10 Virus Android Paling Mematikan 2017

Saat ini, Android terbukti sebagai sistem operasi yang paling banyak diadopsi pengguna smartphone di seluruh dunia. Namun sayangnya, popularitas Android juga terancam isu keamanan. Android sering disebut-sebut sebagai sistem operasi yang mudah rentan disusupi virus, malware, dan ancaman lainnya. Menanggapi hal itu, kami akan memberitahukan kepada Sobat Gaptex mengenai 10 virus Android paling mematikan 2017, sehingga nantinya Anda bisa tahu bagaimana cara mengatasinya.

Walaupun Google mengklaim sudah menyiapkan sejumlah upaya untuk menangkal ancaman malware dan virus ke perangkat Android. Bukan berarti Anda bisa langsung merasa aman begitu saja. Anda masih perlu menginstal antivirus terbaik untuk Android supaya terhindar dari aplikasi yang terindikasi malware.

Menurut laporan terbaru yang diberitahukan awal tahun 2017, terdapat sekitar lebih 25 ribu aplikasi Android yang mengandung malware. Padahal sebenarnya, setiap aplikasi yang berada di Play Store telah melewati proses scanning malware. Namun, proses ini tidak bisa menjadi jaminan karena nyatanya masih banyak saja aplikasi yang beresiko menularkan virus ke perangkat.

Daftar Virus Paling Berbahaya untuk Android
Sebenarnya, sudah lama kita mengetahui bahwa virus sering menyerang perangkat teknologi, salah satunya dikomputer atau laptop. Virus komputer memang menjadi hal yang menakutkan di zaman Internet of Things saat ini. Saat virus menyerang, Semua data pada komputer pun akan hilang tak bersisa, atau lebih parahnya lagi, membuat sistem komputer benar-benar ‘lumpuh’.

Virus pada smartphone Android pun tidak kalah menakutkan dengan virus pada komputer. Ada virus yang bisa membuat ponsel Anda terus-menerus restart, ada yang bisa mencuri data dan foto, hingga parahnya, membuat smartphone Android tidak bisa digunakan lagi.

Sebelum Anda melakukan pendeteksian virus di smartphone, maka alangkah baiknya Anda perlu mengetahui jenis virus mana yang paling berbahaya untuk Android. Dengan mengetahui nama atau jenis virus tersebut, Anda bisa mengatasi virus tersebut sesuai prosedur yang ditentukan.

1. Shuanet, Shedun, dan ShiftyBug
Bisa dikatakan jika ketiga jenis virus ini menjadi virus paling mematikan bagi perangkat Android. Bagaimana tidak kalau ketiganya akan menyebabkan Android Anda tidak bisa digunakan lagi. Jadi, sekali saja Android terkena virus ini, maka Anda perlu membeli smartphone baru.

Virus Android paling berbahaya ini umumnya ditemukan dari toko aplikasi pihak ketiga. Setelah terinstal di perangkat korban, virus tersebut akan secara otomatis me-root smartphone, menanamkan diri mereka sendiri ke sistem level service dan mengubah bentuk menjadi sah atau kata lainnya melegitimasi diri sendiri dalam aplikasi populer seperti Twitter, Facebook, Instagram, dan lainnya.

2. Engriks
Apakah smartphone Android Sobat pernah menampilkan peringatan ‘Unfortunately Measure atau Engriks Has Stopped’? kalau iya, maka smartphone Android itu telah resmi terserang virus Engriks. Setelah terkena virus, Android akan terus menampilkan pop up dan peringatan aneh seperti Monkey Test has stopped, dan sebagainya.

Virus Engriks dibuat oleh pembuatnya untuk menginveksi lewat situs porno. Maka dari itu, lebih baik Sobat Gaptex tidak pernah membuka situs porno di Android jika tidak mau smartphone harus flash ulang karena terkena virus Engriks.

3. Cyber.Police
Setelah Engriks, ada pula ransomware bernama Cyber.Police yang menginfeksi korban melalui situs porno. Apabila smartphone Android terkena ransomware ini, maka perangkat tidak akan dapat digunakan karena terkunci oleh pesan pop up yang terus-menerus muncul di layar smartpone.

Bukan hanya mengganggu saja, lebih parahnya lagi, pop up itu berisi ancaman. Yang mana jika Anda tidak mentransfer sejumlah uang dalam bentuk iTunes Gifts. Apabila tidak dibayar, maka semua data yang ada di smartphone terancam hilang dan disebarluaskan. Ransomware ini sering mengjakiti Android 4.0 Ice Cream Sandwich dan Jelly Bean, bahkan tidak menutupi kemungkinan juga bisa menyerang Android versi terbaru.

4. Stagefright
Virus Android Stagefright ini sempat menjadi viral bagi pengguna Android beberapa waktu lalu. Bagaimna tidak jika virus mematikan ini bisa berpengaruh besar pada pengguna Androis sebanyak 1 milyar lebih, terutama untuk smartphone merk Samsung, LG, dan Google Nexus. Bahaya yang timbul saat Android sudah terinfeksi Stagefright ialah data yang tersimpan pada ponsel akan digunakan untuk kepentingan tertentu oleh pelaku kejahatan.

Bukan hanya itu, Stagefright juga dapat digunakan untuk mengakses seluruh perangkat Android tanpa diketahui oleh pemiliknya. Cara penyebaran bug Stagefright tersebut ialah dengan menyelipkan sebuah malware ke dalam file MP3 atau MP4. Saat Anda melihat file tersebut, Android akan menampilkan preview dari file tadi dan ketika preview dibuka, maka saat itulah, malware Stagefright menginfeksi Android.

Artikel menarik:  9 User Interface Terbaik untuk Android

5. Android PowerOffHijack
Bagaimana jadinya jika Android yang sedang digunakan tiba-tiba mati tanpa sebab? Mungkin saja akan berpikir Android Anda kehabisan baterai atau baterainya rusak. Selain itu, Anda perlu berhati-hati karena mungkin saja ada virus PoweroffHijack. Virus mematikan ini akan membuat smartphone sering mati meskipun baterai masih penuh.

Bukan hanya itu, selagi Android sedang mati, virus ini akan menggunakan layanan telepon, kamera, hingga SMS di smartphone. Menakutkan bukan? Jangan berpikir jika smartphone mati lalu sistemnya benar-benar mati pula, padahal virus Android PowerOffHijack sedang melancarkan aksinya dan semua data Anda diakses oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

6. Obad
Virus paling mematikan di Android lainnya adalah Obad. Obad menjadi virus yang lumayan merepotkan penggunanya, bahkan sempat membuat kewalahan para pengguna Android. Walaupun virus ini mampu terdeteksi oleh Kaspersky, raja antivirus tahun 2014 lalu, tetapi Obad belum bisa diberantas sampai akarnya oleh perusahaan tersebut.

Apabila smartphone Anda terinfeksi oleh virus dengan nama Backdoor.AndroidOS. Obad.a ini, Anda akan sering kehilangan pulsa dan juga mengalami kejadian sering hang. Virus Obad akan menginfeksi dengan cara menyuruh Anda untuk mendownload aplikasi di halaman web tertentu. Setelah itu, virus Trojan akan menyerang sistem di smartphone Android Anda.

7. BaseBridge
Virus ini masih termasuk keluarga ke golongan Trojan yang dikenal dengan nama lain Andr/Bbridge-A. Virus tersebut menggunakan sistem previlege escalation untuk menginstall aplikasi asing yang membuat smartphone bisa rusak. bukan hanya berhenti di situ, virus BaseBridge dapat memindai semua isi pesan. Hal ini tentu saja berbahaya karena jika pesan dan disebarkan oleh pelaku BaseBridge tersebut.

Malware jenis Trojan Horse itu akan mengirimkan SMS berbayar ke nomor yang sudah ditentukan oleh si ‘pembuat’. Sebelumnya, aplikasi yang berisi malware BaseBridge dan terinstall di smartphone, awalnya diunduh dari Android Market yang tak resmi dengan motif rooting smartphone.

Secara fungsional, memang BaseBridge bisa digunakan untuk me-root smartphone Android, tapi sayangnya, sistem operasi Android akan mudah terinfeksi malware. Kemudian, selain bisa mengirimkan SMS berbayar, virus ini dapat memonitor penggunaan telepon seperti log panggilan dan pesan.

8. Battery-A
Apabila Anda ialah pengguna Android yang hobi menggunakan aplikasi penghemat baterai yang banyak sekali macamnya di Play Store, maka Anda harus berhati-hati dari trojan Battery-A. Virus ini akan menginfeksi aplikasi penghemat baterai, kemudan terus-menerus membuat aplikasi melaporkan kalau baterai Anda hemat. Padahal kenyataannya, virus sedang mengkorupsi data sistem baterai sehingga membuat baterai justru bertambah boros. Efek lanjutan yang tidak kalah mengerikan dari virus ini ialah akan membuat smartphone dipenuhi oleh iklan.

9. Hipposms
Jika berbicara virus paling bandel pada Android, mungkin virus Hipposms patut menyandang gelar ini. Bagaimana tidak, virus berbahaya ini akan mengambil alih sistem SMS di smartphone Anda, kemudian mendaftar layanan SMS berbayar. Pastinya hal ini membuat Anda kesal kalau sewaktu-waktu dapat SMS berbayar, padahal tidak pernah merasa berlangganan. Selain itu, jika sudah terinfeksi virus tersebut, satu-satunya cara untuk mengatasinya ialah dengan melakukan factory reset dan mengganti nomor baru.

10. Plankton
Layaknya tokoh plankton dalam film Spongebob Squarepant, virus Plankton ini akan menjakiti Android dengan cara yang terbilang cerdik dan licik. Jika sampai terinfeksi virus ini, pengguna yang bermain Angry Birds Rio akan kena imbasnya. Bukan karena virus Plankton menginfeksi Angry Bird Rio, namun ia menjadikan game ini sebagai inang dan kambing hitam.

Nantinya, saat Anda sedang asyik bermain game, secara mendadak muncul pesan pop up yang mengatakan apakah Anda akan unlock layanan premium atau tidak. Hal ini menjadi langkah virus untuk masuk ke dalam sistem Android. Kemudian, akan muncul aplikasi lain yang tampak serupa demi menggantikan aplikasi aslinya.