Apa itu Bounce Rate?

Bagi Anda yang banyak berurusan dengan trafic website maupun blog, istilah ‘Bounce Rate’ pasti tak lagi asing di telinga. Bounce rate merupakan salah satu parameter yang cukup penting bagi sebuah website, terbukti nilai ini juga termuat di berbagai macam tools analitik semacam Alexa rank maupun Google Webmaster Tool.

Apa itu Bounce Rate

Apa itu Bounce Rate?
Pada dasarnya, Bounce rate memberitahukan berapa prosentasi pengunjung yang melakukan ‘bounce’ ketika masuk pada sebuah laman website. Seorang pengunjung yang masuk ke sebuah website, kemudian meninggalkan website tersebut tanpa membuka halaman yang lain akan memberikan nilai bounce yang tinggi. Semakin tinggi bounce rate, semakin jelek pula performa sebuah website. Sebaliknya, semakin kecil bouce rate, maka semakin baik pula performanya.

Berikut penyebab bounce rate tinggi pada sebuah website :
– Pengunjung memencet tombol “back”
– Pengunjung menutup browser
– Pengunjung melakukan klik iklan yang Anda tampilkan
– Pengunjung melakukan klik link eksternal

Rumus Bounce Rate :
Untuk menghitung bounce rate, Anda dapat menggunakan rumus > Bounce rate = pengunjung yang meninggalkan website pada halaman pertama / jumlah pengunjung keseluruhan.

Contoh : jika dalam sebulan terdapat kunjungan sekitar 120000 di website Anda, dimana terdapat 80000 pengunjung yang meninggalkan halaman tanpa membuka halaman lainnya, maka bounce rate bulan tersebut adalah 80rb/120rb, atau sebesar 0.66 atau 66%.

Bounce rate memiliki korelasi dengan PV/UV atau Page View/Unique Visitor. Semakin besar nilai PV/UV, maka semakin kecil pula bounce rate. Bounce rate juga memiliki korelasi dengan lamanya kunjungan di website Anda, semakin lama waktu berkunjung, biasanya bounce rate semakin kecil pula.

Apa Pengaruh Nilai Bounce Rate :
– Bounce rate merupakan parameter yang penting bagi robot mesin pencari. Sebuah website dengan nilai bounce rate tinggi secara otomatis dianggap memiliki konten yang tidak menarik. Pada akhirnya, ranking website tersebut akan tergusur dengan sendirinya oleh website lain yang memiliki bounce rate lebih kecil.

Berikut beberapa penyebab bounce rate tinggi :
– Konten terlalu pendek.
– Konten tidak bermutu.
– Desain website tidak bagus.
– Terlalu banyak iklan.
– Terdapat iklan-iklan pop up yang mengganggu.

Berikut tips untuk meningkatkan Bounce rate :
– Buat website dengan konten yang spesifik dan berkualitas
– Berikan tautan pada artikel setidaknya 1 buah, contohnya seperti ini.
– Berikan daftar artikel berkaitan pada akhir artikel (pakai plugins related post jika menggunakan mesin WordPress).
– Pecah konten menjadi beberapa bagian.
– Gunakan desain yang minimalis dan simpel.
– Hindari penggunaan iklan pop up atau penempatan iklan yang mengganggu.

So, sudah tahu kan sekarang pengertian Bounce rate dan seluk-beluknya?

Share Button

Langganan Newsletter Gaptex

Dapatkan informasi terbaru seputar teknologi, gadget dan cara mendapatkan uang melalui internet langsung ke email Anda...

This information will never be shared for third part