3 Alasan Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Membeli Blackberry Rekondisi

Blackberry rekondisi acapkali mengalami ‘salah kaprah’ ketika berada di tangan penjual yang kurang cerdas atau malah mungkin hanya pura-pura bodoh agar dagangannya laris manis bak kacang goreng. Yup, blackberry rekondisi adalah fenomena bertahun-tahun yang terjadi di pasar Indonesia dengan peminat yang luar biasa banyak. Alasannya sederhana, selain harganya yang murah, blackberry rekondisi pada umumnya memiliki penampilan yang serupa dengan jenis yang baru.

Yup. Jika Anda pernah mendengar istilah bb BM (black market) atau fullset (baca= lengkap dengan kardus) tapi non garansi, kemungkinan jenis-jenis itu mengacu pada blackberry rekondisi yang sebetulnya berasal dari bb bekas yang disulap agar menjadi baru kembali. Kebanyakan adalah bb rusak yang telah diganti komponennya disana-sini. Dan dengan maksud untuk mencari keuntungan lebih dan berharga lebih murah, tentu saja setiap detail komponen yang dipergunakan berkualitas buruk alias aspal.

Sayangnya, sebagaian besar dari kita lebih suka dengan penampilan luar dibandingkan ‘isi dalam’, bukan? Bahkan, ada kelompok yang lebih mengutamakan bb fullset yang sebetulnya abal-abal dibandingkan bb ex USA misalnya yang meski bekas tetapi masih original dan awet dipakai.

Berikut 3 alasan mengapa Anda sebaiknya tidak membeli Blackberry rekondisi (atau apa pun orang mengistilahkannya) :

1. Komponen abal-abal : Hampir seluruh komponen yang menyusun bb rekondisi adalah abal-abal dan tidak original, mulai dari batre, lcd, housing atau casing, charger bahkan dusbuk pun berkualitas buruk. Dan karena abal-abal, komponen tersebut tidak enak daan tidak nyaman ketika digunakan, misalnya keypad yang tidak empuk atau batre yang gampang drop. Tak sampai disitu saja, sebab komponen jenis abal-abal sangat mudah rusak dan sama sekali tidak awet. Dalam jangka waktu penggunaan yang relatif lama, seluruh komponen akan terlihat usang sebelum waktunya dan rusak sehingga minta diganti.
2. Non Garansi : Hampir seluruh bb rekondisi dijual tanpa garansi. Meski pun ada, paling maksimal hanya 2 minggu atau 1 bulan. Dengan kenyataan tersebut, mengeluarkan kocek lebih dalam untuk mereparasi atau mengganti komponen rusak di masa mendatang sudah pasti akan terjadi.
3. Resiko Lock atau pin suspend : bb rekondisi sangat rentan dengan kondisi lock atau pin yang sudah suspend. Untuk urusan lock memang bisa diatasi oleh jasa unlock blackberry, meski tak menutup kemungkinan bahwa lock yang terjadi adalah hardlock yang membutuhkan uang berjuta-juta untuk membukanya. Sementara itu, jika pin suspend, maka selamat bb tecinta tak akan pernah bisa dipakai untuk bbm.

Artikel menarik:  Pengertian Brainware

Perlu diingat bahwa penyebutan blackberry rekondisi menjadi bb bm dan sebaliknya berlaku tidak tetap sebab istilah-istilah tersebut sudah terlanjur kacau dan rancu. BB BM tidak selalu sama dengan rekondisi. Tetapi, jika Anda mendapat penawaran bb yang mengaku-ngaku baru dengan dus palsu, tanpa garansi dan memiliki komponen yang tidak biasa, Anda bisa mulai mencurigai bahwa itu adalah bb rekondisi meski penjualnya dapat menyebut istilah apa saja bagi barang dagangannya tersebut ketika membujuk rayu Anda.

Jadi, Anda pilih mana, buka bungkus tapi isinya jelek atau bekas tapi bermutu?