Apa Itu Google Sandbox?

Bagi Anda webmaster dan penggiat SEO yang ingin mencapai ranking halaman yang baik di Google perlu memahami tentang Google Sandbox. Apa itu Google Sandbox? Apakah ia benar-benar ada? Apakah ada cara untuk menghindarinya?

Apa Itu Google Sandbox

Google Sandbox adalah filter yang diduga ditempatkan oleh Google pada website-website baru. Sebagai akibatnya, sebuah website tidak akan menerima ranking yang baik untuk keyword-nya yang paling penting serta frasa-frasa keyword-nya. Bahkan dengan memiliki konten bagus dan jumlah backlink yang cukup, website tersebut masih tidak mendapatkan ranking yang diharapkan. Google Sandbox bertindak sebagai masa uji coba untuk website-website baru, guna memastikan website tersebut benar-benar memenuhi standar kualitas Google.

Tidak semua orang setuju bahwa Google Sandbox benar-benar ada. Beberapa beranggapan bahwa Google Sandbox bukanlah suatu filter terpisah tersendiri yang berbeda dengan filter-filter Google lain. Pandangan skeptis menganggap bahwa fenomena-fenomena yang terjadi tidak lain hanyalah dampak dari perhitungan berbagai algoritma yang diterapkan Google, dan Google Sandbox hanyalah suatu ilusi. Sementara, pihak Google sendiri tidak pernah mengiyakan maupun menepis mengenai keberadaan Google Sandbox.

Kapan Google Sandbox muncul pertama kali?
Pemilik website dan ahli SEO mulai menyadari efek Google Sandbox, entah itu nyata atau imajinasi belaka, sejak Maret 2004. Website yang diluncurkan setelah waktu tersebut tampak tidak mendapat rank yang baik dalam beberapa bulan pertamanya di internet, meski ia telah dibuat dengan metode-metode optimisasi yang baik.

Website seperti apa yang ditempatkan di Sandbox?
Semua jenis website bisa ditempatkan di Sandbox. Bila website Anda tampak mencurigakan, dengan link-link yang tampak tidak natural dan konten berisi terlalu banyak keyword, website Anda bisa diletakkan di Sandbox untuk dianalisa lebih lanjut.

Meski begitu, efek Sandbox paling banyak terjadi pada website-website baru yang mencoba bersaing di keyword dengan tingkat kompetisi yang tinggi. Semakin tinggi tingkat kompetisinya, sering kali semakin lama pula durasi website tersebut akan berada di Sandbox.

Berapa lama website berada di Google Sandbox?
Rata-rata website yang baru akan berada dalam Sandbox selama tiga hingga empat bulan. Di arena pertarungan keyword yang tidak begitu padat, keberadaan website dalam Sandbox bisa lebih singkat, sementara di arena pertarungan yang lebih keras sebuah website bisa berada di Sandbox hingga enam bulan.

Artikel berhubungan:  Apa itu Domain dan Hosting?

Bagaimana kita mengetahui apakah website kita berada di Google Sandbox?
Kita bisa melihat tanda-tanda aktivitas Sandbox pada website Anda. Apakah website Anda memiliki jumlah backlink yang ideal, penggunaan keyword yang baik, dan Google PageRank? Jika ya, tetapi Anda masih tidak dapat menemukan website Anda di hasil pencarian Google, maka kemungkinan besar website Anda tengah berada dalam Sandbox.

Bagaimana membedakan efek Google Sandbox dengan penalti dari Google?
Efek-efek Google Sandbox memang tampak mirip dengan penalti dari Google terhadap website yang tidak memenuhi syarat-syarat Google. Namun, dalam efek Google Sandbox, keyword-keyword sekunder Anda masih dapat memperoleh ranking yang baik, dan website Anda masih akan memiliki Google PageRank. Sementara penalti dari Google akan menyebabkan website Anda secara total tidak dapat ditemukan di hasil pencarian, dan website Anda tidak akan memiliki Google PageRank.

Bagaimana cara keluar dari Sandbox?
Satu-satunya solusi untuk keluar dari Sandbox adalah waktu. Sementara website Anda masih berada di Sandbox, ini merupakan waktu yang ideal bagi Anda untuk meningkatkan kualitas website Anda, baik dengan menambahkan konten baru maupun backlink yang ideal.

Setelah keluar dari Sandbox, ranking pencarian website masih rendah. Apakah itu normal?
Ranking website Anda masih lemah setelah keluar dari Sandbox bisa dikarenakan berbagai alasan. Website Anda mungkin kekurangan backlink dan link anchor, serta kekurangan konten yang kaya akan keyword dan relevan dengan tema. Untungnya, masalah-masalah ini bisa diselesaikan dengan praktik-praktik optimisasi yang tepat.

Bagaimana cara menghindari Sandbox?
Sandbox bisa dihindari hingga tingkat tertentu dengan membeli website dan membuatnya live bahkan sebelum ia sepenuhnya siap. Meski website tersebut akan mendapatkan ranking yang rendah, ia akan memulai durasi dalam Sandbox lebih awal sehingga diharapkan akan keluar dari Sandbox lebih cepat. Terus tingkatkan jumlah dan kualitas konten. Dengan manajemen waktu yang baik, sebuah website yang baru dibuat bisa saja ‘menghindari’ Sandbox: siap untuk konsumsi publik tepat pada saat ia keluar dari Sandbox.

Semoga bermanfaat!