Berita

Akhirnya, Microsoft Menutup Divisi Ponsel Nokia !

Pada tahun 2014, Nokia diakuisisi Microsoft senilai USD 7,2 Miliar. Dan kini, Microsoft secara resmi menutup divisi ponsel Nokia dengan alasan tidak ada keuntungan yang diperoleh dari bisnis pabrikan ponsel legendaris asal Finlandia tersebut. Pada kuartal pertama tahun 2016, hanya 15 juta ponsel yang berhasil dijual oleh perusahaan sebagai hasil kerja sama dengan unit sebelumnya, yaitu Nokia Devices and Services.

Akhirnya, Microsoft Menutup Divisi Ponsel Nokia !

Microsoft dinilai terlambat menjalankan bisnis smartphone jika dibandingkan dengan Apple dan Android. Tidak ada yang salah dengan akuisisi yang dulu dilakukan, hanya saja terlambat karena pelanggan sudah dikuasai lebih dulu oleh Apple dan Android sehingga akuisisi yang dilakukan Microsoft tidak berpengaruh terlalu signifikan terhadap kondisi pasar. Besarnya uang yang dikeluarkan Microsoft ternyata tidak sebanding dengan pemasukan.

Menurut kesepakatan yang dibuat tahun 2014, Microsoft memiliki hak untuk menggunakan nama Nokia sampai dengan tahun 2024. Penutupan tersebut bukan langkah pertama yang dilakukan Microsoft dalam memangkas lini perusahaan. Microsoft sebelumnya menjual unit bisnisnya ke FIH Mobile yang merupakan anak perusahaan Foxconn di Vietnam senilai USD 350 juta. FIH Mobile pun mengakuisisi fasilitas Microsoft di Hanoi.

Sebagai dampak dari penutupan tersebut, sebanyak 1.350 karyawan terpaksa dirumahkan. Angka tersebut lebih kecil dari prediksi semula yang diperkirakan mencapai 1.850 orang kehilangan pekerjaan. Tidak hanya itu, Microsoft juga telah menutup pusat penelitian dan pengembangan di Salo, Finlandia. Hal ini dilakukan setelah dilakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 2.300 karyawan.

Artikel menarik:  Evercoss U60, Smartphone Full Screen Rp 1 Jutaan

Selaku CEO Microsoft, Satya Nadella mengungkapkan bahwa pihaknya ingin fokus pada bisnis ponsel yang berbeda, yaitu bisnis fitur ponsel. Publik tak akan lagi melihat peluncuran smartphone Lumia dalam waktu dekat ini. Akan tetapi, sejumlah analis masih meragukan langkah ini. Pasalnya, Microsoft masih berkomitmen menjaga platform Windows 10 Mobile dan bersikukuh bahwa pihaknya akan merilis handset baru.

Bagian tersisa dari Microsoft Mobile yang memproduksi perangkat Lumia kini akan digabungkan dengan divisi Surface. Microsoft memang sudah lama memberitahukan rencananya untuk memperkecil area bisnis perangkat keras ponsel berbasis Windows. Penyebabnya antara lain lisensi paten Android yang lebih menguntungkan apabila dibandingkan penjualan Windows Phone. Bagaimana kelanjutannya, kita tunggu saja.