Apa itu Force Close Pada Android?

Saat ini Android menjadi sistem operasi dengan pengguna paling banyak di dunia smartphone. Pastinya, semakin banyak pengguna, maka semakin banyak pula varian smartphone yang hadir, baik itu dari spesifikasi rendah hingga spesifikasi kelas atas seperti LG G6, Samsung Galaxy S8, ataupun iPhone 7. Namun, tidak semua orang bisa membeli smartphone high-end tersebut sehingga terkadang pengguna smartphone dengan spesifikasi rendah akan mengalami beberapa masalah.

Apa itu Force Close Pada Android

Salah satu masalah yang sering dialami oleh pengguna smartphone Android ialah Force Close. Bagi Anda yang belum tahu dengan force close, tapi pastinya Anda sudah tidak asing lagi dengan kata-kata seperti ‘sistem not responding’ atau ‘sistem telah berhenti’, bukan? Ya, force close sama saja dengan istilah ‘not responding’ itu alias tidak merespon pada sebuah aplikasi tertentu.

Sebagian pengguna ponsel Android pasti sering mengalami force close ketika membuka aplikasi atau game. Force close pada Android di ibaratkan Not Responding saat Anda membuka aplikasi di komputer. Penyebabnya bisa saja karena aplikasi tersebut mengalami crash atau cacat. Bisa juga dikarenakan oleh virus atau saat instal aplikasi mengalami kerusakan. Kemungkinan lainnya karena sistem operasi yang memang sudah lawas sehingga OS tersebut tidak dapat me-launch data dari sistem aplikasi itu.

Artikel menarik:  Pengertian Wireless, HotSpot & WiFi

Force close dapat disebabkan oleh aplikasi yang tidak kompatibel dengan versi OS Android di smartphone Anda. Alasan lainnya Android suka force close sendiri karena sisa RAM atau memori di ponsel terlalu sedikit. Komponen satu ini memang memiliki peranan penting untuk menjalankan suatu aplikasi di smartphone.

Lantas apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi masalah force close tersebut? Beberapa hal yang perlu Anda lakukan yakni jangan install aplikasi messaging terlalu banyak, hapuslah aplikasi yang jarang dipakai, jangan menggunakan launcher, batasi penggunaan widget dan live wallpaper, jangan sampai root Android apabila tidak ada kepentingan, serta pasanglah aplikasi resmi dari para publisher terpercaya. Maksudnya aplikasi resmi di sini ialah memang bersumber dari Publisher-nya bukan dari sumber atau modifikasi orang lain.