5 Trik Memilih Laptop Untuk Desain Grafis

Bukan seperti pekerjaan khusus lainnya, seorang desaigner grafis memerlukan laptop khusus untuk memenuhi semua kebutuhan komputasi yang berkaitan erat dengan dunia grafis. Ada beberapa persyaratan khusus yang sebaiknya dapat Anda temukan di laptop-laptop tertentu. Memang pada dasarnya persyaratan ini tidak mutlak, namun jika Anda mendapatkannya dalam laptop, maka pekerjaan desain grafis akan lancar dan mulus. Oleh karena itulah, mari simak 5 trik memilih laptop untuk desain grafis pada post kali ini.

Apakah laptop biasa dapat digunakan untuk desain grafis?
Tentu saja bisa. Misalkan Sobat menggunakan laptop keluaran Asus yang dibanderol dengan harga di bawah Rp 3 jutaan, Anda masih bisa melakukan pekerjaan desain grafis dengan bantuan beberapa macam software desain grafis yang saat ini sangat mudah diinstall di internet. Namun jika ingin lebih lancar, setidaknya Anda harus menambah kapasitas RAM minimal 4 GB.

Menggunakan laptop dengan spesifikasi biasa-biasa saja ataupun kurang mumpuni untuk pekerjaan desain grafis memang terkesan sebagai sebuah penghematan. Jika bisa pakai yang murah, kenapa perlu pakai yang mahal? Pendapat ini memang benar namun dengan catatan, produktivitas Anda dalam mendesain dapat berkurang jauh daripada saat Anda menggunakan laptop dengan spesifikasi yang cukup untuk desain grafis. Terlebih lagi, jika Anda harus berurusan dengan editing video.

Lantas spesifikasi apa saja yang cocok digunakan untuk desain grafis tersebut?

Spesifikasi Laptop untuk Desain Grafis
1. VGA
VGA atau sering disebut dengan GPU merupakan bagian dari laptop yang berfungsi menangani tampilan visual dari sebuah laptop. Selain beberapa seri Intel dan Xeon, semua prosesor Intel dan AMD telah menyertakan GPU terintegrasi dalam prosesor. Untuk urusan editing foto atau membuat desain, memang sebenarnya sudah cukup, namun dalam batas-batas tertentu.

Untuk memperoleh kecepatan kerja dan tampilan yang lebih bagus, maka akan sangat membantu apabila sebuah laptop untuk desain grafis memiliki spesifikasi VGA minimal 1 GB. Saat ini, sudah cukup banyak laptop yang di bawah harga Rp 6 jutaan membawa GPU mandiri yang bagus. Biasanya, laptop ini menggunakan GPU dari Nvidia atau AMD ATI Radeon.

Oleh karena itu, mengenai VGA atau GPU mana yang lebih bagus, itu tergantung selera Anda masing-masing. Karena jika dicermati, setiap VGA memiliki keunggulan dan kelemahan sendiri, yang tidak sampai membuat salah satunya menjadi sangat jauh mengungguli yang lain.

2. Prosesor
Pada laptop untuk desain grafis, prosesor ialah bagian utama yang melakukan pekerjaan paling berat karena prosesor menjadi penanggung jawab untuk melakukan semua perhitungan logis dan matematis dari setiap proses atau perintah yang diberikan oleh user.

Di zaman sekarang, prosesor laptop dirancang khusus yang berbeda dengan prosesor untuk komputer dekstop. Anda dapat melihat akhiran U pada seri prosesor yang dibuat oleh Intel. Jadi contohnya, pada prosesor i3, i5, atau i7, jika terdapat akhiran U pada seri ini, maka prosesor dibuat untuk laptop atau mobile yang mana dirancang untuk mengedepankan soal efisiensi tenaga listrik, karena laptop lebih mengandalkan tenaga dari baterai.

Mengenai kinerja, memang prosesor laptop sedikit berada di bawah prosesor dekstop. Namun Anda jangan khawatir karena performa mereka tetap tangguh, apalagi prosesor untuk laptop gaming. Sementara itu, untuk laptop desain grafis, Anda perlu mempertimbangkan prosesor yang:
– Clock speed dalam satuan GHx yang besar
– Jumlah inti core yang besar
– Sistem hyper threading dan Virtualization
– Generasi terbaru dari prosesor tersebut, semakin tinggi, semakin baru dan semakin efisien.
– Besaran kapasitas cache (L1, L2, L3)

Artikel menarik:  Cara Menghapus Pesan Terkirim di WhatsApp Tanpa Batas 7 Menit

Dilihat dari persyaratan di atas, maka sebaiknya pilih laptop yang menyematkan prosesor Intel Core i3 atau yang lebih tinggi, bisa juga dari generasi minimal Haswell atau yang lebih baru. Namun jika Anda suka dengan AMD, maka carilah yang sepadan, contohnya A6, A8, A10 ataupun seri FX yang lebih powerful.

3. RAM
Komponen selanjutnya yang sangat berpengaruh terhadap performa sebuah laptop untuk desain grafis ialah RAM. Sebenarnya untuk sekarang, Anda tak perlu khawatir dengan kapasitas RAM bawaan laptop yang sudah Anda beli karena minimal Anda akan mendapatkan laptop dengan RAM 2 GB dengan harga yang sangat murah.

Lantas berapa kapasitas RAM minimal untuk laptop desain grafis? Jika RAM 2 GB, memang bisa saja namun agak memaksa. Oleh karena itu, laptop desain grafis harus memiliki RAM minimal 4 GB, apalagi untuk laptop sekarang yang harganya sudah lumayan murah.

Satu lagi yang perlu Anda pastikan ialah apakah laptop tersebut memiliki slot memori tambahan yang dapat Anda manfaatkan saat perlu menambahkan penambahan atau upgrade RAM. Beberapa laptop murah keluaran tahun ini, ada pula modul RAM yang tertanam langsung pada motherboard sehingga tanpa disertai slot memori tambahan.

Jadi, sebelum Anda membeli sebuah laptop, Anda bisa melihat beberapa review dari laptop tersebut di internet dan cari tahu apakah laptop yang dibeli memiliki slot memori tambahan. Paling kecil dapat diupgrade sampai 8 GB.

4. Harddisk
Laptop yang diperuntukkan untuk desain grafis membutuhkan media penyimpanan yang bukan hanya besar, melainkan juga cepat. Untuk kapasitas harddisk, sebisa mungkin Anda membeli laptop dengan harddisk sebesar 1 TB atau lebih. Apakah 500 GB tidak cukup?

Jika Anda menggunakan kamera DSLR dan sering menyimpan video maupun foto untuk diedit dengan resolusi tinggi, harddisk 500 GB akan penuh dengan cepat karena ukuran file cenderung sangat besar. Sebuah file foto dari kamera DSLR dengan sensor 18.1 MP, rata-rata menghasilkan foto dengan ukuran antar 5 hingga 8 MB untuk mode normal. Begitu pula dengan format RAW, maka ukuran file 22 hingga 25 MB per foto itu biasa. Belum lagi jika Anda merekam video, maka akan lebih besar memorinya.

Untuk urusan kecepatan, saat ini memang masih belum ada media penyimpanan yang melebihi SSD. Namun sayangnya, harga SSD masih relatif mahal. Jika mungkin, carilah laptop yang dapat dipasangi SSD sekaligus HDD. Jadi, OS dan aplikasi di install di SSD, sedangkan file kerja diletakkan di HDD.

5. Layar
Terakhir, Anda juga perlu memperhatikan spesifikasi layar pada sebuah laptop. Hal ini dikarenakan pekerjaan sebuah desaigner grafis pastinya berlama-lama menatap layar, maka faktor kesehatan dan kenyamanan mata harus mendapat perhatian khusus.

Oleh karena itu, pertimbangkanlah untuk membeli laptop dengan layar 15,6 inch dibandingkan dengan layar 14 inch. Meskipun tidak jauh berbeda, namun akan memberi Anda sudut pandang yang lebih luas sehingga akan lebih nyaman. Paling minimal, Anda perlu mencari laptop dengan layar 13,3 inch. Di bawah itu, Anda pasti akan kesusahan untuk melihat detail desain karena layar yang terlalu kecil.

Meskipun layar besar memiliki konsekuensi yaitu bobot yang berat dan sedikit lebih boros, namun percayalah laptop ini sangat nyaman digunakan untuk membuat desain. Selain itu, jangan lupa untuk membeli laptop dengan resolusi setara Full HD.