbagai macam aplikasi. Lebih lanjut, peningkatan eksponensial jumlah arus data yang beredar sehari-hari serta trend penggunaan analisa untuk pembuatan keputusan turut menjadi penyebab popularitas In-Memory Computing.

Banyak perusahaan yang mulai menggunakan mekanisme In-Memory Computing. Sebagai contoh, teknologi In-Memory Computing yang dikembangkan oleh SAP dengan nama High-Speed Analytical Appliance (HANA) menggunakan sebuah teknik yang disebut ‘sophisticated data compression’ untuk menyimpan data di RAM. Performa HANA 10.000 kali lipat lebih cepat dibandingkan dengan performa disk standar, sehingga memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk menganalisa data hanya dalam beberapa detik saja.

In-Memory Computing memiliki banyak manfaat. Secara umum, In-Memory Computing memungkinkan pembuatan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat, penurunan biaya, meningkatkan efisiensi, mengurangi resiko kerusakan data, dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan perusahaan.

Secara lebih mendetail dan teknis, manfaat In-Memory Computing antara lain:
– Kemampuan untuk melakukan cache data dengan jumlah sangat amat besar secara konstan. Hal ini memungkinkan waktu respon yang super cepat untuk pencarian data.
– Kemampuan untuk menyimpan data sesi, memungkinkan untuk kustomisasi sesi live dan memastikan performa optimum website.
– Kemampuan untuk memproses event-event yang kompleks.

Satu tantangan utama dalam In-Memory Computing adalah diperlukannya set-set data di dalam RAM agar RAM dapat memproses berbagai macam query. Hal ini merupakan suatu metode ‘brute force processing’ yang tidak bisa dipertahankan untuk peningkatan jumlah volume data yang lebih lanjut. Ledakan jumlah volume data akan memberi dampak leher botol terhadap kecepatan In-Memory Computing di waktu mendatang. Sehingga, dibutuhkan sebuah metode yang lebih cerdas untuk menggantikan pendekatan ‘brute force processing’ tersebut yang memungkinkan untuk pemuatan semua set data ke dalam RAM tanpa mempermasalahkan ukuran.

Saat ini, IBM telah merintis next-gen In-Memory Computing melalui produk DB2 yang dilengkapi dengan BLU Acceleration. Dengan BLU Acceleration, set-set data tidak harus dimuat di memori, dan data dibuat tersedia di kelas memori yang tercepat.

Semoga bermanfaat!